Internasional

Hamas Siap Lepas Semua Sandera

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 27 April 2025 23:19 WIB
Hamas Siap Lepas Semua Sandera
NEWSREAL.ID - ANTRE MAKANAN: Warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan kaum wanita mengantre makanan di pusat distribusi di Khan Younis, Jalur Gaza. (Foto: AP Photo)

GAZA CITY- Hamas mengaku siap untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang di Gaza, Palestina. Hamas juga menyatakan bersedia membebaskan semua sandera sekaligus demi gencatan senjata selama 5 tahun di Gaza.

Dilansir AFP, Minggu (27/4), delegasi Hamas telah mengunjungi Kairo, Mesir, untuk berdiskusi dengan para mediator mengenai jalan keluar dari perang selama 18 bulan dengan Israel. Perang itu telah menewaskan lebih dari 51 ribu orang di Gaza. Perundingan gencatan senjata ini beradu dengan waktu karena kondisi di Gaza semakin kritis. Stok makanan dan medis di Gaza terus menipis.

Pejabat Hamas, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim, mengatakan kelompok itu siap untuk pertukaran tahanan dalam satu gelombang dan gencatan senjata selama 5 tahun dengan Israel. Usulan baru ini muncul setelah proposal terakhir untuk gencatan senjata ditolak Israel awal bulan ini.

Proposal yang ditolak itu menyerukan kesepakatan “komprehensif” untuk menghentikan perang besar yang terjadi sejak 7 Oktober 2023. Penolakan tawaran Israel tersebut, menurut seorang pejabat senior Hamas, mencakup gencatan senjata selama 45 hari dengan imbalan pengembalian 10 sandera yang masih hidup.

Hamas secara konsisten menuntut agar kesepakatan gencatan senjata mengarah pada berakhirnya perang, penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza, dan lonjakan bantuan kemanusiaan. Penarikan Israel dan “berakhirnya perang secara permanen” juga akan terjadi, seperti yang digariskan oleh Presiden AS saat itu Joe Biden, di bawah fase kedua gencatan senjata. Fase pertama telah dimulai pada 19 Januari 2025, tetapi runtuh dua bulan kemudian.

Tuntut Jaminan

Hamas terus mengupayakan pembicaraan pada fase kedua, tetapi Israel menginginkan gencatan senjata fase pertama diperpanjang. Israel menuntut pengembalian semua sandera yang ditawan dalam serangan Hamas di wilayahnya tahun 2023 dan pelucutan senjata Hamas, yang telah ditolak kelompok itu sebagai “garis merah”.

“Kali ini kami akan menuntut jaminan mengenai berakhirnya perang. Penjajah dapat kembali berperang setelah kesepakatan parsial apa pun, tetapi tidak dapat melakukannya dengan kesepakatan komprehensif dan jaminan internasional,” kata seorang pejabat senior Hamas, Mahmud Mardawi, dalam sebuah pernyataan.

Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menegaskan setiap proposal yang tidak mencakup penghentian perang yang komprehensif dan permanen tidak akan dipertimbangkan oleh pihaknya. Mereka juga enggan melucuti senjata selama Israel terus melakukan penjajahan. “Kami tidak akan meninggalkan senjata perlawanan selama penjajahan berlanjut,” katanya.

Israel sendiri terus menggempur Gaza. Pada Sabtu (26/4), serangan Israel menewaskan setidaknya 36 orang di Gaza utara. Warga bernama Umm Walid al-Khour, yang selamat dari serangan itu, mengatakan semua orang sedang tidur dengan anak-anak mereka ketika serangan terjadi dan rumah itu runtuh menimpa warga. Di tempat lain di Gaza, 25 orang lainnya tewas.

Tidak ada komentar langsung dari militer Israel mengenai serangan terbaru itu, tetapi dikatakan bahwa “1.800 target teror” telah diserang di seluruh Gaza sejak operasi militer dimulai kembali pada 18 Maret. Militer Israel juga mengklaim ratusan teroris tewas.
Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir menjadi penengah gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari dan memungkinkan lonjakan bantuan, bersamaan dengan pertukaran sandera dan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel. Karena Israel dan Hamas tidak sepakat mengenai tahap selanjutnya dari gencatan senjata, Israel menghentikan semua akses bantuan ke Gaza lalu melanjutkan pengeboman. (dtc,tb)

Share:

Berita Terbaru

Terparah Covid 19, Palang Merah Amerika Kekurangan Pasokan Darah Nasional Lagi

LOS ANGELES,NEWSREAL.id – Dampak berkepanjangan pandemi COVID-19 pada Januari 2022 membuat negeri sebesar Amerika Serikat kelimpungan dalam berbagai aspek. Salah satu di antaranya terkait kebutuhan...

Memanas Lagi, Angkatan Laut Iran Ungkap Alasan Penutupan Selat Hormuz

TEHERAN, NEWSREAL.id – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan menyusul insiden...

Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo

PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...

Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam

NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA

PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi

JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....

Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo

PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...

Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris

PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...

Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla

JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...

Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia

SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...

Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One

JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...

19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji

MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...

Leave a comment