Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Pemprov Jateng Anggarkan Rp17,2 Miliar untuk Siswa Miskin

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 28 Juni 2025 22:16 WIB
Pemprov Jateng Anggarkan Rp17,2 Miliar untuk Siswa Miskin
NEWSREAL.ID - PELEPASAN SISWA: Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Ketua Yayasan CT Arsa Foundation Anita Ratnasari Tanjung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Ketua Pengawas CT Arsa Foundation Muhammad Nuh foto bersama pada acara pelepasan angkatan V SMA Unggulan CT Arsa Foundation tahun pelajaran 2024/2025 di Sukoharjo, Sabtu (28/6). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, SUKOHARJO- Ribuan anak dari keluarga miskin di Jawa Tengah kini memiliki harapan baru untuk masa depan mereka. Melalui program beasiswa miliaran rupiah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akses terhadap pendidikan bermutu kini bukan lagi sekadar mimpi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk keluar dari kemiskinan. “Begitu seseorang punya pendidikan yang memadai, maka dia memiliki bekal keterampilan dan kesempatan kerja yang lebih baik. Ini adalah kunci menekan kemiskinan secara berkelanjutan,” ujarnya saat menghadiri pelepasan siswa Angkatan V Sekolah Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Sabtu (28/6).

Pada tahun 2025, Pemprov Jateng mengalokasikan dana sebesar Rp2,2 miliar untuk membantu 1.100 anak tidak sekolah (ATS), mencakup SMA, SMK, dan SLB. Masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp2 juta.

Tak hanya itu, bantuan pendidikan juga diberikan kepada 15.000 siswa dari keluarga miskin, dengan total anggaran Rp15 miliar. Siswa penerima berasal dari berbagai jenjang: 6.000 siswa SMA, 7.000 siswa SMK, dan 2.000 siswa SLB.

Investasi SDM

Langkah ini menurut Luthfi bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi investasi pada sumber daya manusia. Ia juga telah menginstruksikan para bupati dan wali kota agar mendukung program serupa di daerah masing-masing.

“Jika pendidikan anak-anak kita terjamin, maka secara tidak langsung pengangguran terbuka bisa ditekan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga memberikan semangat kepada 101 lulusan SMA Unggulan CT Arsa Foundation yang hadir. Banyak dari mereka berasal dari keluarga desil 1 namun berhasil menembus kampus-kampus bergengsi, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satunya, Daffa Aziz Firmansyah, anak petani asal Cilacap, diterima di 14 kampus luar negeri termasuk NTU Singapura dan Monash University. Sementara Esa, anak dari ibu tunggal asal Purworejo, diterima di IPB.

Ketua CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung menambahkan bahwa pendirian sekolah ini berangkat dari semangat memutus rantai kemiskinan pasca-tsunami Aceh. Kini, yayasan itu telah mendirikan 147 sekolah dan masjid di berbagai daerah.

“Sekolah ini menjadi contoh bahwa anak-anak dari keluarga miskin pun bisa berprestasi asal diberi kesempatan,” tutupnya. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Mendikdasmen: AI Bukan Pengganti Guru dalam Dunia Pendidikan

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Perkembangan kecerdasan buatan di bidang pendidikan dinilai tidak serta-merta menggeser peran pendidik. Pemerintah menegaskan teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti relasi...

Banjir Lumpuhkan Ribuan Sekolah di Sumatra, Ratusan Ribu Siswa Terdampak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 tak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga mengganggu dunia pendidikan....

Leave a comment