
OXFORD,newsreal.id – Milenial dan Gen-Z Diaspora Indonesia berperan penting untuk terus memperkuat semangat dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan toleran di Inggris. Hal itu ditemukan dalam wawancara riset “Religious Literacy and the Narratives of Religiosity of Gen-Z Muslims in Indonesia and the United Kingdom.”
Riset Kolaboratif ini dilakukan oleh Jamilah (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Md Mahmud Bin Sayeed (University of Warwick), Devi Pramitha (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dan Asep Ubaidillah (Universitas PTIQ Jakarta).
Turut membantu, Faridatun Nikmah (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan Dito Alif Pratama (Universitas PTIQ Jakarta) sebagai asisten peneliti.
Baca : G-Nesia dan GRIB Berkolaborasi untuk Menangkan Prabowo – Gibran
Riset yang didanai oleh Litapdimas Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Ditjen Pendidikan Islam ini mengambil lokus di Indonesia dan Inggris. Kurang lebih 12 hari mereka melakukan penggalian data, melalui focus grup discussion, pengamatan dan bergaul dengan Masyarakat Indonesia di Inggris, juga tentu dengan generisa millennial dan Gen-Z.
Anggota Tim Riset yang juga dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Devi Pramitha, mengatakan bahwa para milenial dan Gen-Z diaspora Indonesia di Inggris secara tidak langsung telah memperkuat peran mereka dalam menyebarkan dakwah Islam yang moderat. Mereka menciptakan ruang dialog dan membawa kontribusi positif bagi masyarakat di negeri yang mereka tinggali.
“Hal itu tidak terlepas dari semangat gotong royong dan keinginan untuk menjembatani kesenjangan pemahaman,” ujar Devi Pramitha, Rabu (27/12/2023).
Baca : Bagi Petualang, Ini Doa agar Diberi Kemudahan dan Keselamatan dalam Perjalanan

Hal senada disampailan Anggota Tim Riset yang juga dosen Universitas PTIQ Jakarta Dito Alif Pratama. Dia berpendapat sejumlah organisasi keagamaan turut berperan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah khas Indonesia di tengah masyarakat Inggris yang multikultural. Organisasi tersebut antara lain: Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) UK, Muhammadiyah UK, KIBAR, Firdaus UK, Indonesian Islamic Centre (IIC) London, dan Fatayat NU UK.
Sejumlah pengajian ibu-ibu diaspora juga terus menjalankan perannya dalam membangun citra positif Islam moderat Indonesia di Inggris. “Melalui kegiatan dakwah, seminar/dialog publik, dan dialog antaragama, mereka berusaha menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dan mengatasi stereotip negatif yang sering kali melekat pada umat Islam,” kata Dipo.
Baca : Relawan G-Nesia Siap Berjuang Bersama Mas Gibran
Namun demikian, data wawancara oleh Peneliti dan Mahasiswa Ph.D di Oxford University Irfan L. Sarhindi menemukan fakta bahwa masih kurangnya eksposur dan ketidakpercayaan diri menjadi faktor utama, mengapa dakwah Islam moderat Indonesia di Inggris dirasa belum optimal. “Dibandingkan dengan komunitas Muslim dari negara-negara seperti Pakistan, Bangladesh, Maroko, dan Timur Tengah lainnya, diaspora Indonesia dianggap kurang terbuka dan kurang berpengaruh dalam menyebarkan ajaran Islam,” terang Irfan.
Irfan sangat mengapresiasi segala bentuk kontribusi positif dakwah Muslim Diaspora Indonesia di Inggris. “Ada anggapan bahwa Indonesia adalah negara Muslim pinggiran’ yang jauh dari pusat peradaban Islam pertama di dunia, yang menghambat peran aktifnya dalam dakwah,”, jelasnya
Baca : Pembunuhan Anjing Lato Viral, Bagaimana Hukum Memelihara Anjing bagi Seorang Muslim ?
Upaya untuk mengatasi tantangan ini, kata para periset, salah satunya adalah melalui organisasi-organisasi yang memiliki visi kuat dalam menyebarkan Islam moderat di luar negeri. “Misalnya Fatayat NU UK, sebuah organisasi yang baru didirikan dan diresmikan pada 2 Juli 2023”.
Ketua Fatayat NU UK Ulfah Abdullah mengatakan kehadiran kepengurusan Fatayat di Inggris adalah bagian dari upaya untuk mendorong milenial dan Gen-Z agar aktif dalam menyebarkan Islam yang ramah ala Indonesia di Inggris. “Fatayat NU UK memiliki misi menjadi garda terdepan dalam mendukung perempuan-perempuan muda yang berkiprah secara profesional dan berkhidmat bagi umat di Inggris,” lanjut Ulfah.
