Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Ulama Minta Standardisasi Ilmu, Pesantren Tetap Jadi Penentu Arah Pendidikan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 16 November 2025 00:34 WIB
Ulama Minta Standardisasi Ilmu, Pesantren Tetap Jadi Penentu Arah Pendidikan
NEWSREAL.ID - HALAQAH PESANTREN: Kepala Subdirektorat Pendidikan Alqur’an Ditjen Pendis Kemenag, Aziz Syafiuddin menghadiri Halaqah Pesantren Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren yang digelar di UIN Antasari Banjarmasin, kemarin. (Foto: Kemenag)

NEWSREAL.ID, BANJARMASIN- Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren oleh Kementerian Agama memunculkan diskusi penting di kalangan ulama. Mereka menilai standardisasi keilmuan memang diperlukan, namun tidak boleh mengikis kemandirian pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia.

Isu tersebut mengemuka dalam Halaqah Pesantren Penguatan Kelembagaan di UIN Antasari Banjarmasin. Pimpinan Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Alqur’an Martapura, KH Wildan Salman menegaskan, identitas pesantren bertumpu pada tradisi kitab kuning. “Tanpa kitab kuning, pesantren kehilangan identitas dan sumber legitimasi keilmuannya,” ujarnya.

Wildan menjelaskan bahwa kesinambungan ajaran Islam, termasuk empat mazhab besar, Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali bertahan karena karya-karya ulama terdokumentasi dengan baik. Ia juga menyoroti pentingnya ijazah sanad sebagai bentuk legitimasi keilmuan, yang sebenarnya sejalan dengan gagasan sertifikasi guru pesantren.

“Ulama sejak dulu memberi sertifikasi melalui ijazah. Jika standar disusun pesantren sendiri, sertifikasi justru menjaga kualitas, bukan menyisihkan guru,” katanya. Karena itu, ia menilai kehadiran Dirjen Pesantren harus menempatkan pesantren sebagai subjek penyusun standar kurikulum dan sistem keilmuan.

Dirjen Pesantren

Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Pendidikan Alqur’an Ditjen Pendis Kemenag, Aziz Syafiuddin, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui pembentukan Dirjen Pesantren. Regulasi kini berada dalam tahap finalisasi di tingkat pemerintah pusat.

“Tahun depan Kementerian Agama diharapkan memiliki direktorat jenderal khusus yang mengurus pesantren,” ujarnya. Aziz menambahkan bahwa halaqah di Banjarmasin merupakan satu dari 14 titik penjaringan pendapat untuk memastikan kebijakan baru ini sesuai aspirasi kiai dan pengasuh pesantren.

Ia mengingatkan bahwa jumlah pesantren kini mencapai 42.400, hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini perlu diimbangi penguatan tata kelola, peningkatan sumber daya manusia, serta penjagaan tradisi keilmuan klasik yang menjadi fondasi pesantren. Penguatan ekonomi melalui wakaf produktif juga diusulkan agar pesantren lebih mandiri secara finansial. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment