
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen dengan menggenjot produktivitas lintas sektor.
Melalui kolaborasi multipihak, penguatan konsumsi rumah tangga, dan optimalisasi stimulus ekonomi 8+4+5, Kadin menilai Indonesia bisa melompat dari pertumbuhan berbasis tenaga kerja menuju ekonomi berbasis produktivitas.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas) Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang oleh penambahan modal dan tenaga kerja, bukan oleh peningkatan produktivitas.
“Selama ini pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan input modal/investasi dan tenaga kerja. Ke depan, kita harus fokus meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan 8 persen bisa dicapai secepatnya,” ujar Bayu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/11).
Bayu menyoroti data Asian Productivity Organization (APO) Databook 2025, yang mencatat kontribusi TFP terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir nol persen, jauh di bawah Vietnam yang mencapai 8 persen dan China yang mencapai 26 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi alarm bagi Indonesia untuk bertransformasi menuju ekonomi berbasis produktivitas. “Mulai sekarang, kita harus bersinergi meningkatkan produktivitas, bukan hanya menambah tenaga kerja,” ujarnya.
Empat Sektor
Bayu menjelaskan, pada kuartal III 2025, produktivitas output Produk Domestik Bruto (PDB) nominal per pekerja mencapai rata-rata Rp13,78 juta per bulan. Empat sektor ekonomi yang memiliki produktivitas tertinggi adalah pertambangan dengan produktivitas tujuh kali lipat dibanding rata-rata nasional.
Kedua real estate dan informasi-komunikasi, masing-masing sekitar enam kali lipat, lalu penyediaan listrik dan gas, empat kali lipat lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Keempat sektor itu padat teknologi dan padat modal, sehingga membutuhkan SDM terampil dan berpendidikan tinggi,” jelas Bayu.
Bayu juga mengapresiasi langkah pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi 8+4+5 yang mulai berjalan sejak Oktober 2025. Salah satunya adalah program magang untuk fresh graduate yang disambut lebih dari 156 ribu pendaftar.
Namun, ia menilai perlu ada tambahan stimulus untuk sektor pariwisata, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, guna memperkuat konsumsi domestik dan menciptakan efek pengganda ekonomi.
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Kadin Indonesia, Ikhwan Primanda, menekankan pentingnya investasi yang membawa alih teknologi ke pemain lokal agar dapat meningkatkan produktivitas sektor industri.
“Investasi yang masuk harus membawa teknologi tepat guna dan efektif, sambil memastikan ada alih teknologi ke pelaku nasional,” ujarnya. Ikhwan menyebut, sektor industri pengolahan/manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,15 persen terhadap PDB dan pertumbuhan 5,54 persen (yoy) pada kuartal III 2025.
Indeks PMI Manufaktur Indonesia juga menunjukkan tren ekspansi sejak Agustus dan mencapai 51,2 pada September 2025. “Transformasi industri nasional harus dilanjutkan dengan mendorong tumbuhnya industri bahan baku, bahan antara, dan hilir agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tegasnya.
Meski menjadi sektor dengan kontribusi kedua terbesar terhadap PDB (14,35 persen) dan menyerap 28,15 persen tenaga kerja, sektor pertanian dinilai masih tertinggal dalam produktivitas. “Saat ini produktivitas sektor pertanian hanya sekitar 0,5 kali dari rata-rata nasional. Padahal potensinya besar sekali,” jelas Ikhwan.
KUR Perumahan
Kadin juga menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp130 triliun akan membantu sektor real estat dan menggerakkan sekitar 140 industri turunan, sekaligus membuka 9 juta lapangan kerja.
Di sisi lain, Ketua Komite Tetap Perencanaan Pangan Kadin Indonesia, Frans Tambunan, menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui inovasi, investasi teknologi tepat guna, serta pembukaan lahan produktif baru.
“Selain itu, sektor perikanan juga perlu didorong agar Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Frans. Ia menambahkan, beberapa sektor lain seperti konstruksi (kontribusi 9,82 persen) dan real estate (3,95 persen pertumbuhan) perlu digenjot agar mendukung rantai nilai produktivitas nasional.
“Pertumbuhan 8 persen bukan mustahil. Syaratnya, produktivitas harus jadi fokus utama. Kalau hanya mengandalkan konsumsi, kita akan jalan di tempat,” tutup Frans. (ct)
Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...
Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...
Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...
APKLI Desak Penataan Ulang Ritel Modern
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keberadaan warung kelontong kian terdesak. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong di Indonesia terus menyusut dalam hampir dua dekade...
103 Ribu Kursi Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Buat kamu yang belum pegang tiket mudik Lebaran 2026, tenang dulu. Masih ada sekitar 103 ribu kursi kereta untuk periode pra-Lebaran 11-20 Maret...
Danantara Hidupkan Lagi Tambang Ombilin, Target Serap 1.000 Pekerja
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika kembali beroperasi, tambang legendaris ini diproyeksikan...
Ombudsman Buka Posko THR 2026, Soroti Ratusan Aduan yang Belum Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta sejumlah pemerintah daerah menyelenggarakan Posko THR Keagamaan 2026 menjelang pencairan tunjangan hari...
Satga Saber Pangan: Harga Bahan Pokok Masih Aman
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Memasuki Ramadan 2026, harga bahan pokok di Kota Semarang terpantau relatif stabil. Kepastian itu disampaikan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga,...
MA AS Coret Tarif Trump, Prabowo: Kita Hormati Politik Mereka
NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Prabowo Subianto merespons putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump dengan nada tenang. Indonesia, kata dia,...
DPR Tegaskan THR Wajib Cair Dua Pekan Sebelum Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menegaskan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayarkan paling lambat dua minggu sebelum hari raya keagamaan....
CORE: Putusan MA AS Jadi Peluang Indonesia Renegosiasi Tarif dengan Trump
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden...
Gaikindo: Industri Otomotif Nasional Siap Penuhi Kebutuhan Kendaraan Komersial
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memastikan industri otomotif dalam negeri memiliki kapasitas memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional, menyusul rencana pemerintah...

