SURABAYA,newsreal.id – Peneliti dan founder AMRO Institute Ge Recta Geson mengungkapkan hasil riset menarik tentang terma mencegah lebih baik daripada mengobati. Terma ini jamak dipakai oleh dunia kedokteran untuk kampanye hidup sehat.
Apa maknanya? Recta menyampaikan, sebelum masuk ke riset itu, ia mengatakan bahwa dalam tubuh manusia memiliki alarm jika akan terkena penyakit. Alarm itu berupa munculnya radang.
“Radang merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap jejas atau cedera dalam tubuh. Biasanya ditandai dengan beberapa gejala,” ucap Recta.
Apa gejalanya? Ada beberapa gejala keradangan yang terjadi dalam tubuh kita.
Pertama, munculnya calor atau demam. Demam dibarengu dengan suhu tubuh naik untuk meningkatkan metabolisme pada organ yang cedera.
Kedua, Rubor atau merah. Itu terjadi karena mobilisasi dan konsentrasi sel darah merah ke organ yang cedera supaya mendapat asupan oksigen lebih banyak.
Ketiga, Tumor atau bengkak. Terjadi penumpukan plasma yang keluar dari pembuluh darah yang melebar pada organ yang cedera agar mendapat asupan nutrisi lebih banyak. Di samping plasma terjadi pula konsentrasi sel darah putih untuk menghancurkan benda asing dan melawan infeksi patogen termasuk virus.
Keempat, Dolor atau sakit. “Di sini ada mediator inflamasi dilepas pada organ yang cedera, menimbulkan rasa nyeri sebagai isyarat dari tubuh,” jelas Recta.
Tanda kelima adalah munculnya Functio Laesae atau gangguan fungsi organ apabila terjadi gejala-gejala berat tersebut di atas. Gejala-gejala itu menjadi isyarat tubuh atau organ memerlukan istirahat.
Ada beberapa macam jejas (cidera) yang dialami tubuh. Ada jejas fisik seperti terpukul, teriris, tergores, dan terbakar.
Lalu ada jejas kimiawi seperti zat kimia beracun, iritatif, radikal bebas dan metabolit patogen. Kemudian ada jejas biologi dari patogen seperti bakteri, jamur dan virus. Juga ada jejas psikologis seperti stres dan depresi.
“Ada jejas itu merupakan bentuk proses keradangan di mana adanya isyarat dari tubuh bahwa ada jejas pada organ tertentu dan menjadi jembatan menuju proses healing atau pemulihan,” jelas Recta.
Jadi, intinya, radang menjadi sangat penting sebagai pertahanan tubuh dan pemulihan masalah kesehatan. “Tapi tidak boleh berlebihan yang bisa berakibat kerusakan organ karena keradangan parah yang populer dikenal sebagai badai sitokin,” ucapnya.
Keradangan derajad rendah, sistemik atau seluruh tubuh dan berlangsung lama menimbulkan keradangan kronis penyebab penyakit-penyakit kronis. Di antaranya gastritis, hipertensi, dan diabetes type 2.
Penyebab keradangan kronis terbanyak adalah metabolit dari patogen. Seperti LPS, TMAO dan akumulasi radikal bebas. Stres merupakan hiperaktivitas pikiran berakibat terbunuhnya probiotik dalam usus, sehingga proporsi patogen bertambah.
“Berkurangnya proporsi probiotik diiringi berkurangnya antioksidan yang merupakan salah satu metabolitnya,” ucapnya.
Pulihkan Penyakit
Pada gilirannya kekurangan antioksidan menyebabkan akumulasi radikal bebas, yang merupakan produk sampingan proses memproduksi energi dalam sel. Sebaliknya metabolit probiotik bisa meredakan keradangan kronis akibat metabolit patogen. Antioksidan dapat menetralisir radikal bebas.
Dalam riset AMRO Institute terungkap bahwa kultur jaringan sel makrofag tikus tanah mengalami keradangan hebat setelah dipapar dengan LPS escherichia colii. Terjadi kenaikan signifikan sitokin proinflamasi dan penurunan sitokin antiinflamasi.
