NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengakui persoalan disparitas upah masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi pemerintah pada tahun 2026. Menurutnya, kesenjangan upah antardaerah tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Disparitas itu memang menjadi tantangan kita dan itu tidak bisa selesai dalam satu tahun,” ujar Yassierli saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, (21/1/2026).
Ia menegaskan, isu disparitas upah kini menjadi perhatian pemerintah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menetapkan indeks atau jangkauan (range) alfa dalam aturan upah minimum provinsi (UMP), yakni di kisaran 0,5 sampai 0,9, sebagai instrumen untuk mempersempit kesenjangan upah di masing-masing provinsi.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025. Dalam aturan itu, formulasi penetapan UMP dihitung dari inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dikalikan koefisien alfa (0,5-0,9). Dengan skema ini, kenaikan UMP tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 5-7 persen.
Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan pihaknya juga akan menindaklanjuti masukan dari Komisi IX DPR RI dengan menyusun peta jalan (roadmap) untuk mengatasi kesenjangan upah secara bertahap.
“Kita mendapat masukan dari DPR dan itu kita terima, bahwa harus ada roadmap bagaimana disparitas atau gap upah minimum, misalnya terkait KHL (kebutuhan hidup layak), kapan dan berapa lama itu bisa diselesaikan,” jelasnya.
Lebih Terukur
Selain itu, Kemnaker juga menekankan pentingnya implementasi PP 49/2025 sebagai regulasi yang merespons Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023. Aturan ini diharapkan mampu mengelola dinamika penetapan UMP agar lebih terukur setiap tahunnya.
Yassierli juga menilai perlu ada penguatan kapasitas Dewan Pengupahan Daerah dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Daerah agar rekomendasi kebijakan upah yang dihasilkan lebih komprehensif dan berbasis kondisi riil daerah.
Langkah lainnya yang menjadi fokus Kemnaker adalah penyediaan data KHL di tingkat kabupaten/kota. Pasalnya, saat ini data KHL masih terbatas di level provinsi.
“Data KHL menjadi penting untuk mengurangi disparitas atau kesenjangan upah minimum antardaerah, sehingga bisa memitigasi dampak negatif yang dapat mengganggu stabilitas dan kondisi daerah,” ujar Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.
Dengan berbagai langkah itu, pemerintah berharap persoalan disparitas upah bisa ditekan secara bertahap, meski diakui masih membutuhkan waktu dan konsistensi kebijakan lintas sektor. (tb)
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...
Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati
JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...
