Ekonomi Bisnis

Digugat ke PTUN, Mendag: Deal Dagang RI-AS Belum Diratifikasi

Tim Redaksi, Admin
Sabtu, 28 Maret 2026 18:49 WIB
Digugat ke PTUN, Mendag: Deal Dagang RI-AS Belum Diratifikasi
NEWSREAL.ID - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) belum memasuki tahap ratifikasi, meski telah ditandatangani pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan menyusul gugatan yang diajukan sejumlah organisasi masyarakat sipil ke Pengadilan Tata Usaha Negara terkait kesepakatan dagang tersebut.

Menurut Budi, proses ratifikasi masih akan berjalan dan wajib melalui mekanisme konsultasi bersama DPR RI, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

“Penandatanganan perjanjian itu bukan berarti ratifikasi sudah selesai. Justru setelah ditandatangani, proses ratifikasi dimulai dan harus dikonsultasikan dengan DPR paling lambat 90 hari,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Ia juga menepis anggapan bahwa bentuk ratifikasi sudah ditentukan melalui Peraturan Presiden (Perpres). Budi menegaskan, keputusan apakah nantinya berbentuk undang-undang atau perpres akan ditentukan setelah pembahasan bersama DPR.

“Belum ada ratifikasi. Nanti dari hasil konsultasi dengan DPR baru ditentukan produk hukumnya,” tegasnya. Lebih lanjut, Budi memastikan bahwa proses penandatanganan ART telah sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, serta tidak berbeda dengan perundingan dagang Indonesia dengan negara lain.

Tarif Baru

Di tengah proses tersebut, pemerintah juga menghadapi dinamika hubungan dagang dengan AS, termasuk potensi kebijakan tarif baru. Hal ini berkaitan dengan langkah pemerintah AS yang tengah melakukan investigasi Section 301 terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Menurut Budi, hasil investigasi tersebut bisa menjadi dasar bagi AS untuk menetapkan tarif baru terhadap produk Indonesia. Karena itu, pemerintah kini menyiapkan langkah antisipatif melalui koordinasi lintas kementerian dan pelaku usaha.

Di sisi lain, gugatan terhadap perjanjian ini diajukan oleh sejumlah organisasi, di antaranya Center of Economic and Law Studies, Aliansi Jurnalis Independen, Indonesia for Global Justice, serta Solidaritas Perempuan. Gugatan tersebut juga mendapat dukungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Trend Asia.

Para penggugat menyoroti aspek prosedural dalam perjanjian tersebut, khususnya terkait minimnya pelibatan DPR dan publik sejak tahap awal. Mereka juga mengkhawatirkan potensi dampak kesepakatan terhadap kepentingan nasional.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai DPR tidak dilibatkan dalam proses perundingan. Ia bahkan menyebut perjanjian tersebut cenderung berat sebelah karena lebih banyak menuntut penyesuaian kebijakan domestik Indonesia. “Masyarakat dan DPR seperti tidak dilibatkan sejak awal. Mereka tidak diberi informasi maupun ruang persetujuan dalam proses perjanjian ini,” ujarnya.

Polemik ini menandai bahwa perjalanan kesepakatan dagang RI-AS masih panjang. Selain menghadapi proses hukum di PTUN, pemerintah juga harus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses ratifikasi agar tidak memicu kontroversi lebih luas. (tb)

Berita Terbaru

Ekspor Gas ke Negara tak Diperpanjang, HKI : Langkah Tepat

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyampaikan rencana pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga sebagai langkah tepat guna memastikan kebutuhan energi industri...

36 Investor Global Dikumpulkan OJK, Ada Apa ?

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar rapat virtual dengan 336 investor regional dan global, pada Senin (19/10/2026) lalu, guna...

Operasional KDKMP 1 Oktober, BUMN Pendukung Teken PKS dengan Agrinas

JAKARTA,NEWSREAL.ID – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah mitra BUMN untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang...

Era Prabowo Subianto Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Dilunasi

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia...

Diwa Foundation Hadir di Gorontalo, Penuhi Undangan Bank Indonesia untuk Ramaikan Event HARFEST 2026

GORONTALO, NEWSREAL.ID – Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Pemprov Gorontalo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art...

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...