Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Teknologi Aplikasi

Mahasiswa UNS Ciptakan Celana Apung Batik

Tim Redaksi, newsreal.id
Senin, 23 Agustus 2021 13:23 WIB
Mahasiswa UNS Ciptakan Celana Apung Batik

*Upaya Mitigasi Kondisi Darurat

SOLO,newsreal.id – Bencana banjir merupakan permasalahan yang tidak kunjung selesai di Indonesia. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir di Indonesia pada periode 2010-2020 hampir mencapai 25.972 kasus. Sampai saat ini banjir memang masih mendominasi kejadian bencana alam di Indonesia. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan risiko tenggelam dan kerawanan sosial.

Permasalahan tersebut menimbulkan ide bagi Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk menciptakan suatu produk sebagai solusi pencegahan terjadinya kecelakaan air.

Tim PKM-K ini diketuai oleh Andian Hidayat (Pendidikan Geografi 2018) dengan beberapa anggota, yaitu Ajeng Pangesti (Pendidikan Geografi 2018), Ava Ananda Gitaloka (Pendidikan Bahasa Jawa 2018), Rahma Surya Kusuma Putri (Pendidikan Bahasa Jawa 2018), dan Toni Pranada (Pendidikan Geografi 2019).

Produk yang diusung memiliki judul Inovasi Celana Apung Waterproof Sebagai Mitigasi Kondisi Darurat di Dalam Air Sekaligus Upaya Pengenalan Budaya Batik Nusantara (Batik Floating Pants). Inovasi tersebut bertujuan untuk menanggulangi kecelakaan air akibat tenggelam.
Program PKM diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Tim PKM-K Celana Apung memperoleh pendanaan maksimal pada gelaran PKM tahun 2021. Setelah memperoleh pendanaan, tim PKM-K Celana Apung melakukan proses produksi dan saat ini sudah selesai dilakukan. Pemasaran dilakukan setelah proses produksi selesai.

“Celana apung menjadi ide yang cemerlang terkait mitigasi bencana banjir di Indonesia, karena merupakan bencana yang paling sering terjadi. Pada tahun 2020 ada 1.518 kejadian dengan cakupan wilayah yang luas dan korban yang terdampak juga banyak. Adanya inovasi celana apung bukan hanya berpotensi untuk mengurangi risiko banjir, akan tetapi juga menjadi peluang untuk variasi baru pariwisata air, ungkap Dr. Yasin Yusup, M.Si., Kepala Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS.


Motif pada celana apung ini adalah motif batik megamendung yang mengandung makna melindungi dan mengayomi. Motif yang diusung pun menjadi keunikan dari produk ini. Batik Megamendung memiliki makna filosofi bahwa manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsunya di keadaan apapun, seperti halnya awan redup yang membuat kedamaian situasi.

Pemilihan motif batik megamendung dalam produk celana apung dapat menjadi salah satu sarana pengenalan dan pelestarian warisan budaya adiluhung. Hal itu merupakan langkah yang sangat bagus, ungkap Dr. Djoko Sulaksono, S.Pd., M.Pd., Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS.

Untuk menggunakan celana apung batik ini sangat mudah. Langkah pertama adalah membuka katup udara yang terdapat di samping celana. Kedua, meniup hingga pelampung benar-benar menggelembung secara maksimal. Ketiga, tutup katup udara dengan rapat dan celana apung pun siap digunakan.

Kelebihan yang dimiliki celana apung batik tersebut, yaitu bersifat waterproof dan windproof, dapat digunakan sebagai celana pada umumnya dan bisa dikembangkan dalam keadaan darurat (fleksibel), mempunyai katup udara untuk memudahkan penggembungan dan mempunyai sistem double layer, serta mempunyai corak batik khas nusantara.

Lintang Ronggowulan, S.Pd., M.Pd sebagai dosen pembimbing Tim PKM-K Celana Apung Batik menyatakan bahwa produk ini sangat bermanfaat terkait besarnya jumlah bencana banjir di Indonesia. Pada bulan Agustus diagendakan sudah bisa dirilis produk celana apung dan semoga karya PKM-K ini bisa menyumbang medali emas di pagelaran PIMNAS 34 kelak, tandas Andian Hidayat, ketua tim PKM-K Celana Apung. (rls)

Share:

Berita Terbaru

Wamenkomdigi: Platform Digital Wajib Verifikasi Usia Pengguna

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, ahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk menerapkan sistem verifikasi usia pengguna guna melindungi...

Kartu SIM Tak Bisa Lagi Sembarangan: Menkomdigi Bidik Penipuan Digital

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai mengencangkan sabuk keamanan ruang digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan aturan baru registrasi kartu seluler dirancang untuk menutup...

Pemulihan BTS di Aceh Tembus 80 Persen, Pemerintah Fokus Wilayah Terisolasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Jumat (19/12), sebanyak 80,63 persen menara...

2026, Pemerintah Targetkan 2.500 Desa Terkoneksi Internet

NEWSREAL,ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang masih blank spot bisa menikmati akses internet pada 2026. Langkah ini jadi fokus baru Kementerian Komunikasi dan Digital...

Kemkomdigi Temukan 1.890 Hoaks Setahun Terakhir, 3,3 Juta Konten Negatif Ditindak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan telah mengidentifikasi 1.890 konten hoaks di ruang digital sepanjang setahun terakhir, terhitung sejak 20 Oktober 2024 hingga...

Komdigi: Perlindungan Anak di Dunia Maya Jadi Prioritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar isu tambahan, tetapi prioritas utama. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut...

Menkomdigi: Saatnya UMKM Naik Kelas Lewat Jalur Digital

NEWSREAL.ID,  MEDAN- Perempuan pelaku UMKM disebut sebagai “pahlawan masa kini” oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Bukan tanpa alasan, keberanian mereka berinovasi di...

Stafsus Menag Gugun Gumilar Jadi Dewan Penasehat Muslim Calendar App

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kolaborasi antara teknologi dan spiritualitas kian nyata. Aplikasi Muslim Calendar, platform digital karya anak bangsa, kini menggandeng Staf Khusus Menteri Agama (Menag) RI,...

Kemenekraf Gandeng EVOS Esports, Siapkan Kolaborasi Dongkrak Prestasi dan Gim Lokal

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Langkah baru di dunia esports Indonesia tengah disiapkan. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng EVOS Esports untuk mendorong prestasi atlet Tanah Air di kancah...

Hari Bhakti Postel, Momentum Perkuat Infrastruktur Digital RI

NEWSREAL.ID, BANDUNG- Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-80 yang digelar di Bandung, Sabtu (27/9),...

Common Sense Media: AI Gemini Berisiko Tinggi untuk Anak dan Remaja

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Produk kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google dinilai masih menyimpan risiko besar bagi pengguna anak dan remaja. Laporan terbaru Common Sense Media, organisasi...

Kemkomdigi Pastikan Tak Ada Pembatasan Medsos Saat Demo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan tidak ada pemblokiran maupun pembatasan akses media sosial selama aksi unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir, termasuk saat gelombang massa...

Leave a comment