Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Prancis Panggil Duta Besarnya untuk AS dan Australia, Dampak Pembatalan Kontrak Kapal Selam

Tim Redaksi, newsreal.id
Minggu, 19 September 2021 09:09 WIB
Prancis Panggil Duta Besarnya untuk AS dan Australia, Dampak Pembatalan Kontrak Kapal Selam
NEWSREAL.ID - Kementerian Luar Negeri Prancis © Petr Kovalenkov/Shutterstock/FOTODOM

PARIS,newsreal.id – Prancis segera memanggil duta besarnya Amerika Serikat dan Australia mengenai pengumuman yang dibuat oleh kedua negara itu pada 15 September tentang pembentukan kemitraan keamanan dengan Inggris, dan Canberra membatalkan kontrak kapal selam dengan Paris.

Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

“Atas permintaan Presiden Republik, saya memanggil kembali ke Paris tanpa penundaan duta besar kami untuk Amerika Serikat dan Australia untuk berkonsultasi,” tegas diplomat top Prancis itu seperti dikutip kantor berita tass.com.

Diungkapkan, program kapal selam kelas Attack mengikat Australia dan Prancis sejak 2016.

“Pengumuman kemitraan baru dengan Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk meluncurkan studi tentang kemungkinan kerja sama di masa depan pada kapal selam bertenaga nuklir, merupakan perilaku yang tidak dapat diterima antara sekutu dan mitra, yang konsekuensinya secara langsung memengaruhi visi aliansi kami, kemitraan kami, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa,” kata pernyataan itu.

Reuters mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan Amerika Serikat menyesali keputusan Prancis, bahwa Washington telah berhubungan dekat dengan Prancis mengenai hal itu.

Reuters juga menulis dengan mengacu pada sumber-sumber diplomatik bahwa Prancis tidak berencana untuk menarik duta besarnya untuk Inggris.

“Kami tidak perlu mengadakan konsultasi dengan duta besar (Inggris) kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau untuk menarik kesimpulan apa pun,” kata sumber itu.

Pada 16 September, Australia, Inggris, dan AS mengumumkan pembentukan kemitraan trilateral AUKUS tentang keamanan di lautan Hindia dan Pasifik.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Australia berencana untuk membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir yang akan ditugaskan pada tahun 2036, serta melengkapi angkatan bersenjatanya dengan rudal jelajah buatan AS. Ini memaksa Canberra membatalkan kontrak militer utamanya dengan Prancis.

China memperingatkan bahwa pembentukan AUKUS akan meningkatkan perlombaan senjata dan mendesak semua peserta untuk menghapus “mentalitas perang dingin” dan “konsep geopolitik yang berpikiran sempit”. (Red)

Berita Terbaru

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo

*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...

Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi

JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

Leave a comment