Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Kesehatan

Juni, Semua RS Terapkan Kelas Rawat Inap Standar

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 11 Februari 2025 18:57 WIB
Juni, Semua RS Terapkan Kelas Rawat Inap Standar
NEWSREAL.ID - KESIAPAN KRIS: Deputi II KSP bersama perwakilan DJSN, Kemenkes, BPJS Kesehatan dan Pemprov Jateng melakukan pengecekan kesiapan Implementasi Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional di RSUP Surakarta, Jateng, beberapa waktu lalu. (Dok: Ist)

JAKARTA- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan selain meningkatkan standar layanan kesehatan, Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) juga dapat menumbuhkan bisnis RS, sehingga pihaknya menargetkan semua rumah sakit sudah mulai melakukan implementasi KRIS pada Juni 2025.

“Dari 3.228 rumah sakit, ada 115 rumah sakit yang kita tidak masukkan kewajibannya untuk KRIS, ada 3.113. Nah ini setengah-setengah lah, ya swasta lebih banyak sedikit dan kemudian ada rumah sakit pemerintah,” kata Menkes Budi saat rapat bersama DPR secara daring di Jakarta, Selasa (11/2)

Dijelaskan, pada 2024 tercatat jumlah tempat tidur RS sebanyak 389 ribu, lebih tinggi dari tahun 2022. Kemudian, katanya, tempat tidur Kelas 3 naik menjadi sekitar 142 ribu dari sebelumnya 130 ribu. “Ternyata tempat tidur penambahannya ada sekitar lima ribuan per tahun, perkembangan bisnis yang ada sekarang,” kata Menkes.

Menkes menilai perkembangan jumlah tempat tidur itu juga karena adanya perbaikan sistem kesehatan, semakin banyak alat-alat kesehatan yang memadai, serta sistem BPJS yang makin baik. Selain itu, katanya, kenaikan jumlah tempat tidur kelas 3 menguntungkan bagi masyarakat umum.

“Artinya apa? Dengan adanya adjustment KRIS ini, rumah sakit-rumah sakit mengurangi tempat tidur Kelas 1 dan VIP-nya mereka, menambah tempat tidur Kelas 3 yang menurut kita justru ini yang baik, bagi masyarakat umum ya. Kecuali kalau kita melihatnya dari sisi rumah sakit, dari sisi perspektif rumah sakit dan perspektif orang kaya,” ucapnya.

Standar Layanan

Budi menyebutkan KRIS adalah upaya untuk meningkatkan standar layanan kesehatan, agar pasien lebih nyaman saat dirawat. Hal itu juga untuk menghindari risiko re-infeksi karena rumah sakit mengandung banyak patogen, bakteri, dan virus.

Dia mencontohkan, menurut studi dari pihaknya, banyak rumah sakit yang satu kamarnya bisa diisi oleh enam hingga delapan pasien. Secara kenyamanan dan kesehatan, katanya, hal tersebut kurang baik, sehingga dalam standar itu, jumlah maksimal pasien dibatasi jadi empat.

Adapun terdapat 12 standar yang ditetapkan dalam kebijakan ini antara lain kamar mandi dalam, outlet oksigen, dan ventilasi yang memadai.

Terkait penerapan, dia menjelaskan saat ini ada 600 RS yang sudah memenuhi 12 standar KRIS, dari 2.766 RS yang sudah divalidasi oleh Dinas Kesehatan di daerah-daerah. (Ant,tb)

Share:

Berita Terbaru

BNN: Vape Kini Jadi ‘Topeng’ Baru Konsumsi Narkoba, Isinya Bisa Sabu Cair hingga NPS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rokok elektrik atau vape kini tak sekadar jadi tren gaya hidup. Badan Narkotika Nasional RI (Badan Narkotika Nasional) mengungkap temuan serius: vape telah...

Scabies hingga Kusta Masuk Layanan Cek Kesehatan Gratis

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini makin diperluas. Kementerian Kesehatan menambahkan pemeriksaan scabies, kusta, dan frambusia guna memperkuat deteksi dini penyakit yang masih...

Pemerintah Siapkan Perpres Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Kelas 3

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik bagi peserta BPJS Kesehatan kelas 3. Pemerintah tengah menyiapkan payung hukum untuk menghapus piutang dan denda iuran jaminan kesehatan bagi peserta...

Tak Cuma Bangun Gedung, Menkes Dorong RS Pemerintah Naik Kelas Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Transformasi rumah sakit pemerintah kini tak lagi sekadar soal infrastruktur, tetapi menyasar mutu layanan hingga tata kelola. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan...

WHO Ungkap 7 Fakta Penting Virus Nipah di India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan tujuh temuan utama terkait kejadian infeksi virus nipah di Bengala Barat, India, melalui publikasi Disease Outbreak News (DONs)...

Indonesia-Tiongkok Buka Kerja Sama Baru Kesehatan Digital

NEWSREAL.ID, BEIJING- Urusan kesehatan kini nggak lagi cuma soal rumah sakit dan dokter, tapi juga data, kecerdasan buatan, dan kolaborasi lintas negara. Indonesia dan Tiongkok...

BPOM Bongkar Kopi Ilegal Mengandung Obat Keras

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peredaran pangan olahan ilegal kembali menjadi sorotan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk kopi yang mengandung bahan kimia obat keras dan...

BPOM Jelaskan Alasan Penarikan Produk Formula Bayi Nestle

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan terkait penarikan produk formula bayi keluaran Nestle yang belakangan menjadi perhatian publik. Penarikan dilakukan sebagai langkah...

BPOM Hentikan Sementara Distribusi Susu Formula Nestle

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk susu formula bayi tertentu di Indonesia....

Waspada Superflu Saat Anak Kembali Sekolah, RSHS Catat 10 Kasus

NEWSREAL.ID, BANDUNG- Lonjakan mobilitas masyarakat usai libur panjang kembali diikuti dengan meningkatnya kasus penyakit musiman. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat ada 10 pasien...

Perkuat Sistem Antikecurangan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- BPJS Kesehatan menggandeng enam negara, Mesir, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Yunani dalam forum Internasional 1st Indonesian Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) 2025 guna...

Tak Disangka, Ternyata 5 Buah Ini Mengandung Kadar Air yang Tinggi

AIR sangat penting untuk tubuh kita, karena sebagian besar tubuh terdiri dari carian. Oleh sebab itu, kita dianjurkan minum setidaknya 3 sampai 4 liter per...

Leave a comment