Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Politik

Debat Capres: Ketum G-Nesia Sebut Program Prabowo Diterima Masyarakat, Calon Lain Retorika Belaka

Tim Redaksi, newsreal.id
Kamis, 14 Desember 2023 07:26 WIB
Debat Capres: Ketum G-Nesia Sebut Program Prabowo Diterima Masyarakat, Calon Lain Retorika Belaka
NEWSREAL.ID - DEBAT PRESIDEN : Ketua G-Nesia Diah Warih Anjari berfoto bareng dengan Cawapres Gibran Rakabuming di gedung KPU Pusat di sela-sela acara Debat Capres 2024.

JAKARTA,newsreal.id – Debat Calon Presiden (Capres) 2024 putaran pertama masih jadi perbincangan di ranah publik.

Ini tak lain karena debat yang berlangsung di Gedung KPU RI Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam, cukup seru dengan performa masing-masing Capres.

Debat yang dipandu moderator Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi dan Penguatan Demokrasi.

Dari ketiga Capres yang perform di atas panggung, Prabowo Subianto dinilai sebagai kontestan yang memiliki program kerja paling konkret dibanding calon lain.

Bahkan, Prabowo yang merupakan Capres nomor urut 2 itu, mampu menyampaikan gagasan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.

Selain itu, bahasa yang diucapkan juga sederhana dan tidak terlalu beretorika seperti kontestan lain.

Penilaian demikian disampaikan Ketua Umum G-Nesia Diah Warih Anjari. G-Nesia merupakan organ relawan yang mendukung pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2024.

“Saya hadir di tengah-tengah acara Debat Capres, melihat secara langsung bagaimana mereka beradu gagasan, menyampaikan visi misi secara mendalam dan saling tanya jawab,” ujar Diah Warih Anjari.

“Namun, secara fair saya melihat bahwa Pak Prabowo paling moncer di debat kali ini. Saat adu gagasan dan tanya jawab, bahasa yang disampaikan mudah dicerna dan program-programnya begitu diterima masyarakat,” lanjut Diah Warih.

Retorika

Justru dia mempertanyakan calon lain ketika ditanya Prabowo, jawabannya selalu beretorika mendalam dan susah untuk dimengerti.

Diah Warih mengambil contoh tatkala Prabowo bertanya kepada Capres nomor urut 1, Anies Baswedan soal penanganan polusi di DKI Jakarta selama dia menjadi gubernur periode 2017-2022.

“Bagaimana anggaran Rp80 triliun, Pak Anies, sebagai gubernur tidak dapat berbuat sesuatu berarti untuk mengurangi polusi,” tanya Prabowo kepada Anies.

Anies pun membawa-bawa angin, bahkan disebut Prabowo susah kalau menyalahkan angin ketika ada pemerintahan.

“Jadi, apa yang terjadi? Di Jakarta kami memasang alat pemantau polusi udara. Bila masalah polusi udara itu bersumber dari dalam kota Jakarta maka hari ini, besok, minggu depan akan konsisten akan terus kotor, tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tak punya KTP, angin tak ada KTP-nya,” kata Anies.

“Angin itu bergerak dari sana ke sini. Ketika polutan yang muncul dari pembangkit listrik tenaga uap mengalir ke Jakarta maka Jakarta punya indikator, karena itu Jakarta mengatakan ada polusi udara. Ketika anginnya bergerak ke arah Lampung, ke arah Sumatera, ke arah Laut Jawa, di sana tidak alat monitor maka tidak muncul, dan Jakarta pada saat itu bersih,” sambungnya.

Prabowo menilai Anies tidak seharusnya menyalahkan angin. Pria yang kini menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) RI ini kembali menegaskan pertanyaannya yakni tentang penanganan polusi udara Jakarta dengan anggaran Rp80 triliun.

“Ya susah kalau kita menyalahkan angin dari mananya. Jadi saya bertanya, dengan anggaran segitu besar, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk dengan real dalam 5 tahun mengurangi polusi juga, di mana rakyat Jakarta itu banyak yang mengalami sakit pernapasan,” tegas Prabowo.

Jika menyalahkan angin, menurut Prabowo, maka tidak perlu ada pemerintahan untuk menangani masalah ini.

“Jadi saya kira gampang menyalahkan angin, hujan dan sebagainya ya mungkin tidak perlu ada pemerintahan kalau begitu,” kata Prabowo.(wil)

Berita Terbaru

Ambang Batas Parlemen Digugat, PDIP Jajaki Opsi Penghapusan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyatakan masih mengkaji usulan penghapusan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen yang selama ini berlaku...

Isu Reshuffle Mengemuka, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Partai Golkar menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi kadernya di kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah menguatnya isu kocok ulang kabinet atau...

Isu Reshuffle Menguat, PDIP Ingatkan Pemerintah Utamakan Kinerja dan Kepentingan Rakyat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan angkat bicara merespons isu kocok ulang kabinet (reshuffle) yang kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. PDIP menekankan agar reshuffle, jika benar...

PSI Pasang Target 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029

NEWSREAL.ID, DENPASAR- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilihan Umum 2029. Partai yang mengusung citra anak muda ini memasang target ambisius untuk...

Rahayu Saraswati Patuhi Putusan MKD, Tetap Jalani Tugas Legislator

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pole­mik pengunduran diri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berakhir setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil keputusan. Legislator Gerindra itu...

DPR Pastikan Perhatikan Partisipasi Publik dalam Pembahasan RUU Pemilu

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan tetap memperhatikan partisipasi publik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang mulai digodok...

Soal OTT Sudewo, Gerindra Jateng Pilih Tunggu KPK

NEWSREAL.ID, JAKARTA- DPD Partai Gerindra Jawa Tengah akhirnya buka suara terkait penangkapan Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partai...

Usul E-Voting Pilkada Mengemuka, Pemerintah dan DPR Buka Pintu Kajian

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana penerapan e-voting dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali mencuat. Pemerintah bersama DPR menyatakan terbuka untuk mengkaji usulan yang dilontarkan PDI Perjuangan (PDIP)...

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi III DPR RI mulai membahas pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset dengan menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan Keahlian DPR, Kamis...

PDIP Dorong Penyederhanan Sistem Multi-Partai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) mengusulkan reformasi sistem politik nasional dengan menitikberatkan pada penyederhanaan sistem multi-partai. Usulan tersebut muncul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I...

Komisi II Undang Pakar dan Akademisi, Bahas Wacana Pilkada via DPRD

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi II DPR RI berencana membuka ruang diskusi publik terkait wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Dalam waktu satu bulan ke...

PDIP Keukeuh Bela Pilkada Langsung

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan kembali menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Bagi PDIP, pilkada langsung bukan sekadar teknis pemilu, tapi menyangkut...

Leave a comment