Internasional

Inggris Siap Akui Negara Palestina, Ultimatum untuk Israel Terkait Gaza

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 30 Juli 2025 17:33 WIB
Inggris Siap Akui Negara Palestina, Ultimatum untuk Israel Terkait Gaza
NEWSREAL.ID - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, LONDON- Pemerintah Inggris menyatakan komitmennya untuk mengakui negara Palestina secara resmi pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) September mendatang, kecuali jika Israel segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menyepakati upaya perdamaian yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer dalam pidatonya Selasa (29/7), yang secara tegas menandai pergeseran posisi kebijakan luar negeri Inggris terhadap konflik Palestina-Israel.

Starmer menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina bukan semata gestur simbolik, melainkan bagian dari upaya strategis mendorong realisasi solusi dua negara yang kini dinilai berada dalam titik kritis.

“Sebagai bagian dari proses menuju perdamaian, saya dapat mengonfirmasi bahwa Inggris akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada September, kecuali jika pemerintah Israel mengambil langkah substantif mengakhiri situasi kemanusiaan di Gaza, menyetujui gencatan senjata, serta berkomitmen pada perdamaian jangka panjang,” tegas Starmer.

Starmer juga menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut mencakup izin kepada PBB untuk kembali mendistribusikan bantuan kemanusiaan dan jaminan bahwa tidak akan terjadi aneksasi wilayah di Tepi Barat.

Pengumuman tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Israel, yang menuduh Inggris “menghadiahi” kelompok Hamas dan mengabaikan korban serangan pada Oktober 2023 yang menjadi pemicu perang di Gaza.

Nada serupa juga muncul dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut bahwa “Hamas tidak seharusnya diberi hadiah” melalui pengakuan negara Palestina.

Namun tudingan tersebut dibantah keras oleh pejabat pemerintah Inggris. Heidi Alexander, Menteri Transportasi Inggris yang ditunjuk sebagai juru bicara media untuk isu ini, menyatakan bahwa rencana pengakuan bukanlah bentuk legitimasi terhadap Hamas, melainkan upaya untuk menjamin hak dasar dan masa depan rakyat Palestina.

“Ini bukan hadiah untuk Hamas. Hamas adalah organisasi teroris yang telah melakukan kekejaman mengerikan. Ini tentang rakyat Palestina, tentang anak-anak di Gaza yang kini menderita kelaparan,” ujar Alexander dalam wawancara dengan radio LBC.

Alexander juga menegaskan pentingnya tekanan internasional terhadap pemerintah Israel untuk mencabut pembatasan yang menghalangi distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza, yang situasinya semakin memburuk dari hari ke hari.

Tragedi Kemanusiaan

Dalam beberapa hari terakhir, situasi kemanusiaan di Gaza terus menjadi sorotan dunia internasional. Lembaga pemantau kelaparan global memperingatkan bahwa skenario kelaparan paling buruk kini tengah terjadi di wilayah tersebut, dan tindakan segera diperlukan untuk mencegah kematian massal, terutama di kalangan anak-anak.

Pemandangan mengkhawatirkan mengenai kondisi warga sipil di Gaza, terutama anak-anak yang kekurangan gizi, memperkuat tekanan publik terhadap negara-negara Barat untuk mengambil langkah konkret dalam menekan Israel dan mendukung penyelesaian damai yang adil dan menyeluruh.

Langkah Inggris mengikuti pengumuman serupa dari Prancis yang sebelumnya juga menyatakan rencana untuk mengakui negara Palestina pada forum Majelis Umum PBB pada bulan September.

Dalam beberapa bulan terakhir, dukungan internasional terhadap solusi dua negara semakin menguat seiring dengan memburuknya kondisi di Gaza dan stagnasi proses damai yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dengan ultimatum diplomatik ini, Inggris menegaskan posisinya sebagai aktor yang mendukung perdamaian jangka panjang di Timur Tengah, sekaligus mendorong keterlibatan aktif komunitas internasional dalam menyelesaikan konflik yang telah menelan ribuan korban jiwa tersebut. (tb)

Berita Terbaru

Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo

PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...

Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam

NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA

PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi

JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....

Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo

PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...

Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris

PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...

Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla

JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...

Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia

SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...

Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One

JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...

19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji

MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Leave a comment