Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Saat Gending Terakhir Mengalun untuk Sang Raja Damai

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 3 November 2025 14:21 WIB
Saat Gending Terakhir Mengalun untuk Sang Raja Damai
NEWSREAL.ID - Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Paku Buwono XIII meninggal dunia pada Minggu (2/11) pagi di usia 77 tahun. (Foto: Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat)

Angin lembut berhembus di halaman Keraton Surakarta Hadiningrat, seolah ikut menunduk ketika kabar duka itu tiba. Minggu pagi, 2 November 2025, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, raja yang menenangkan riuh perpecahan dan menenun kembali benang budaya Jawa berpulang dalam usia 77 tahun.

KEPERGIANNYA bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin adat, tetapi juga pamitnya penjaga harmoni yang selama dua dekade berjuang memulihkan marwah istana tua di jantung Kota Solo.

Lahir pada 28 Juni 1948 dengan nama Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi, ia tumbuh di bawah bayang pusaka dan mantra leluhur. Sejak belia, ia telah dibiasakan menunduk di hadapan adat, menegakkan tatakrama, dan membaca tanda zaman di sela alunan gamelan.

Sebagai putra sulung Pakubuwono XII, garis takhta seolah terbentang jelas di depannya, namun sejarah, seperti wayang, selalu menyimpan babak rumit.

Tatkala sang ayahanda wafat pada 2004, istana yang mestinya teduh berubah menjadi panggung perselisihan. Dengan enam permaisuri dan 35 putra-putri, darah biru Mataram terbelah dua kubu: Hangabehi dan sang adik, KGPH Tedjowulan.

Forum keluarga besar Mataram memilih Hangabehi sebagai penerus sah, namun takdir berbelok, Tedjowulan lebih dulu dinobatkan pada 31 Agustus. Benturan fisik pun pecah di halaman keraton. Sesuatu yang dulu hanya tersisa dalam kisah kelam masa lalu.

Dalam suasana genting, Hangabehi tetap menapak jalannya sendiri. Pada 10 September 2004, di Bangsal Manguntur Tangkil, di bawah langit Sitihinggil Lor, ia naik takhta sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Dengan restu para sesepuh dan denting gamelan yang lirih, ia menerima beban berat, menyalakan kembali cahaya di istana yang retak.

Ia tidak membalas perpecahan dengan amarah, melainkan dengan laku diam dan kerja budaya. Di bawah kepemimpinannya, gamelan kembali berdentang, abdi dalem kembali berbaris, dan tari-tari klasik yang sempat redup kembali menari di pendapa.

Raja Hangabehi memilih menjadi jembatan, bukan tembok.

Awal Perubahan

Tahun 2009 menjadi pertanda awal perubahan. Dalam upacara jumenengan, Tari Bedhaya Ketawang, tarian sakral yang hanya dipentaskan untuk raja berdaulat kembali digelar. Tedjowulan hadir, bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai saudara.

Lima tahun kemudian, setelah mediasi panjang yang melibatkan DPR RI, Pemkot Surakarta di bawah Joko Widodo, dan keluarga besar keraton, perdamaian itu dikukuhkan.

Tedjowulan mengakui Hangabehi sebagai Pakubuwono XIII yang sah, diberi gelar Panembahan Agung, dan dipercaya menjadi Mahapatih. Luka dua dekade pun sembuh dalam diam.

Di tangan Pakubuwono XIII, keraton bukan lagi benteng nostalgia, melainkan jantung kebudayaan Jawa yang kembali berdetak. Ia menjalani hidup dengan kesahajaan yang luhur, memegang erat falsafah “ngayomi”, melindungi, merangkul, dan menjaga keseimbangan di tengah arus zaman.

Kini, ketika gending-gending keraton mengalun pelan di ruang duka, sosoknya seolah masih hadir. Menatap teduh dari balik tirai sejarah, memastikan bahwa Solo tetap tenteram, dan bahwa budaya Jawa tidak kehilangan arah.

Sebab di balik nama besar seorang raja, tersimpan hati yang memilih damai. Dan di sanalah, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII akan selalu dikenang, sebagai raja yang menyatukan, bukan menaklukkan. (Teguh B)

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi, BNN Hadiri Halalbihalal Kemenko Polkam dan Gandeng UNJ Perangi Narkoba

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan narkoba. Komitmen ini ditegaskan melalui kehadiran Kepala BNN RI, Suyudi Ario...

Polemik POUK Tesalonika Teluknaga, Gugun Gumilar Dorong Dialog Damai

NEWSREAL.ID, TANGERANG- Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar meminta polemik penyegelan Kantor Yayasan Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang diselesaikan...

Din Syamsuddin Serukan Persatuan Umat Islam demi Perdamaian Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Tokoh cendekiawan Muslim Indonesia yang juga mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan sebagai langkah penting dalam mewujudkan...

Insentif Rp6 Juta per Hari Dihentikan Jika SPPG Tak Penuhi Standar

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi...

Antisipasi El Nino, Bapanas Perkuat Cadangan Pangan dari Dalam Negeri

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) berbasis produksi dalam negeri sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang...

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Dibagikan Saat Hari Sekolah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan pada hari aktif sekolah, tidak lagi disalurkan saat hari libur. Kebijakan ini diambil setelah...

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace...

Survei: 83 Persen Warga Indonesia Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hasil survei gabungan dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak serangan yang...

Indonesia Berpotensi Jadi Contoh Global South dalam Pembatasan Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pakar Teknologi Informasi Ismail Fahmi menilai Indonesia berpeluang menjadi tolok ukur bagi negara-negara Global South dalam menerapkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak....

Diwa Dukung Pembatasan Akses Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kekhawatiran terhadap dampak dunia digital pada anak kian mengemuka. Arus informasi yang begitu deras, tanpa batas yang jelas, dinilai berpotensi mengganggu kesehatan mental...

Rusia: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Boleh Dianggap Wajar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia sekaligus menegaskan...

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Minta TNI dan PBB Bersikap Tegas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak adanya ketegasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gugurnya sejumlah...

Leave a comment