Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

1 Januari, Indonesia Gabung BRICS

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 27 Desember 2024 00:25 WIB
1 Januari, Indonesia Gabung BRICS
NEWSREAL.ID - KTT BRICS PLUS: Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono foto bersama pemimpin negara anggota BRICS dalam pertemuan KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia (24/10). (Dok: Kemenlu)

JAKARTA- Indonesia akan segera bergabung dalam kelompok negara-negara berkembang terbesar di dunia, BRICS. Hal ini dikonfirmasi oleh ajudan presiden Rusia, Yury Ushakov, yang menyatakan bahwa Indonesia akan resmi menjadi mitra BRICS mulai 1 Januari 2025.

Selain Indonesia, delapan negara lain juga akan mendapatkan status yang sama, yaitu Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, dan Uzbekistan. Keputusan ini diambil setelah KTT BRICS di Kazan pada Oktober lalu, di mana banyak negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan organisasi ini.

“Minat yang besar terhadap BRICS menunjukkan bahwa negara-negara di dunia, terutama di kawasan Selatan Global, ingin bekerja sama dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang,” ujar Ushakov.

Pesatnya pertumbuhan BRICS menjadi ancaman bagi dominasi Amerika Serikat dan sekutunya di panggung dunia. Hal ini terbukti dari upaya mereka untuk menekan negara-negara yang diundang dalam KTT BRICS agar tidak bergabung dengan organisasi tersebut. “BRICS telah menjadi kekuatan pemersatu bagi negara-negara berkembang yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada negara-negara maju,” tambah Ushakov.

Keuntungan Besar

Dengan menjadi mitra BRICS, Indonesia diharapkan dapat meraih keuntungan besar, baik di bidang ekonomi maupun politik. Kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia dan meningkatkan investasi asing langsung.

Kabar ini menunjukkan semakin kuatnya pengaruh BRICS di panggung dunia. Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS merupakan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa forum Brasil, Rusia, India, China, and South Afrika atau BRICS tak bertolak belakang dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Hal ini dia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin, (2/12).

Sejak awal bekerja menjadi Menteri Luar Negeri, kata Sugiono, dia telah menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Keinginan tersebut dia sampaikan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT BRICS di Rusia pada Oktober lalu

“Kami hadir di KTT BRICS sebagai utusan khusus dari presiden untuk menyampaikan keinginan indonesia bergabung dengan BRICS, sebagai sebuah upaya untuk meng-engage negara-negara yang tergabung di dalam BRICS dan menjadi bridge builder,” kata Sugiono.

Sejarah BRICS

BRICS adalah kelompok negara yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan (South Africa), yang menjalin kerja sama terkait pengembangan dan pengaruh dalam urusan internasional. Nama BRICS sendiri merupakan akronim dari huruf depan masing-masing negara anggotanya.


Mengutip dari BRICS Portal, Rusia merupakan pihak yang memprakarsai pembentukan BRICS. Sejarahnya bermula pada 20 September 2006, ketika diadakan Pertemuan Tingkat Menteri BRICS yang pertama atas usul Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Sesi Sidang Majelis Umum PBB di New York. Para menteri luar negeri dari Rusia, Brasil, dan Cina serta Menteri Pertahanan India ikut serta dalam pertemuan ini. Mereka menyatakan minat mereka untuk memperluas kerja sama multilateral.

Selanjutnya pada 16 Juni 2009, Yekaterinburg, Rusia menjadi tuan rumah diselenggarakannya KTT BRICS yang pertama. Para Pemimpin BRIC mengeluarkan pernyataan bersama setelah KTT tersebut dan menetapkan dokumen yang menyatakan tujuan BRIC, yaitu “untuk mempromosikan dialog dan kerja sama di antara negara-negara kita dengan cara yang bertahap, proaktif, pragmatis, terbuka dan transparan. Dialog dan kerja sama negara-negara BRIC kondusif tidak hanya untuk melayani kepentingan bersama ekonomi pasar berkembang dan negara-negara berkembang, tetapi juga untuk membangun dunia yang harmonis dengan perdamaian abadi dan kemakmuran bersama.”

