SOLO,newsreal.id – Penyidik Polresta Surakarta telah melaksanakan gelar kasus dugaan penganiayaan mahasiswa FMIPA UNS Surakarta.
Namun demikian, penyidik Satreskrim Polresta Solo masih mendalami dugaan penganiayaan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNS Surakarta, Khoirul Umam. Bahkan penyidik belum menetapkan tersangka penganiayaan dalam hal ini sopir Dekanat FMIPA UNS, Yudo Prihandono (terlapor).
“Belum [belum tersangka]. Nanti pekan depan kita lihat. Kami harus memastikan, kan kalau menaikkan status menjadi tersangka ini kan haknya orang nih. Kami harus valid betul. Didukung bukti, unsurnya masuk atau tidak,” ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Iwan Saktiadi.
Baca : Diperiksa Kejati Jateng 6,5 Jam, Forum Peduli UNS Tunjukkan Bukti Kuat Dugaan Korupsi UNS
Bila memang kasus dugaan penganiayaan itu didukung dengan bukti-bukti dan memenuhi unsur pidana, menurut Iwan, polisi akan menetapkan terlapor sebagai tersangka.
“Nah itu nanti baru kami tetapkan. Yang jelas ini penyidikan,” urai dia.
Restorative Justice
Iwan mengungkapkan sebelumnya ada permintaan agar kasus itu diselesaikan dengan mediasi atau restorative justice (RJ). Namun proses itu tidak menemukan titik terang atau kesepakatan dua pihak. Sehingga polisi meningkatkan ke penyidikan.
“Kemarin ada permintaan mediasi. Cuma tidak ketemu titik terang, sehingga ini sudah naik ke penyidikan. Ya pekan depan kita lihat perkembangannya ya,” kata dia. Iwan menegaskan klausul RJ adalah kesepahaman kedua belah pihak.
Baca : BEM UNS Siap Kawal Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi RKA UNS 2022
Mereka mesti bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan melalui mekanisme RJ, baru prosesnya dilalui. Tapi bila kedua pihak tidak menyepakati mediasi atau RJ, proses itu tak bisa dilakukan. Sehingga penanganan via hukum.
“Kalau RJ itu klausulnya antara korban dan terlapor sudah terjadi ada kesepahaman bahwa ini akan diselesaikan melalui mekanisme RJ. Kalau kami Polri istilahnya sebagai mediator saja. Kalau kedua pihak tak mengizinkan RJ, tidak bisa,” urai dia.
Baca : Proyek Food Estate Kolaborasi Kementerian Antisipasi Krisis Pangan
Dekan sebagai Saksi
Sementara itu, pada bagian lain diinformasikan, bahwa Dekan FMIPA Harjana Wakil Dekan Fitria Rahmawati, dan satu orang sekuriti Andika Rakaditya dipanggil sebagai saksi.
Dekan dan Wakil Dekan juga diduga kuat menjadi saksi penganiayaan yang dilakukan terlapor di dalam mobil dinas (mobdin) dekan.
Hal itu juga dikuatkan oleh pernyataan korban penganiayaan Khoirul Umam yang sempat ditonjok di dalam mobil.
Baca : Kejati Jateng Periksa Rektor UNS Jamal Wiwoho di Kejari Solo, Terkait Kasus Ini
“”Setelah dari sana (rektorat), ketika perjalanan pulang saya duduk di (bangku penumpang) depan, di sebelah pelaku. Yang duduk di belakang Dekan dan Wakil Dekan. Dari sopirnya bertanya kepada saya, ‘Mas orang mana?’ Saya jawab orang Tangerang. Dia bilang ‘kamu tahu attitude orang Solo nggak? Sini saya ajari’. Langsung saya dipukul di rahang sebelah kanan,” kata Khoirul .
Baca : Picu Keresahan, Alasan Ketua BEM FMIPA Tolak Mediasi Oknum Sopir Dekan
Ketua Forum Peduli UNS Diah Warih Anjari angkat bicara terkait hal itu.
Menurutnya Dekan dan Wakil Dekan sudah dimintai keterangan sebagai saksi, ditanya soal pemukulan yang dilakukan di dalam mobil.
Sesuai pernyataan korban artinya Dekan dan Wakil dengan mata kepala sendiri mengetahui kejadian pemukulan itu.
Dengan demikian secara hukum, Dekan dan Wakil Dekan dapat diposisikan sebagai pihak yg bukan saja mengetahui kejadian. Namun karena tugas pokok dan fungsi semestinya bisa mencegah pemukulan di dalam mobil supaya tidak terjadi.
Mobdin Disita
Juga ketika sudah sampai di FMIPA, mestinya dekan dan wakil dekan membersamai korban dan memastikan bahwa korban keluar dari dekanat tidak berada dalam ancaman dan/atau mungkin bisa menjadi sasaran kekerasan oleh sopir pascakejadian tadi.
Dekan dan wakil dekan, karena tugas pokok dan fungsi, semestinya memastikan keselamatan korban. Hal ini karena sejak awal mereka memanggil korban dan bahkan mengantar dan mendampingi untuk menghadap ke pimpinan universitas.
“Ya kan, pasti keduanya (Dekan-Wakil Dekan) melihat. Kami dorong penyidik turut menyita mobil dinas yang dipakai saat terjadi pemukulan,” tegas Diah Warih.
Diwa sapaan Diah Warih juga mendorong penyidik segera meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka dalam kasus ini.
“Publik sudah menanti perkembangan kasus ini, termasuk status perkaranya, apakah masuk tahap penyidikan dan penetapan tersangka. Saya yakin penyidik Polresta Surakarta sudah menangani kasus ino dengan baik, profesional, dan terbuka,” terangnya. (red,bun)
Baca : Presiden Jokowi Ajak Australia Jaga Kedamaian dan Stabilitas Indo-Pasifik
Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...
Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...
Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...
243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...
Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...
Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...
Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...
Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....
Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...
Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...
DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng
JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....
