Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Menaker Akui Disparitas Upah Masih Jadi PR Besar di 2026

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 21 Januari 2026 19:22 WIB
Menaker Akui Disparitas Upah Masih Jadi PR Besar di 2026
NEWSREAL.ID - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengakui persoalan disparitas upah masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi pemerintah pada tahun 2026. Menurutnya, kesenjangan upah antardaerah tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Disparitas itu memang menjadi tantangan kita dan itu tidak bisa selesai dalam satu tahun,” ujar Yassierli saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, (21/1/2026).

Ia menegaskan, isu disparitas upah kini menjadi perhatian pemerintah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menetapkan indeks atau jangkauan (range) alfa dalam aturan upah minimum provinsi (UMP), yakni di kisaran 0,5 sampai 0,9, sebagai instrumen untuk mempersempit kesenjangan upah di masing-masing provinsi.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025. Dalam aturan itu, formulasi penetapan UMP dihitung dari inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dikalikan koefisien alfa (0,5-0,9). Dengan skema ini, kenaikan UMP tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 5-7 persen.

Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan pihaknya juga akan menindaklanjuti masukan dari Komisi IX DPR RI dengan menyusun peta jalan (roadmap) untuk mengatasi kesenjangan upah secara bertahap.

“Kita mendapat masukan dari DPR dan itu kita terima, bahwa harus ada roadmap bagaimana disparitas atau gap upah minimum, misalnya terkait KHL (kebutuhan hidup layak), kapan dan berapa lama itu bisa diselesaikan,” jelasnya.

Lebih Terukur

Selain itu, Kemnaker juga menekankan pentingnya implementasi PP 49/2025 sebagai regulasi yang merespons Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023. Aturan ini diharapkan mampu mengelola dinamika penetapan UMP agar lebih terukur setiap tahunnya.

Yassierli juga menilai perlu ada penguatan kapasitas Dewan Pengupahan Daerah dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Daerah agar rekomendasi kebijakan upah yang dihasilkan lebih komprehensif dan berbasis kondisi riil daerah.

Langkah lainnya yang menjadi fokus Kemnaker adalah penyediaan data KHL di tingkat kabupaten/kota. Pasalnya, saat ini data KHL masih terbatas di level provinsi.

“Data KHL menjadi penting untuk mengurangi disparitas atau kesenjangan upah minimum antardaerah, sehingga bisa memitigasi dampak negatif yang dapat mengganggu stabilitas dan kondisi daerah,” ujar Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Dengan berbagai langkah itu, pemerintah berharap persoalan disparitas upah bisa ditekan secara bertahap, meski diakui masih membutuhkan waktu dan konsistensi kebijakan lintas sektor. (tb)

Berita Terbaru

BMKG: Musim Kemarau Diprediksi Mulai April 2026

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan berakhir pada Februari...

Menteri PU Laporkan Serapan Anggaran 2025 Tembus 95 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan realisasi anggaran Kementerian PU sepanjang tahun 2025 mencapai 95,23 persen atau setara Rp106,78 triliun dari total...

Jelang Lebaran 2026, Mentan Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan saat Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pasokan pangan...

Ramadan 2026, Baznas Gulirkan 29 Program dari Zakat hingga Layanan Mudik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan puluhan program unggulan yang dirancang untuk memperluas manfaat zakat,...

Bahas Board of Peace Gaza, Prabowo Panggil Ormas Islam ke Istana

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Isu keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) segera dibawa ke meja diskusi Istana. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu...

Prabowo Tantang Kritikus: Tak Suka? Bertemu di Pilpres 2029

NEWSREAL.ID, BOGOR- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan sikap terhadap kepemimpinannya adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ketidaksukaan itu tidak disalurkan...

Soal Dewan Perdamaian, MUI Tunggu Penjelasan Langsung Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum buru-buru menyimpulkan sikap terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Organisasi keagamaan ini...

Istana Luruskan Isu Pertemuan Prabowo: Bukan Oposisi Partai, Tapi Tokoh Masyarakat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tokoh-tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kartanegara, Jakarta, Jumat (30/1), bukan berasal dari partai...

Ini Isi Diskusi 5 Jam Prabowo dengan Tokoh Oposisi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik atau oposisi pemerintah pada Jumat, (30/1/2026). Diskusi yang berlangsung...

Prabowo: Kader Gerindra Melanggar Hukum Tetap Ditindak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum, termasuk kader Partai Gerindra. Menurutnya, penegakan hukum harus berlaku sama bagi...

Ditekan Mundur dari Board of Peace, Istana Ajak MUI Dialog

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait permintaan agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal tersebut...

Sejumlah Jembatan Pascabanjir di Aceh Rampung Dibangun

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mobilitas warga di sejumlah wilayah Aceh perlahan kembali normal. Jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak dan terputus akibat banjir kini telah rampung dibangun dan mulai...