Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Hukum Kriminal

Picu Keresahan, Alasan Ketua BEM FMIPA Tolak Mediasi Oknum Sopir Dekan

Tim Redaksi, newsreal.id
Kamis, 7 September 2023 21:19 WIB
Picu Keresahan, Alasan Ketua BEM FMIPA Tolak Mediasi Oknum Sopir Dekan
NEWSREAL.ID - Ketua BEM Fakultas MIPA UNS M Khoirul Umam berjaket cokelat usai menyerahkan surat penolakan mediasi di Mapolresta Solo, Kamis (7/9/2023). (Dok)

*Seret Nama Dekan dan Wakil Dekan, Kasus Penganiayaan Aktivis BEM Lanjut

SOLO,newsreal.id – Permohonan mediasi yang dilayangkan oknum sopir UNS berinisial Y kepada Ketua BEM Fakultas MIPA UNS M Khoirul Umam (19) ditolak.

Penolakan permohonan mediasi disampaikan Umam saat memenuhi undangan mediasi yang digelar, Kamis (7/9/2023) di Polresta Surakarta.

Baca : Aktivis`98 Marah Besar Kebebasan Berekspresi Mahasiswa UNS “Dikebiri”

Sebelumnya Umam mendapatkan surat mediasi tertanggal Selasa (5/9), dengan nomor surat B/1611/IX/RES.1.6./2023/Reskrim. Isi surat yakni permohonan Y untuk dilakukan mediasi.

“Kami menolak untuk diadakannya mediasi. Karena tindakan kekerasan ini banyak menimbulkan keresahan, baik dari diri saya selama beberapa minggu ini saya tidak bisa merasakan kenyamanan ketika berada di kampus, ada rasa trauma, dan lain sebagainya,” kata Umam seperti ditulis detik.com

Mahasiswa Prodi Fisika angkatan 2020 itu juga membantah pernyataan Dekan Fakultas MIPA, Drs Harjana, yang menilai persoalan ini adalah masalah pribadi antara korban dan terlapor.

Baca : Presiden Jokowi Ajak Australia Jaga Kedamaian dan Stabilitas Indo-Pasifik

“Dari kegiatan aksi yang saya lakukan, hingga adanya aksi kekerasan ini, pernah dikatakan oleh Pak Dekan jika itu masalah pribadi saya dengan pelaku. Saya tegaskan, saya tidak mengenal pelaku, dan tidak pernah berinteraksi. Tapi terjadinya kejadian ini setelah saya melakukan aksi-aksi yang mengangkat isu-isu keresahan mahasiswa,” ujarnya.

Umam mengatakan, kejadian dugaan penganiayaan itu terjadi seusai kegiatan eksplore Ormawa (pengenalan organisasi mahasiswa) pada Rabu (23/8). Setelah itu dia dipanggil ke Rektorat untuk dimintai klarifikasi.

Baca : Ada Spanduk Bertuliskan “Rektor UNS Korupsi ” Terpasang di Kampus UNS

Di perjalanan saat kembali dari Rektorat ke Fakultas MIPA, korban mengaku dipukul oleh Y. Tindakan kekerasan itu kembali dilakukan saat korban sudah tiba di FMIPA.

Korban menduga, kejadian ini tak lepas dari aksi propaganda yang ia lakukan. Sebab, dia pernah menulis kritikan pada mobil kampus yang berdebu sehingga membuat Y terkena sanksi.

Baca : Diperiksa Kejati Jateng 6,5 Jam, Forum Peduli UNS Tunjukkan Bukti Kuat Dugaan Korupsi UNS

Penyidikan

Kuasa hukum korban, Juanda mengatakan, dari berkas yang dia pelajari, ada dugaan penganiayaan disertai ancaman yang dilakukan terlapor kepada korban. Sehingga mereka tak ingin kasus ini berujung damai.

“Kasus ini tidak terpisah dari kejadian-kejadian sebelumnya, ini merupakan satu bagian. Dari koordinasi kami dengan penyidik tadi, pihak penyidik berkomitmen. Sehingga jelas kasus ini akan lanjut terus,” kata Juanda.

Baca : BEM UNS Siap Kawal Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi RKA UNS 2022

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Agus Sunandar mengatakan, proses penyelidikan telah dilakukan, termasuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan.

“Pemeriksaan saksi dan cek TKP sudah kita lakukan, ini tinggal kita gelarkan. Apakah hal tersebut pantas kita naikkan ke penyidikan dengan beberapa bukti-bukti yang sudah ada,” kata Agus kepada awak media di Mapolresta Solo, Senin (4/9). (bun, dtk)

Baca : Proyek Food Estate Kolaborasi Kementerian Antisipasi Krisis Pangan

Berita Terbaru

Praperadilan Bergulir, Kubu Yaqut Nilai KPK Tak Konsisten Terapkan Hukum Acara di Kasus Haji

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tim kuasa hukum mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mempersoalkan penerapan hukum acara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan kasus dugaan...

KPK Bongkar Aliran Duit Keluarga Fadia Arafiq

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Drama pengadaan outsourcing di Pemkab Pekalongan akhirnya meledak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap keluarga Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, diduga menikmati Rp19 miliar dari...

Terjaring OTT, Fadia Klaim Tak Pahami Aturan karena Berlatar Belakang Musisi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan pernyataan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang mengaku tidak memahami aturan pengadaan barang dan jasa karena berlatar belakang sebagai...

KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Operasi Ketujuh Sepanjang 2026

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang diamankan dalam operasi senyap di...

Isu Mark Up Bahan MBG Mencuat, KPK Mulai Petakan Titik Rawan Korupsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah melakukan kajian untuk memetakan potensi kerawanan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul munculnya dugaan mark...

Tiga Kali Absen, KPK Buka Opsi Jemput Paksa Budi Karya

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan melihat kebutuhan penyidik sebelum memutuskan langkah penjemputan paksa terhadap Budi Karya Sumadi sebagai saksi kasus dugaan korupsi...

Eks Dirut Gas Pertamina: Kesaksian Ahok Bikin Kasus LNG Makin Terang

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Direktur Gas PT Pertamina (Persero) periode 2012-2014, Hari Karyuliarto, menilai kesaksian Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama, memberi titik terang dalam...

KPK Sita Dokumen dan Barang Elektronik Usai Geledah Rumah Kadis PUTR Pati

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik setelah menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten...

Habiburokhman Bantah DPR Intervensi Kasus ABK Fandi, Minta Jamwas Tegur Jaksa

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyentil balik pernyataan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyinggung adanya intervensi DPR dalam perkara Fandi Ramadhan, anak...

KPK Periksa Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan...

KPK Kejar Aliran Duit Kasus K3 Kemenaker, Sosok Penting Lain Dibidik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK memastikan penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan terus berkembang. Juru Bicara KPK,...

Bripda MS Minta Maaf Usai Sidang Etik: “Lampiaskan ke Saya, Jangan ke Institusi”

NEWSREAL.ID, AMBON- Anggota Brimob, Bripda MS, yang menjadi tersangka dugaan penganiayaan terhadap pelajar Madrasah Tsanawiyah di Kota Tual, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan...

Leave a comment