Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Kota Semarang Butuh Tambahan SLB Negeri, Ratusan ABK Tak Tertampung

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 23 Juni 2025 12:06 WIB
Kota Semarang Butuh Tambahan SLB Negeri, Ratusan ABK Tak Tertampung
NEWSREAL.ID - HARI KARTINI: Siswa SLB Negeri Kota Semarang mengikuti upacara peringatan Hari Kartini di kampus Jl Elang Raya No 2, Tembalang, Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, SEMARANG – Ketersediaan Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri di Kota Semarang kian mendesak untuk segera ditambah. Minimnya fasilitas pendidikan inklusif dari pemerintah mengancam hak ratusan anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan layanan pendidikan.

Saat ini, dari seluruh wilayah Kota Semarang, hanya satu SLB negeri yang ada. Sebaliknya, terdapat 29 SLB swasta yang tidak merata penyebarannya, dan belum tentu bisa dijangkau semua kalangan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Mirisnya, sembilan dari 16 kecamatan di Kota Semarang bahkan tidak memiliki satu pun sekolah bagi ABK, seperti Mijen, Gunungpati, Gajahmungkur, Semarang Selatan, Genuk, Gayamsari, Semarang Timur, Tugu, dan Ngaliyan. Sementara itu, SLB terbanyak justru terpusat di Pedurungan dan Tembalang.

Kepala SLB Negeri Kota Semarang, Sri Sugiarti, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya kewalahan menampung calon siswa baru. “Setiap tahun pendaftar mencapai ratusan, tapi karena kekurangan guru dan ruang, kami terpaksa membatasi jumlah penerimaan,” ungkapnya.

Dengan rasio ideal satu guru untuk lima siswa, saat ini satu kelas di SLB Negeri Semarang bisa berisi hingga 15 anak. Padahal anak berkebutuhan khusus memerlukan pendekatan individual dan pembelajaran yang intensif.

Selain kekurangan tenaga pendidik—yang masih defisit sekitar 45 orang—kualitas fasilitas pun belum sepenuhnya memadai. Meski sudah memiliki ruang terapi fisik dan bengkel kerja, kapasitas dan peralatan masih jauh dari cukup untuk melayani jumlah siswa yang terus meningkat.

Keadilan Sosial

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi E DPRD Jateng, Messy Widiastuti, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menambah SLB negeri di Semarang. “SLB swasta memang ada, tapi tidak semua keluarga mampu. SLB negeri menjadi satu-satunya harapan bagi banyak orang tua,” katanya.

Ia menyebut penambahan SLB negeri bukan sekadar solusi pendidikan, melainkan bagian dari keadilan sosial. “Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena negara lalai menyediakan fasilitas pendidikan yang inklusif,” ujarnya.

Messy berjanji akan segera memanggil instansi terkait untuk membahas solusi konkret. Sesuai amanat UU No. 23/2014 dan PP No. 2/2018, pengelolaan SLB memang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Dengan realitas saat ini, penambahan SLB negeri bukan lagi sekadar kebutuhan, tapi urgensi. Semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko generasi ABK kehilangan hak dasarnya: pendidikan. (tb)

Data SPMB SLB Negeri Kota Semarang

Tahun                   Pendaftar            Kuota

2021                       : 102                       : 75

2022                       : 246                       : 74

2023                       : 123                       : 72

2024                       : 147                       : 49

2025                       : 139                       : 40

Sumber: SLB Negeri Kota Semarang

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment