
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan memicu gelombang kritik di parlemen. Setelah Fraksi PDIP menyatakan penolakannya, kini giliran Fraksi PKB yang mendesak agar program tersebut ditunda, menyusul kekhawatiran akan polemik berkepanjangan dan minimnya transparansi proses.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, menyampaikan langsung permintaan tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Rabu (2/7). Ia menilai proyek ini berisiko menimbulkan perpecahan narasi sejarah jika tidak dikerjakan secara terbuka dan partisipatif.
“Daripada kontroversi ini terus berlanjut, kami dari Fraksi PKB memohon agar penulisan ulang sejarah ini ditunda,” ujar Syarief di Kompleks DPR RI, Senayan.
Habib Syarief mengkritik proyek penulisan ulang sejarah yang menurutnya dijalankan secara tertutup, termasuk tak adanya informasi publik mengenai daftar 100 penulis yang disebut-sebut terlibat.
“Saya coba cari siapa saja penulisnya, tapi tidak ketemu. Ini mengherankan dan tidak transparan,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa jangka waktu tujuh bulan untuk menyelesaikan proyek sejarah nasional dinilai terlalu singkat, apalagi jika tujuannya adalah menyusun narasi yang utuh dan mencerminkan keragaman pengalaman bangsa.
“Sejumlah pihak yang saya temui, termasuk akademisi, juga merasa waktu itu terlalu singkat untuk menulis sejarah bangsa yang kompleks,” ujarnya.
Dalam rapat, Syarief juga menyampaikan hasil audiensi dengan berbagai organisasi perempuan seperti Fatayat dan Muslimat NU, yang menurutnya mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap proyek ini. Ia meminta agar pemerintah mengedepankan narasi yang inklusif dan tidak menyinggung kelompok tertentu, terutama kaum perempuan.
“Perlu ada bahasa sejarah yang menyejukkan, khususnya bagi perempuan Indonesia. Ini menjadi pembicaraan penting di berbagai organisasi perempuan,” ujarnya.
Minta Dihenatikan
Sebelumnya, Fraksi PDIP juga secara tegas meminta proyek tersebut dihentikan, bukan hanya ditunda. Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Maria Yohana Esti Wijayati, mengatakan penulisan ulang sejarah yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan justru menimbulkan luka kolektif dan polemik di tengah masyarakat.
“Kami meminta dengan tegas agar proyek penulisan ini dihentikan karena sudah melukai banyak pihak,” tegas Esti dalam pernyataan politiknya di Jakarta, Senin (30/6).
Esti mengungkapkan bahwa sejumlah sejarawan yang tergabung dalam tim penulis bahkan sudah mengundurkan diri, menandakan ada persoalan serius dalam pelaksanaan proyek ini.
“Itu menunjukkan adanya ketidakberesan. Karena itu kami dari Fraksi PDIP menyatakan: stop proyek penulisan sejarah ini,” katanya.
Penolakan dari dua fraksi besar di parlemen ini menandai semakin membesarnya penolakan politik terhadap proyek yang semula disebut sebagai pembaruan narasi sejarah nasional. Banyak pihak mempertanyakan motif, isi, serta metode pengumpulan data yang digunakan, termasuk kemungkinan adanya muatan politis dalam interpretasi sejarah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dijadwalkan akan memberikan penjelasan resmi dalam rapat kerja lanjutan dengan Komisi X DPR RI. Sementara itu, gelombang kritik dari akademisi dan organisasi masyarakat sipil pun terus bergulir. (tb)
BMKG: Musim Kemarau Diprediksi Mulai April 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan berakhir pada Februari...
Menteri PU Laporkan Serapan Anggaran 2025 Tembus 95 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan realisasi anggaran Kementerian PU sepanjang tahun 2025 mencapai 95,23 persen atau setara Rp106,78 triliun dari total...
Jelang Lebaran 2026, Mentan Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan saat Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pasokan pangan...
Ramadan 2026, Baznas Gulirkan 29 Program dari Zakat hingga Layanan Mudik
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan puluhan program unggulan yang dirancang untuk memperluas manfaat zakat,...
Bahas Board of Peace Gaza, Prabowo Panggil Ormas Islam ke Istana
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Isu keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) segera dibawa ke meja diskusi Istana. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu...
Prabowo Tantang Kritikus: Tak Suka? Bertemu di Pilpres 2029
NEWSREAL.ID, BOGOR- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan sikap terhadap kepemimpinannya adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ketidaksukaan itu tidak disalurkan...
Soal Dewan Perdamaian, MUI Tunggu Penjelasan Langsung Presiden
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum buru-buru menyimpulkan sikap terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Organisasi keagamaan ini...
Istana Luruskan Isu Pertemuan Prabowo: Bukan Oposisi Partai, Tapi Tokoh Masyarakat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tokoh-tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kartanegara, Jakarta, Jumat (30/1), bukan berasal dari partai...
Ini Isi Diskusi 5 Jam Prabowo dengan Tokoh Oposisi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik atau oposisi pemerintah pada Jumat, (30/1/2026). Diskusi yang berlangsung...
Prabowo: Kader Gerindra Melanggar Hukum Tetap Ditindak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum, termasuk kader Partai Gerindra. Menurutnya, penegakan hukum harus berlaku sama bagi...
Ditekan Mundur dari Board of Peace, Istana Ajak MUI Dialog
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait permintaan agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal tersebut...
Sejumlah Jembatan Pascabanjir di Aceh Rampung Dibangun
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mobilitas warga di sejumlah wilayah Aceh perlahan kembali normal. Jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak dan terputus akibat banjir kini telah rampung dibangun dan mulai...

