
JAKARTA- Indonesia akan segera bergabung dalam kelompok negara-negara berkembang terbesar di dunia, BRICS. Hal ini dikonfirmasi oleh ajudan presiden Rusia, Yury Ushakov, yang menyatakan bahwa Indonesia akan resmi menjadi mitra BRICS mulai 1 Januari 2025.
Selain Indonesia, delapan negara lain juga akan mendapatkan status yang sama, yaitu Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, dan Uzbekistan. Keputusan ini diambil setelah KTT BRICS di Kazan pada Oktober lalu, di mana banyak negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan organisasi ini.
“Minat yang besar terhadap BRICS menunjukkan bahwa negara-negara di dunia, terutama di kawasan Selatan Global, ingin bekerja sama dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang,” ujar Ushakov.
Pesatnya pertumbuhan BRICS menjadi ancaman bagi dominasi Amerika Serikat dan sekutunya di panggung dunia. Hal ini terbukti dari upaya mereka untuk menekan negara-negara yang diundang dalam KTT BRICS agar tidak bergabung dengan organisasi tersebut. “BRICS telah menjadi kekuatan pemersatu bagi negara-negara berkembang yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada negara-negara maju,” tambah Ushakov.
Keuntungan Besar
Dengan menjadi mitra BRICS, Indonesia diharapkan dapat meraih keuntungan besar, baik di bidang ekonomi maupun politik. Kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia dan meningkatkan investasi asing langsung.
Kabar ini menunjukkan semakin kuatnya pengaruh BRICS di panggung dunia. Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS merupakan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa forum Brasil, Rusia, India, China, and South Afrika atau BRICS tak bertolak belakang dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Hal ini dia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin, (2/12).
Sejak awal bekerja menjadi Menteri Luar Negeri, kata Sugiono, dia telah menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Keinginan tersebut dia sampaikan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT BRICS di Rusia pada Oktober lalu
“Kami hadir di KTT BRICS sebagai utusan khusus dari presiden untuk menyampaikan keinginan indonesia bergabung dengan BRICS, sebagai sebuah upaya untuk meng-engage negara-negara yang tergabung di dalam BRICS dan menjadi bridge builder,” kata Sugiono.
Sejarah BRICS
BRICS adalah kelompok negara yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan (South Africa), yang menjalin kerja sama terkait pengembangan dan pengaruh dalam urusan internasional. Nama BRICS sendiri merupakan akronim dari huruf depan masing-masing negara anggotanya.
Mengutip dari BRICS Portal, Rusia merupakan pihak yang memprakarsai pembentukan BRICS. Sejarahnya bermula pada 20 September 2006, ketika diadakan Pertemuan Tingkat Menteri BRICS yang pertama atas usul Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Sesi Sidang Majelis Umum PBB di New York. Para menteri luar negeri dari Rusia, Brasil, dan Cina serta Menteri Pertahanan India ikut serta dalam pertemuan ini. Mereka menyatakan minat mereka untuk memperluas kerja sama multilateral.
Selanjutnya pada 16 Juni 2009, Yekaterinburg, Rusia menjadi tuan rumah diselenggarakannya KTT BRICS yang pertama. Para Pemimpin BRIC mengeluarkan pernyataan bersama setelah KTT tersebut dan menetapkan dokumen yang menyatakan tujuan BRIC, yaitu “untuk mempromosikan dialog dan kerja sama di antara negara-negara kita dengan cara yang bertahap, proaktif, pragmatis, terbuka dan transparan. Dialog dan kerja sama negara-negara BRIC kondusif tidak hanya untuk melayani kepentingan bersama ekonomi pasar berkembang dan negara-negara berkembang, tetapi juga untuk membangun dunia yang harmonis dengan perdamaian abadi dan kemakmuran bersama.”
Dokumen tersebut menguraikan persepsi umum tentang cara-cara untuk mengatasi krisis keuangan dan ekonomi global. Kekuatan ekonomi negara-negara BRICS yang terus meningkat, signifikansi mereka sebagai salah satu kekuatan pendorong utama pembangunan ekonomi global, populasi mereka yang besar, dan sumber daya alam yang melimpah menjadi fondasi pengaruh mereka di kancah internasional.
Negara-negara BRICS adalah anggota organisasi dan lembaga internasional terkemuka yang berpengaruh, termasuk PBB, G20, Gerakan Non-Blok (GNB), dan Group of 77 (G77). Mereka juga merupakan anggota berbagai asosiasi regional.
Hubungan antara mitra-mitra BRICS dibangun di atas Piagam PBB, yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dan norma-norma hukum internasional yang diakui secara umum telah disetujui oleh negara-negara anggota dalam KTT tahun 2011, yaitu: keterbukaan, pragmatisme, solidaritas, sifat non-blok, dan netralitas yang berhubungan dengan pihak ketiga.
BRICS yang semula hanya beranggotakan lima negara, yaitu Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, kini telah bertambah. Berdasarkan KTT BRICS 2023 di Johannesburg, sejumlah negara baru yang bergabung dalam BRICS+ adalah Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). (Ant,tb)
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...