
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemantauan layanan publik di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan masih menghadapi banyak tantangan. Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro, menegaskan perlunya dukungan kelembagaan yang kuat dan pendekatan lintas sektor agar pengawasan terhadap perlakuan tahanan berjalan optimal.
“Pemantauan ini tidak mudah. Masalahnya kompleks, mulai dari tidak adanya sistem pemantauan yang menyeluruh, cakupan wilayah yang luas, hingga keterbatasan akses di lokasi tertentu,” ujar Johanes saat menerima kunjungan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta, baru-baru ini.
Ia menambahkan, Ombudsman selama ini menaruh perhatian serius terhadap layanan publik di penjara, termasuk aspek infrastruktur, keamanan, program pembinaan dan rehabilitasi, serta hubungan antara petugas dan warga binaan.
Dalam perannya sebagai koordinator Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KUPP), Ombudsman RI bersama enam lembaga HAM nasional terus mendorong ratifikasi Convention Against Torture (CAT) oleh pemerintah Indonesia.
Dukungan dari mitra internasional pun dinilai krusial, terutama setelah program Uni Eropa berakhir pada Juni lalu. “Kami berharap dukungan dari Kedutaan Swiss bisa melanjutkan program KUPP ke depan,” kata Johanes.
Kelebihan Kapasitas
Anggota Ombudsman lainnya, Jemsly Hutabarat, mengungkapkan fakta lapangan yang memprihatinkan. Berdasarkan survei internal, sekitar 60 persen tahanan di Indonesia tersangkut kasus narkotika. Lebih buruk lagi, sebagian besar lapas mengalami kelebihan kapasitas hingga lebih dari 200 persen.
“Kondisi ini jelas memengaruhi kualitas layanan dan berpotensi meningkatkan risiko penyiksaan,” ungkap Jemsly.
Ia menyebut pihaknya terus memberikan masukan kepada parlemen, termasuk dalam pembahasan revisi KUHAP baru dan kebijakan pelayanan publik di sektor peradilan. “Akan sangat bermanfaat jika kami bisa belajar dari sistem pemasyarakatan di Swiss untuk memperkuat rekomendasi kami,” tambahnya.
Deputy Head of Political Affairs Kedubes Swiss, Tessa Nerini, merespons positif permintaan itu. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjajaki kerja sama teknis, termasuk mengundang Ombudsman RI dalam forum dialog HAM bilateral antara Indonesia dan Swiss.
“Masukan dari Ombudsman sangat penting untuk mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis fakta,” ujar Tessa.
Menurutnya, Swiss berkomitmen penuh terhadap isu HAM, termasuk penghapusan hukuman mati, kesetaraan gender, dan perlindungan kelompok rentan. Ia juga tertarik untuk memahami lebih lanjut mengenai kerja KUPP dan arah kebijakan hukum pidana di Indonesia.
“Kami ingin tahu bagaimana kami bisa memberi dukungan konkret terhadap agenda HAM di Indonesia,” pungkasnya. (tb)
Prabowo Datang ke Rumah Megawati! Duka Guruh Soekarnoputra Satukan Dua Tokoh Bangsa
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendatangi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta pada Senin malam, 28 September 2026. Kedatangan Kepala Negara...
Dikabarkan Mantan Direktur KPLP Ir. Ahmad Duduki Kursi Ketua KNKT
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Informasi terbaru datang dari Kementerian Perhubungan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Hotfokus.com, Ir. Ahmad, M.MTr. akan diumumkan sebagai Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)...
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...