Nasional

Soal Kasus Kekerasan Seksual 1998, Fadli Zon Sampaikan Klarifikasi

Tim Redaksi, Admin
Senin, 16 Juni 2025 15:16 WIB
Soal Kasus Kekerasan Seksual 1998, Fadli Zon Sampaikan Klarifikasi
NEWSREAL.ID - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (Foto: Ist)

NEWSREAL, JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan klarifikasi menyusul hujan kritik atas pernyataannya yang menyebut kasus pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 tidak terbukti secara otoritatif.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Senin (16/6), Fadli menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengabaikan penderitaan korban, melainkan menekankan pentingnya ketepatan data dalam penulisan sejarah nasional.

“Saya mengecam segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Pernyataan saya bukan untuk menafikan penderitaan korban, tetapi menekankan perlunya bukti yang terverifikasi secara hukum dan akademik,” ujar Fadli.

Pernyataan Fadli sebelumnya disampaikan dalam wawancara di kanal YouTube IDN Times, yang menimbulkan reaksi keras dari sejumlah pihak. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut ucapan Fadli sebagai bentuk penyangkalan terhadap tragedi kemanusiaan.

Manipulasi Sejarah

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas yang terdiri dari ratusan organisasi dan individu menilai pernyataan tersebut sebagai manipulasi sejarah dan bentuk pelecehan terhadap upaya pengungkapan kebenaran tragedi 1998.

Menanggapi tudingan bahwa narasi perempuan dihapus dalam proyek revisi buku Sejarah Indonesia, Fadli membantah. Ia menyatakan bahwa peran perempuan justru diakomodasi secara substansial dalam struktur buku sejarah yang sedang disusun hingga Mei 2025.

Tema-tema seperti gerakan perempuan, Kongres Perempuan 1928, hingga isu kekerasan dalam rumah tangga dan kesetaraan gender disebut akan masuk dalam narasi sejarah baru. Kementerian Kebudayaan, kata Fadli, juga akan menggelar diskusi publik untuk menerima masukan dari berbagai kalangan.

Tragedi kekerasan seksual selama kerusuhan Mei 1998 sebelumnya telah diselidiki oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan disebut terjadi dalam pola yang sistematis. Namun Fadli menilai laporan tersebut belum cukup kuat secara yuridis karena minim data identifikasi.

Hingga kini, polemik seputar pernyataan Fadli masih bergulir, terutama di kalangan pegiat HAM dan organisasi perempuan yang meminta pemerintah tidak mengaburkan sejarah kelam bangsa. (ct)

Berita Terbaru

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...

Gugun Gumilar: Indonesia Emas 2045 Memerlukan Pemuda yang Mampu Merawat Kerukunan

MANADO,NEWSREAL.id– Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan Peta Jalan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda...

Berantas Korupsi, Diwa : Sinergitas TNI/Polri, Kejaksaan Dijaga demi Bangsa

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mendorong sinergitas TNI, Polri dan Kejaksaan, untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pernyataan itu muncul setelah Diwa, sapaan...

Prabowo dan PM Modi di Prambanan, Sapa Umat Hindu hingga Tinjau Pemugaran Candi

YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Keakraban Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi terlihat dalam rangkaian kunjungan bersama di kawasan Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026)....

Leave a comment