
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gelombang aksi protes pengemudi ojek online (ojol) dipastikan belum akan reda. Garda Indonesia, asosiasi yang mengklaim menaungi ribuan driver ojol, menjadwalkan unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR RI pada 17 September 2025 mendatang.
Selain isu lama soal potongan aplikasi 15 persen yang terus diprotes, ada satu tuntutan baru yang bakal jadi sorotan: pengusutan tuntas kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis aparat saat aksi demo pada 28 Agustus lalu.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono menegaskan, kasus Affan harus diusut transparan hingga keluarga korban mendapatkan keadilan. “Tuntutan terbaru adalah penuntasan perkara gugurnya Affan Kurniawan hingga tuntas. Aparat negara seharusnya melindungi rakyat, bukan menimbulkan korban jiwa,” kata Igun dalam keterangan tertulis, Rabu (3/9).
Menanggapi tragedi itu, Garda Indonesia merumuskan lima sikap resmi:
- Mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta independen untuk mengusut penyebab kematian Affan.
- Menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Polri terkait kronologi peristiwa.
- Menghukum aparat yang terbukti lalai maupun sengaja melakukan pelindasan agar diproses hukum secara terbuka.
- Mengajak seluruh driver ojol dan masyarakat sipil bersolidaritas mengawal kasus ini hingga tuntas.
- Mendesak pemerintah menjamin keselamatan pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan dan rawan terjebak konflik massa.
Soal Masa Depan
Menurut Igun, aksi 17 September diperkirakan akan melibatkan sekitar 5.000 pengemudi ojol dari berbagai wilayah Jabodetabek. Garda juga membuka kemungkinan ada dukungan dari komunitas ojol di luar daerah. “Solidaritas ini bukan hanya soal Affan, tapi juga soal masa depan kami di jalanan,” ujar Igun.
Di luar kasus Affan, tuntutan klasik soal pemotongan tarif aplikasi tetap jadi agenda utama. Garda menegaskan pemerintah harus segera menurunkan potongan dari 15 persen menjadi 10 persen.
“Sampai tuntutan utama potongan aplikasi 10 persen dikabulkan, kami akan tetap aksi tanpa henti. Menhub harus segera revisi aturan itu,” tegas Igun.
Igun menyebut aksi pada 17 September bisa jadi awal dari gelombang panjang demonstrasi driver ojol bila tuntutan tidak digubris. “Kalau tuntutan tidak dipenuhi, maka akan ada aksi susulan. Kami tidak main-main soal ini,” katanya.
Aksi mendatang diprediksi akan kembali menyedot perhatian publik, terutama karena memasukkan isu kematian Affan sebagai simbol perlawanan. Garda berharap langkah ini bisa memaksa pemerintah dan DPR lebih serius dalam memberi perlindungan hukum dan kesejahteraan bagi jutaan pengemudi ojol di Indonesia. (tb)
BMKG: Musim Kemarau Diprediksi Mulai April 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan berakhir pada Februari...
Menteri PU Laporkan Serapan Anggaran 2025 Tembus 95 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan realisasi anggaran Kementerian PU sepanjang tahun 2025 mencapai 95,23 persen atau setara Rp106,78 triliun dari total...
Jelang Lebaran 2026, Mentan Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan saat Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pasokan pangan...
Ramadan 2026, Baznas Gulirkan 29 Program dari Zakat hingga Layanan Mudik
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan puluhan program unggulan yang dirancang untuk memperluas manfaat zakat,...
Bahas Board of Peace Gaza, Prabowo Panggil Ormas Islam ke Istana
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Isu keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) segera dibawa ke meja diskusi Istana. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu...
Prabowo Tantang Kritikus: Tak Suka? Bertemu di Pilpres 2029
NEWSREAL.ID, BOGOR- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan sikap terhadap kepemimpinannya adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ketidaksukaan itu tidak disalurkan...
Soal Dewan Perdamaian, MUI Tunggu Penjelasan Langsung Presiden
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum buru-buru menyimpulkan sikap terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Organisasi keagamaan ini...
Istana Luruskan Isu Pertemuan Prabowo: Bukan Oposisi Partai, Tapi Tokoh Masyarakat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tokoh-tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kartanegara, Jakarta, Jumat (30/1), bukan berasal dari partai...
Ini Isi Diskusi 5 Jam Prabowo dengan Tokoh Oposisi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik atau oposisi pemerintah pada Jumat, (30/1/2026). Diskusi yang berlangsung...
Prabowo: Kader Gerindra Melanggar Hukum Tetap Ditindak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum, termasuk kader Partai Gerindra. Menurutnya, penegakan hukum harus berlaku sama bagi...
Ditekan Mundur dari Board of Peace, Istana Ajak MUI Dialog
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait permintaan agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal tersebut...
Sejumlah Jembatan Pascabanjir di Aceh Rampung Dibangun
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mobilitas warga di sejumlah wilayah Aceh perlahan kembali normal. Jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak dan terputus akibat banjir kini telah rampung dibangun dan mulai...

