
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Jalur Gaza kembali memuncak setelah Gaza Government Media Office menuding Israel melakukan hampir 500 pelanggaran gencatan senjata dalam 44 hari terakhir. Tuduhan itu menyebut ratusan warga sipil tewas sejak jeda kekerasan mulai diberlakukan pada 10 Oktober lalu.
Dalam laporan yang dirilis Sabtu, (22/11), kantor media tersebut mencatat 497 pelanggaran, dengan 342 warga Palestina tewas, mayoritas anak-anak, perempuan, dan lansia. Mereka mengecam keras tindakan yang dinilai sebagai pelanggaran serius atas perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat.
“Pelanggaran ini merupakan bentuk nyata pelanggaran hukum humaniter internasional,” demikian pernyataan mereka yang dikutip dari Al-Jazeera. Pada hari yang sama, setidaknya 27 pelanggaran tambahan dilaporkan, menewaskan 24 warga Palestina dan melukai 87 lainnya.
Otoritas Gaza menegaskan Israel harus bertanggung jawab atas memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, termasuk pembatasan masuknya bantuan dan pasokan medis yang seharusnya menjadi bagian dari perjanjian.
Sementara itu, militer Israel kembali melancarkan serangan udara di beberapa titik di Gaza pada Sabtu, menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina, termasuk anak-anak. Serangan ini menjadi salah satu insiden terbaru yang dipandang sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata enam pekan terakhir.
Dalih Israel
Israel berdalih, serangan tersebut dilakukan setelah seorang pejuang Hamas menyerang tentaranya di wilayah yang berada di dalam “garis kuning”, batas reposisi pasukan yang disepakati saat gencatan senjata mulai berlaku.
Di sisi lain, pejabat-pejabat lokal di Gaza utara melaporkan puluhan keluarga Palestina kini terkepung akibat kemajuan posisi militer Israel yang disebut melampaui garis kuning. Langkah itu dinilai sebagai bentuk pelanggaran tambahan terhadap kesepakatan.
Hamas membantah tuduhan bahwa mereka membatalkan gencatan senjata, seperti diberitakan Al Arabiya. Izzat al-Risheq, anggota biro politik Hamas, menyebut Israel “mencari-cari alasan untuk menghindari kesepakatan dan kembali melancarkan perang pemusnahan”. Kelompok itu juga meminta mediator, AS, Mesir, dan Qatar untuk menekan Israel menghentikan pelanggaran dan kembali mematuhi perjanjian yang disepakati. (tb)
Liga Arab Tekan Dunia Internasional Cabut Vonis Mati Israel bagi Tahanan Palestina
NEWSREAL.ID, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kebijakan kontroversial Israel soal hukuman mati menuai kecaman luas. Liga Arab mendesak dunia internasional segera turun...
Mufti Oman Soroti Diamnya Dunia Islam, Puji Perlawanan Iran terhadap Israel
NEWSREAL.ID, SANA- Mufti Agung Kesultanan Oman, Ahmed bin Hamad Al-Khalili melontarkan kritik keras terhadap sikap dunia Islam dan komunitas internasional yang dinilai pasif atas penderitaan...
Israel Geram Disudutkan Spanyol Soal TNI Tewas di Lebanon, Balik Tuding Hizbullah
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Ketegangan diplomatik mencuat setelah Israel merespons keras pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez terkait tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di...
Prabowo dan PM Jepang Sepakat Siap Jadi Mediator, Dorong Perdamaian Global
NEWSREAL.ID, TOKYO- Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyepakati penguatan kemitraan strategis kedua negara, sekaligus menegaskan komitmen untuk berperan aktif dalam menjaga...
Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Pesawat AWACS hingga A32B Dilaporkan Hancur
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk di Arab Saudi dan...
Spanyol Tutup Total Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran, Tolak Fasilitas Militer AS
NEWSREAL.ID, MADRID- Pemerintah Spanyol mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi penerbangan yang terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kebijakan...
Houthi Yaman Ultimatum Israel: Serangan Tak Akan Berhenti Selama Konflik Berlanjut
NEWSREAL.ID, DOHA– Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Kelompok Ansar Allah atau Houthi Yaman menegaskan akan terus melancarkan serangan terhadap Israel selama agresi ke...
Iran Siapkan Satu Juta Kombatan Hadapi Potensi Invasi AS
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Pemerintah Iran dikabarkan telah menyiapkan lebih dari satu juta kombatan untuk menghadapi kemungkinan invasi darat...
Gelombang “No Kings” Memanas, Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Trump
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gelombang penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump kembali memuncak. Jutaan warga Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar-besaran...
Houthi Resmi Turun ke Medan Perang, Jalur Laut Global Terancam Tersendat
NEWSREAL.ID, SANAA- Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Ansar Allah atau Houthi mengonfirmasi keterlibatan langsung dalam perang. Serangan rudal balistik yang diluncurkan dari...
Lebih dari 200 Keluarga Terancam Terusir, Yerusalem Timur Kian Memanas
NEWSREAL.ID, RAMALLAH- Ancaman pengusiran massal kembali membayangi warga Palestina di wilayah Yerusalem Timur. Pemerintah Palestina menyerukan intervensi internasional untuk mencegah penggusuran paksa yang berpotensi menimpa...
Rencana Lucuti Hamas di Gaza Terungkap, Ada Skema Bertahap 8 Bulan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dokumen rencana pelucutan senjata kelompok Hamas di Jalur Gaza yang disusun Board of Peace (BoP) mulai terungkap ke publik. Skema tersebut mengusulkan proses...

