Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Program MBG Masih Lambat, Baru 6,2 Persen Anggaran Terserap

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 18 Juni 2025 10:24 WIB
Program MBG Masih Lambat, Baru 6,2 Persen Anggaran Terserap
NEWSREAL.ID - BERSAMA BILL GATES: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bersama tokoh filantropi dunia Bill Gates berkunjung ke SD Jati 03, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025 untuk meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: Setpres)

NEWSREAL.ID, JAKARTA – Rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi puluhan juta anak dan ibu hamil masih menghadapi tantangan serius di tahap awal.

Hingga pertengahan Juni 2025, serapan anggaran program baru menyentuh angka 6,2 persen dari total pagu awal Rp71 triliun. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa hingga 12 Juni, realisasi belanja dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program baru mencapai Rp4,4 triliun, yang menjangkau sekitar 4,89 juta penerima manfaat.

“Realisasi belanja sampai pertengahan bulan Juni kira-kira naik Rp1,1 triliun dari Mei yang sebelumnya Rp3,3 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (17/6).

Padahal, target pemerintah adalah menjangkau 82,9 juta penerima hingga akhir 2025, dengan tambahan anggaran hingga Rp100 triliun. Bahkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyebut anggaran MBG bisa naik menjadi Rp300 triliun pada 2026.

Tantangan Teknis

Kendati niat mulia program ini diapresiasi banyak pihak, lambatnya serapan menunjukkan adanya tantangan teknis dan kelembagaan yang belum sepenuhnya siap. Pemerintah juga berencana membentuk 32 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), sebagai bagian dari infrastruktur pendukung distribusi dan eksekusi program.

Sejumlah pengamat mempertanyakan urgensi penambahan anggaran sementara capaian lapangan masih jauh dari target. Andry Satrio Nugroho, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, menilai evaluasi menyeluruh dibutuhkan sebelum menambah alokasi dana besar.

“Kalau anggaran belum terserap sampai 10 persen di pertengahan tahun, mengapa harus buru-buru ditambah? Harus dilihat dulu efektivitas dan urgensi penggunaan anggaran itu,” tegas Andry.

Program MBG pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025 dengan skema makan gratis sekali sehari untuk kelompok rentan. Pemerintah awalnya menargetkan 17,9 juta orang dengan anggaran Rp71 triliun, sebelum diperluas atas arahan langsung Presiden Prabowo.

Hingga kini, realisasi program makan gratis tampak berjalan lambat, memberi sinyal bahwa terobosan ambisius ini membutuhkan penguatan kelembagaan, mekanisme distribusi, dan pengawasan ketat agar tujuannya betul-betul tercapai secara merata dan tepat sasaran. (tb)

Berita Terbaru

Jelang Lebaran 2026, Mentan Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan saat Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pasokan pangan...

Ramadan 2026, Baznas Gulirkan 29 Program dari Zakat hingga Layanan Mudik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan puluhan program unggulan yang dirancang untuk memperluas manfaat zakat,...

Bahas Board of Peace Gaza, Prabowo Panggil Ormas Islam ke Istana

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Isu keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) segera dibawa ke meja diskusi Istana. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu...

Prabowo Tantang Kritikus: Tak Suka? Bertemu di Pilpres 2029

NEWSREAL.ID, BOGOR- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan sikap terhadap kepemimpinannya adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ketidaksukaan itu tidak disalurkan...

Soal Dewan Perdamaian, MUI Tunggu Penjelasan Langsung Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum buru-buru menyimpulkan sikap terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Organisasi keagamaan ini...

Istana Luruskan Isu Pertemuan Prabowo: Bukan Oposisi Partai, Tapi Tokoh Masyarakat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tokoh-tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kartanegara, Jakarta, Jumat (30/1), bukan berasal dari partai...

Ini Isi Diskusi 5 Jam Prabowo dengan Tokoh Oposisi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik atau oposisi pemerintah pada Jumat, (30/1/2026). Diskusi yang berlangsung...

Prabowo: Kader Gerindra Melanggar Hukum Tetap Ditindak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum, termasuk kader Partai Gerindra. Menurutnya, penegakan hukum harus berlaku sama bagi...

Ditekan Mundur dari Board of Peace, Istana Ajak MUI Dialog

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait permintaan agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal tersebut...

Sejumlah Jembatan Pascabanjir di Aceh Rampung Dibangun

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mobilitas warga di sejumlah wilayah Aceh perlahan kembali normal. Jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak dan terputus akibat banjir kini telah rampung dibangun dan mulai...

MK: UU Keselamatan Kerja Sudah Usang, DPR-Pemerintah Diminta Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mahkamah Konstitusi (MK) menilai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sudah saatnya dievaluasi menyeluruh karena dinilai berpotensi tidak lagi relevan dengan...

Soal Reshuffle, PDIP: Hak Prerogatif Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa setiap perombakan dalam susunan Kabinet Merah Putih sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Partai berlambang...

Leave a comment