Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Para Kardinal Mulai Siapkan Konklaf

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 28 April 2025 14:54 WIB
Para Kardinal Mulai Siapkan Konklaf
NEWSREAL.ID - PROSESI KONKLAF: Para kardinal berjalan dalam prosesi menuju Kapel Sistina di Vatikan, pada awal konklaf pertengahan April 2005. (Foto: AP)

JAKARTA- Para kardinal dari seluruh dunia kini mulai mempersiapkan tanggal untuk penyelenggaraan konklaf untuk memilih paus baru. Seusai mendiang Paus Fransiskus dimakamkan, Sabtu (26/4) di Basilika Santa Maria Maggiore Roma, para kardinal, Senin (28/4) diperkirakan mulai menyiapkan tanggal untuk memilih pemimpin baru.

Puluhan kardinal saat ini sudah berada di Vatikan sejak Paus Fransiskus wafat pada 21 April lalu. Namun, hingga kini, belum ada petunjuk mengenai kapan konklaf akan digelar.
Para ahli memperkirakan konklaf kemungkinan diadakan pada 5 atau 6 Mei, beberapa hari setelah masa berkabung sembilan hari berakhir pada 4 Mei. Para kardinal sendiri sudah mengadakan pertemuan umum sejak Paus Fransiskus wafat untuk memutuskan mengenai pemakaman dan lainnya.

Mereka pada hari ini dijadwalkan mengadakan pertemuan pada pukul 9.00 pagi waktu setempat, yang kemungkinan mengenai penetapan tanggal konklaf. Sejumlah kardinal yang diwawancara media mengaku pemilihan paus kali ini tak bisa diprediksi karena situasi yang begitu berbeda.

“Saya percaya bahwa jika Fransiskus adalah Paus yang penuh kejutan, maka konklaf ini juga akan demikian karena sama sekali tidak dapat diprediksi,” kata Kardinal Jose Cobo dari Spanyol dalam wawancara dengan El Pais yang diterbitkan Minggu (27/4).

Menurutnya, pada konklaf sebelumnya, orang-orang sudah “bisa melihat ke mana arahnya”. Namun, kali ini banyak kardinal berasal dari luar Eropa dan bahkan belum pernah bertemu satu sama lain.

Hak Pilih

Saat ini, terdapat 252 kardinal dari Gereja Katolik seluruh dunia. Namun, hanya 135 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun dan berhak melakukan pemungutan suara. Sekitar 80 persen kardinal yang memiliki hak pilih ditunjuk oleh Paus Fransiskus. Meski begitu, hal itu tak menjamin mereka akan memilih paus yang serupa dengannya.

Sebagian besar kardinal dengan hak pilih berusia relatif muda. Bahkan, banyak dari mereka yang baru pertama kali mengikuti konklaf. Pemungutan suara akan diadakan di Kapel Sistina, yang akan dihelat dengan sangat tertutup dan dengan prosedur yang ketat. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan lebih lama.

Pemungutan suara akan dilakukan empat kali sehari, yang terdiri dari dua kali di pagi hari dan dua kali di sore hari. Proses itu dilakukan hingga seorang kandidat memperoleh dua pertiga suara mayoritas.

Roberto Regoli, profesor sejarah dan budaya Gereja di Universitas Kepausan Gregorian di Roma, mengatakan kepada AFP bahwa para kardinal akan berupaya “menemukan seseorang yang tahu cara membangun persatuan yang lebih besar”.

“Kami berada dalam periode di mana Katolisisme mengalami berbagai polarisasi, jadi saya tidak membayangkan ini akan menjadi konklaf yang sangat cepat,” ucapnya.

Menggemakan hal itu, Kardinal Dieudonne Nzapalainga dari Republik Afrika Tengah mengatakan kepada surat kabar Italia Il Messaggero bahwa Paus baru harus memiliki hati yang universal dan mencintai semua benua. “Kita tidak boleh memandang warna kulit atau asal usul,” katanya, seperti dikutip AFP.

“Kita membutuhkan pemimpin yang berani, tegas, mampu berbicara dengan penuh kekuatan, memegang kendali Gereja dengan mantap meski di tengah badai… (serta) menawarkan stabilitas di era ketidakpastian yang besar,” pungkasnya. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

AS-Israel Gempur Teheran, Iran Balas Hingga Arab Saudi dan Kuwait

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Serangan terbaru kembali dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke ibu kota Iran, Teheran, Rabu (25/3/2026). Ledakan dilaporkan terdengar di wilayah timur kota,...

Iran Ajak Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Militer Tanpa AS dan Israel

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menyerukan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk membangun aliansi keamanan dan militer bersama tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel. Seruan ini...

Fasilitas Gas Iran Diserang Usai Trump Klaim Dialog

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah terus memanas setelah sejumlah fasilitas gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan, hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat...

Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Tuding Trump Sebar Isu Demi Stabilkan Pasar

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran membantah keras adanya negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf...

Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal, Bangunan Rusak dan Enam Luka

NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Serangan udara kembali mengguncang Tel Aviv setelah Iran meluncurkan rudal ke sejumlah titik di kota tersebut, Selasa (24/3/2026). Serangan ini menyebabkan kerusakan...

Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Tapi Tidak untuk AS dan Israel

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tetap membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional, dengan pengecualian terhadap kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan...

Tekan Biaya Perang, Israel Disebut Mulai Gunakan Amunisi Lawas

NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Tekanan biaya perang yang terus membengkak disebut mulai berdampak pada strategi militer Israel. Dalam perkembangan terbaru, militer Israel dikabarkan mulai menggunakan amunisi...

Kim Jong Un Kembali Terpilih Pimpin Korea Utara

NEWSREAL.ID, PYONGYANG- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un kembali terpilih untuk memimpin pemerintahan setelah parlemen negara tersebut secara resmi menunjuknya sebagai Presiden Urusan Negara. Keputusan...

Mufti Agung Libya Serukan Umat Islam Dukung Iran

NEWSREAL.ID, TRIPOLI- Mufti Agung Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani menyerukan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada Iran di tengah konflik yang terus memanas dengan Amerika Serikat...

Iran Ancam Tebar Ranjau Laut, Teluk Persia Terancam Lumpuh Total

NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan siap menebar ranjau laut di seluruh wilayah Teluk Persia apabila...

Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel....

Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Solidaritas Indonesia untuk Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia....

Leave a comment