Dokumen tersebut menguraikan persepsi umum tentang cara-cara untuk mengatasi krisis keuangan dan ekonomi global. Kekuatan ekonomi negara-negara BRICS yang terus meningkat, signifikansi mereka sebagai salah satu kekuatan pendorong utama pembangunan ekonomi global, populasi mereka yang besar, dan sumber daya alam yang melimpah menjadi fondasi pengaruh mereka di kancah internasional.

Negara-negara BRICS adalah anggota organisasi dan lembaga internasional terkemuka yang berpengaruh, termasuk PBB, G20, Gerakan Non-Blok (GNB), dan Group of 77 (G77). Mereka juga merupakan anggota berbagai asosiasi regional.

Hubungan antara mitra-mitra BRICS dibangun di atas Piagam PBB, yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dan norma-norma hukum internasional yang diakui secara umum telah disetujui oleh negara-negara anggota dalam KTT tahun 2011, yaitu: keterbukaan, pragmatisme, solidaritas, sifat non-blok, dan netralitas yang berhubungan dengan pihak ketiga.
BRICS yang semula hanya beranggotakan lima negara, yaitu Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, kini telah bertambah. Berdasarkan KTT BRICS 2023 di Johannesburg, sejumlah negara baru yang bergabung dalam BRICS+ adalah Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). (Ant,tb)

Share:

Berita Terbaru

DPR Bantah Proses Kilat, Tegaskan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sudah Sesuai Aturan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- DPR RI angkat bicara menanggapi polemik penunjukan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Legislator menegaskan seluruh tahapan pemilihan telah berjalan sesuai konstitusi...

Pemerintah Tutup Total Atraksi Gajah Tunggang

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Era gajah sebagai wahana hiburan resmi berakhir. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memutuskan melarang total atraksi gajah tunggang di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya...

HPN 2026 Gaungkan Pers Merdeka, Dewan Pers Bacakan 8 Poin Deklarasi Nasional

NEWSREAL.ID, SERANG- Komitmen menjaga kemerdekaan pers dan keberlanjutan industri media ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, Senin...

Menag Ingatkan Makna Ramadhan: Bukan Sekadar Ritual, Tapi Soal Cinta dan Kepedulian

NEWSREAL.ID, GOWA- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan umat Islam agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum pendalaman spiritual yang berbuah pada kepedulian sosial, bukan sekadar rutinitas ibadah...

Kemendes PDT Bersih-bersih Data Bansos, Tutup Celah Titipan Politik di Desa

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan komitmen untuk menutup ruang politisasi dalam pendataan penerima bantuan sosial di tingkat desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan...

Benahi Data dari Desa, Gus Ipul Tekankan Bansos Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

NEWSREAL.ID, PASURUAN- Pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada akurasi data kemiskinan sebagai fondasi utama pengentasan kemiskinan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, peran kepala...

Prabowo Tegaskan Perang Lawan Korupsi

NEWSREAL.ID, MALANG- Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal praktik korupsi yang dinilainya telah menggerogoti kekayaan bangsa selama bertahun-tahun. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan...

Di Hadapan NU, Prabowo Tegaskan Sumpah Presiden: Negara Wajib Lindungi Rakyat dari Lapar dan Miskin

NEWSREAL.ID, MALANG- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tugas utama negara bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi memastikan rakyat terbebas dari kemiskinan, kelaparan, serta keterbatasan akses kesehatan...

Di Hadapan Keluarga Besar NU, Prabowo Mengaku Kian Berani Mengabdi dan Membela Rakyat

NEWSREAL.ID, MALANG- Presiden Prabowo Subianto menyebut kebersamaannya dengan Nahdlatul Ulama (NU) memberi energi dan keberanian tersendiri dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa. Berada di tengah para...

Safsus Menag: Diplomasi Agama, Jurus Indonesia Tampil Percaya Diri di Panggung Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia dinilai memiliki “senjata lunak” yang jarang dimiliki negara lain: diplomasi agama. Modal inilah yang disebut Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar,...

Lampung Resmi Pegang Tiket Porwanas 2027

NEWSREAL.ID, BANTEN– Kepastian tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 akhirnya terjawab. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga Indonesia (Siwo) secara resmi menetapkan...

Ramadan, BGN Siapkan 4 Skema Penyaluran MBG

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian teknis. Pemerintah menyiapkan empat skema penyaluran agar manfaat program...

Leave a comment