Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Sekolah Rakyat: Inovasi Pendidikan 24 Jam untuk Anak Miskin, Berbasis AI dan Empati

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 9 Juli 2025 19:20 WIB
Sekolah Rakyat: Inovasi Pendidikan 24 Jam untuk Anak Miskin, Berbasis AI dan Empati
NEWSREAL.ID - SIMULASI SEKOLAH RAKYAT: Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meninjau pelaksanaan simulasi Sekolah Rakyat yang digelar di Sentra Handayani, Jakarta, Rabu (9/7). (Foto: Kemensos)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mimpi pendidikan inklusif kini mulai menjadi kenyataan. Kementerian Sosial RI meluncurkan simulasi perdana Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis selama 24 jam yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tak hanya menyediakan tempat tinggal dan makan bergizi, Sekolah Rakyat juga menerapkan pendekatan modern berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan potensi siswa sejak hari pertama.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung pelaksanaan simulasi yang digelar di Sentra Handayani, Jakarta, Rabu (9/7). Ia menyebut program ini sebagai langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan secara sistemik.

“Mulai hari ini kami simulasikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat 24 jam. Ada cek kesehatan, lalu tes talent DNA menggunakan AI, sehingga guru bisa mengarahkan siswa sesuai minat dan bakat sejak awal,” ungkap Gus Ipul.

Tes potensi diri itu disediakan secara gratis oleh Ary Ginanjar Agustian dari ESQ. Hasilnya, siswa dan guru bisa saling memahami kekuatan masing-masing tanpa harus mengandalkan tes akademik yang kaku.

“Kalau istilah Pak Nuh, burung jangan disuruh berenang, sapi jangan disuruh terbang. Semua  anak punya keunikan yang layak dikembangkan,” kata Gus Ipul. Tak hanya siswa, potensi guru dan tenaga pendidik pun ikut dipetakan untuk mencegah terjadinya praktik negatif di sekolah, seperti perundungan atau kekerasan.

Ekosistem Belajar

Menurut Mensos, tes ini akan membantu menciptakan ekosistem belajar yang aman dan sehat. Simulasi ini menjadi langkah awal menuju peluncuran resmi Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2025 di 63 titik yang sudah siap.

Sebanyak 37 titik lainnya akan menyusul di akhir bulan setelah fasilitas selesai dibangun. Kepala sekolah telah dibekali pelatihan, dan para guru akan segera menyusul mengikuti pembekalan dari Presiden RI.

“Ini bukan program biasa. Guru, kepala sekolah, bahkan menterinya pun perlu orientasi. Karena ini pertama kalinya model pendidikan seperti ini dijalankan,” ujar Gus Ipul.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari turut menyebut program ini sebagai bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo kepada masyarakat miskin. Ia menjelaskan bahwa peluncuran Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi panjang dari banyak kementerian dan lembaga, mulai dari identifikasi calon siswa, renovasi bangunan, penyusunan kurikulum, hingga dukungan pembiayaan lintas kementerian.

“Hari ini adalah tonggak sejarah. Ini bukan hanya program pendidikan, tapi gerakan besar memberdayakan rakyat dari bawah,” kata Qodari.

Sekat Sosial

Sementara itu, Ary Ginanjar menyebut program ini sebagai “revolusi sunyi” di bidang pendidikan. Menurutnya, Sekolah Rakyat telah menghapus sekat sosial hanya dalam semalam.

“Anak-anak miskin yang tadinya bingung mau makan apa, kini bisa belajar gratis, dapat laptop, makan bergizi tiga kali sehari. Dari desil 1 tiba-tiba hidupnya seperti desil 9. Ini ajaib,” ungkapnya.

Tanpa seleksi akademik masuk, siswa langsung diarahkan berdasarkan hasil tes talent DNA AI yang hanya membutuhkan waktu 10 menit menjawab 99 pertanyaan. “Semua anak itu jenius. Tugas kita sebagai pendidik adalah menemukan kejeniusannya, bukan menyeragamkan mereka,” lanjut Ary.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menegaskan bahwa roh dari program ini adalah “memuliakan kaum dhuafa dan menjangkau yang tak terjangkau.” Ia berharap program ini bisa diperkuat melalui undang-undang agar berkelanjutan lintas pemerintahan.

Dengan dukungan dari lintas kementerian, pemda, dunia usaha, dan masyarakat sipil, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pintu bagi anak-anak miskin menuju masa depan yang lebih layak dan penuh harapan. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment