Nasional

Survei INSS: Mayoritas Publik Setuju Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 9 November 2025 17:55 WIB
Survei INSS: Mayoritas Publik Setuju Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional
NEWSREAL.ID - MUSEUM HM SOEHARTO: Sejumlah foto terpajang di salah satu sudut Museum HM Soeharto yang berada di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hasil survei Intelligence and National Security Studies (INSS) menunjukkan sebanyak 84,25 persen responden setuju jika mantan Presiden Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. Sementara 8,17 persen menyatakan tidak setuju, dan 7,58 persen lainnya ragu-ragu.

Direktur Riset dan Pengembangan INSS, Ahmad Rijal mengatakan, temuan tersebut menggambarkan adanya perubahan cara pandang publik terhadap sejarah bangsa, khususnya terhadap sosok Soeharto yang dikenal dengan masa pemerintahan panjang dan penuh dinamika.

“Masyarakat kini lebih melihat Soeharto dari sisi keberhasilan pembangunan dan stabilitas nasional. Kontroversi masa lalu tetap diakui, tetapi tidak lagi menjadi faktor dominan dalam pembentukan persepsi publik,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (9/11).

Dua Alasan

Survei mencatat dua alasan utama yang mendorong dukungan publik, yakni jasa besar dalam pembangunan ekonomi (50,58 persen) dan upaya menjaga stabilitas nasional (33 persen).

Adapun bidang yang paling diingat publik adalah pertanian dan pangan (33,75 persen), terutama program swasembada beras, diikuti ekonomi nasional (31,25 persen) dan stabilitas politik dan keamanan (30,83 persen).

Di sisi lain, kelompok yang menolak pemberian gelar tersebut umumnya beralasan karena isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sebesar 7,42 persen, serta dugaan pelanggaran HAM sebesar 5,67 persen.

Menurut Ahmad Rijal, memori kolektif publik terhadap Soeharto kini lebih banyak dikaitkan dengan keberhasilan pembangunan ketimbang sisi kelam politik masa lalu. “Publik tetap kritis terhadap kekurangan di masa lalu, namun mereka mampu memisahkan antara catatan gelap dan jasa pembangunan yang konkret,” katanya.

Sebanyak 61,08 persen responden menyatakan bahwa isu kontroversial seperti KKN dan pelanggaran HAM tidak menjadi penghalang untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto. Selain itu, 86,67 persen responden juga menilai pemerintah perlu menilai kembali jasa Soeharto secara objektif dan bebas kepentingan politik.

“Temuan ini menunjukkan publik tidak menginginkan glorifikasi, tetapi penilaian yang adil dan berimbang. Masyarakat ingin sejarah dibaca tanpa kebencian maupun nostalgia,” tambah Ahmad.

Sementara itu, 56,83 persen responden menilai pihak paling tepat menilai kelayakan gelar pahlawan adalah kombinasi antara survei publik dan kajian akademik, bukan keputusan sepihak elite politik. Hal ini menunjukkan adanya tuntutan transparansi dan partisipasi publik dalam penetapan gelar kebangsaan.

Survei INSS bertajuk “Polemik Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tahun 2025” dilakukan melalui tele-survey terhadap 1.200 responden di 38 provinsi seluruh Indonesia, pada periode 1-8 November 2025. (tb)

Berita Terbaru

Kunjungi Indonesia, Presiden Jerman Dipameri Kerukunan Umat Beragama

JAKARTA,NEWSREAL.id — Indonesia menampilkan salah satu praktik baik kerukunan antar umat beragama kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender saat...

Modernisasi Stasiun Gambir dan Penanganan Perlintasan Sebidang Fokus PT KAI

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pengembangan sektor perkeretaapian nasional, mulai dari modernisasi stasiun hingga peningkatan keselamatan perjalanan kereta api disorot. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian itu saat...

Harga BBM Subsidi tidak Naik, Ini Penjelasan Pertamina

JAKARTA, NEWSREAL.id – Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Baca Juga Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek...

Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM

JAKARTA,NEWSREAL.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan...

Pembangunan Giant Sea Wall-Pelabuhan, Pemerintah RI Gaet Rusia

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah RI mengkampanyekan pembangunan Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia juga...

Staf Khusus Menag RI di Vesak Festival 2026: Doakan Presiden Prabowo Jaga Perdamaian dan Kerukunan Bangsa

JAKARTA,NEWSREAL.id— Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar mengajak seluruh umat menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Dalam acara “Sanghadana Vesak Festival 2026” yang diselenggarakan Young...

Cetak Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan sebagai Kepala KUA

JAKARTA,NEWSREAL.id– Baru-baru ini sejarah dicatat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian yang dipimpin Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA baru saja mengangkat belasan pejabatnya ke...

Pelaksanaan Program MBG, Presiden Prabowo : Tekankan Integritas dan Akuntabilitas

BOGOR, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan...

Pimpinan BGN Diganti, Ketum G-Nesia : Program MBG Butuh Sentuhan Pemimpin Perempuan

SOLO,NEWSREAL.id – Lonceng pertanda bersih-bersih di institusi Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dibunyikan Presiden Prabowo Subianto melalui pengumuman yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi...

Presiden Prabowo Benahi BGN, Ketua dan Wakil Ketua Dicopot

JAKARTA,NEWSREAL.id- Presiden Prabowo Subianto membenahi Badan Gizi Nasional. Ketua dan Wakil Ketua BGN copot dan digantikan yang baru. “Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian...

Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Dikritik, Seskab Teddy : Terpenting Hasil Konkretnya

JAKARTA,NEWSREAL.id – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya pasang badan guna menangkis serang dari berbagai pihak terkait kunjungan Kepala Negara Bersama rombongan ke luar negeri....

12 Kloter Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj : Zamzam sudah Disiapkan”

JAKARTA,NEWSREAL.id — Awal Juni 2026 mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama jamaah haji ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara berjenjang melalui Bandara Internasional King Abdul...

Leave a comment