Baca : Cuaca Ekstrem, Praktikan Enam Aktivitas Fisik ini
Ulfah menerangkan bahwa Fatayat berupaya untuk memberikan ruang bersama bagi para perempuan muslim khususnya gen-Z, di mana mereka dapat saling belajar dan berkumpul untuk memperkuat pendidikan keagamaan bagi Muslim diaspora Indonesia. Fatayat NU UK, berkomitmen untuk membangun jembatan antara generasi muda Muslim diaspora Indonesia dan masyarakat Inggris.
“Organisasi ini berharap dapat mengatasi tantangan dan persepsi negatif terhadap Muslim Indonesia di luar negeri, serta mempromosikan Islam sebagai agama yang toleran dan inklusif,” kata Ulfah.
Tim Riset Kolaboratif UIN Malang dengan Universitas PTIQ Jakarta akan Kembali ke tanah air pada tanggal 29 Desember 2023 untuk selanjutnya membuat laporan penelitian. (red,wil)
Baca : Desain Embung Ini Mirip Gunungan Wayang, Artistik ! Layak Jadi Destinasi Wisata
Duet Aji/Agus Kampiun Ceqiu 10 Ball Double Tournament
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Turnamen biliar Ceqiu 10 Ball Double Tournament yang digelar di Ceqiu Pool & Cafe, Jalan Brigjen Sudiarto No. 371, Kota Semarang, Kamis (15/1/2026),...
Lukas Indarto Juara 2Day 9 Ball Tournament Usai Comeback Dramatis
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Turnamen biliar bertajuk 2Day 9 Ball Tournament yang digelar di Ceqiu Pool & Cafe, Jalan Brigjen Sudiarto No. 371, Semarang berlangsung sengit dan...
BNN Berbagi dengan Santri, Perkuat Kepedulian Sosial di Pesantren
NEWSREAL.ID, BOGOR- Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar kegiatan bakti sosial bagi santriawan dan santriwati Pondok Pesantren Daarul Wasiilah Al-Abror sebagai bagian dari rangkaian Capacity Building...
Heru “Trubus” Kampiun Ceqiu Cup I 2025
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Heru “Trubus” Hendra Prasetya tampil sebagai yang terbaik di Turnamen Biliar Bola 9 Ceqiu Cup I 2025. Pada laga final yang berlangsung Minggu,...
Ceqiu Cup I Hadirkan Persaingan Ketat Antarpebiliar
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Ceqiu Pool & Cafe turut ambil bagian menghidupkan kompetisi biliar di Kota Semarang dengan menggelar Turnamen Biliar Bola 9 Ceqiu Cup I-2025 pada...
Umat Padati Low Lie Bio, Peringatan Sejit Te Bo Berlangsung Khidmat
NEWSREAL.ID, SEMARANG– Suasana Kelenteng TITD Low Lie Bio, Sabtu (6/12) malam dipenuhi ratusan umat Tri Dharma yang datang dari berbagai kota. Mereka berkumpul untuk mengikuti...
Jogja Jadi Pelopor, Paguyuban Batik Sawit Pertama di Indonesia Resmi Terbentuk
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota batik sekaligus pusat inovasi berkelanjutan. Tonggak sejarah baru ditorehkan dengan diresmikannya Paguyuban Batik Sawit...
Benih Super Cepat M70D Jadi Primadona di Panen Raya Polaman
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Panen raya di Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Rabu (5/11), membawa kabar menggembirakan bagi petani. Varietas padi unggul M70D, yang dikenal berumur...
KONI Semarang Dukung Regenerasi Pebiliar
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara berharap merebaknya rumah biliar di Kota Semarang akan menjadi jalan lahirnya pebiliar-pebiliar handal di masa depan....
Diskusi “Kita Indonesia”: Samuel Wattimena Ajak Anak Muda Belajar Lewat Seni
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus pemerhati budaya, Samuel JD Wattimena, menegaskan pentingnya pemerintah daerah memberi ruang lebih luas bagi seniman untuk berkarya....
Bambang Wuragil Pimpin HNSI Jateng
NEWSREAL.ID, SEMARANG– Pengurus Dewan Pengurus Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD HNSI) Jawa Tengah periode 2025-2030 di bawah pimpinan Dr Ir Bambang Wuragil, MM, M.Si...
Joyo Tentrem Boyolali Jadi Rujukan Petani Belajar Vermikompos
NEWSREAL.ID, BOYOLALI- Ratusan petani dari Sekolah Tani Nusantara (STN) Kabupaten Karanganyar berbondong-bondong mengikuti kunjungan belajar ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem...

