Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Ribuan Warga AS Kembali Turun ke Jalan

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 20 April 2025 19:43 WIB
Ribuan Warga AS Kembali Turun ke Jalan
NEWSREAL.ID - AKSI PROTES: Para demonstran di New York, AS memegang plakat saat aksi protes terhadap sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai kontroversial, Sabtu (19/4) waktu setempat. (Foto: Reuters)
  • Protes Kebijakan Trump

NEW YORK- Ribuan orang di Washington dan kota-kota lain di seluruh Amerika Serikat kembali turun ke jalan, Sabtu (19/4). Mereka menyatakan penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai “ngawur” di tiga bulan pertamanya setelah kembali menjadi orang nomor satu di AS.

Mereka menolak kebijakan-kebijakan seperti deportasi pekerja migran, pemecatan oleh pemerintah, serta perang di Gaza dan Ukraina. Melansir Reuters, di luar Gedung Putih, para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Pekerja harus memiliki kekuatan”, “Tidak ada kekuasaan”, “Hentikan mempersenjatai Israel”, dan “Proses hukum”.
Beberapa demonstran meneriakkan dukungan kepada para migran yang dideportasi atau sedang diupayakan untuk dideportasi oleh pemerintahan Trump. Mereka juga menyatakan solidaritas kepada korban pemecatan oleh pemerintah federal dan kepada universitas-universitas yang dananya terancam oleh Trump.

“Ketika Trump dan pemerintahannya memobilisasi penggunaan mesin deportasi AS, kami akan mengorganisir jaringan dan sistem perlawanan untuk membela tetangga kami,” kata seorang pengunjuk rasa dalam sebuah unjuk rasa di Lafayette Square dekat Gedung Putih.

Para pengunjuk rasa lainnya mengibarkan bendera Palestina sambil mengenakan syal keffiyeh, meneriakkan “Bebaskan Palestina”. Mereka menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina yang terbunuh dalam perang Israel di Gaza.

Sementara itu, beberapa demonstran membawa simbol-simbol yang mengekspresikan dukungan untuk Ukraina dan mendesak Washington untuk lebih tegas dalam menentang perang Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina.

Kebijakan Kontroversial

Sejak pelantikannya pada Januari 2025, Trump dan sekutu miliardernya, Elon Musk, telah merombak pemerintah federal, memecat lebih dari 200.000 pekerja dan berusaha membubarkan berbagai lembaga.

Pemerintah juga telah menahan sejumlah mahasiswa asing dan mengancam akan menghentikan pendanaan federal untuk universitas terkait program-program keberagaman, kesetaraan dan inklusi, inisiatif iklim dan protes pro-Palestina.  Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengutuk kebijakan-kebijakan tersebut.

Di dekat Monumen Washington, spanduk-spanduk para pengunjuk rasa bertuliskan, ”kebencian tidak pernah membuat bangsa mana pun menjadi besar” dan “hak yang sama untuk semua bukan berarti hak yang lebih sedikit untuk Anda”.

Selain di Washington, demonstrasi juga digelar di New York City dan Chicago, di antara puluhan lokasi lainnya. Ini menandai hari kedua demonstrasi nasional sejak Trump menjabat sebagai presiden. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One

JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...

19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji

MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Leave a comment