Namun setelah diberi ekstrak metabolit probiotik multistrain, keradangan mereda. Itu ditandai dengan penurunan sitokin proinflamasi dan kenaikan sitokin antiinflasi sampai homeostasis atau seimbang.
Yang menarik dari luaran penelitian di atas adalah setelah kultur jaringan sel makrofag tikus tanah diberi ekstrak metabolit probiotik multistrain tidak mengalami keradangan ketika dipapar dengan LPS escherichia colii.
“Tidak ada kenaikan yang signifikan sitokin proinflamasi dan tidak terjadi penurunan yang signifikan sitokin antiinflamasi,” ungkap Recta.
Apa kesimpulannya? Kata Recta, kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi probiotik multistrain yang hidup dan aktif mampu mencegah dan memulihkan penyakit infeksi dan penyakit kronis dengan membangun keseimbangan respon imun atau sitokin. Dan yang terpenting adalah mencegah lebih baik daripada mengobati.
“Di sinilah PRO EM-1 berisi multistrain probiotik yang hidup dan metabolit aktif yang berguna untuk membangun kesehatan tubuh,” tandasnya. (*)
WHO Ungkap 7 Fakta Penting Virus Nipah di India
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan tujuh temuan utama terkait kejadian infeksi virus nipah di Bengala Barat, India, melalui publikasi Disease Outbreak News (DONs)...
Indonesia-Tiongkok Buka Kerja Sama Baru Kesehatan Digital
NEWSREAL.ID, BEIJING- Urusan kesehatan kini nggak lagi cuma soal rumah sakit dan dokter, tapi juga data, kecerdasan buatan, dan kolaborasi lintas negara. Indonesia dan Tiongkok...
BPOM Bongkar Kopi Ilegal Mengandung Obat Keras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peredaran pangan olahan ilegal kembali menjadi sorotan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk kopi yang mengandung bahan kimia obat keras dan...
BPOM Jelaskan Alasan Penarikan Produk Formula Bayi Nestle
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan terkait penarikan produk formula bayi keluaran Nestle yang belakangan menjadi perhatian publik. Penarikan dilakukan sebagai langkah...
BPOM Hentikan Sementara Distribusi Susu Formula Nestle
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk susu formula bayi tertentu di Indonesia....
Waspada Superflu Saat Anak Kembali Sekolah, RSHS Catat 10 Kasus
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Lonjakan mobilitas masyarakat usai libur panjang kembali diikuti dengan meningkatnya kasus penyakit musiman. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat ada 10 pasien...
Perkuat Sistem Antikecurangan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- BPJS Kesehatan menggandeng enam negara, Mesir, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Yunani dalam forum Internasional 1st Indonesian Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) 2025 guna...
Tak Disangka, Ternyata 5 Buah Ini Mengandung Kadar Air yang Tinggi
AIR sangat penting untuk tubuh kita, karena sebagian besar tubuh terdiri dari carian. Oleh sebab itu, kita dianjurkan minum setidaknya 3 sampai 4 liter per...
6 Makanan Super yang Mengandung Zat Besi Tinggi
TUBUH manusia membutuhkan berbagai jenis asupan nutrisi untuk menjaganya tetap dalam keadaan prima, salah satunya adalah zat besi. Terdapat banyak peran penting dari mineral yang...
Jaga Jantung dan Sendi, Siloam Gelar Simposium Medis Bahas Risiko Olahraga
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Di tengah meningkatnya tren olahraga di masyarakat, para pakar medis menegaskan pentingnya kesadaran akan risiko kesehatan yang bisa muncul, terutama terkait jantung dan...
Prabowo Perintahkan Tambah Dokter Gigi di Puskesmas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Kesehatan untuk memperbanyak jumlah dokter gigi di puskesmas. Instruksi ini dikeluarkan menyusul laporan hasil Program Cek Kesehatan...
Deteksi Dini Penyakit Jantung, YJI Canangkan Pemeriksaan Gratis bagi Siswa SD
NEWSREAL.ID, MATARAM- Penyakit jantung kini tak lagi hanya mengintai usia lanjut. Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengambil langkah proaktif dengan mencanangkan program pemeriksaan jantung gratis bagi...


