
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi meluncurkan Digital Addiction Response Assistance (DARA), platform layanan bimbingan dan konsultasi untuk pencegahan serta penanganan kecanduan gim pada anak dan remaja.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan kehadiran DARA berangkat dari keresahan publik terhadap meningkatnya adiksi gim di kalangan generasi muda yang berdampak pada produktivitas.
“Keresahan bangsa secara umum bahwa anak-anak generasi muda kita semakin banyak yang kurang produktif karena adiksi terhadap gim, dan yang paling terusik juga adalah para orang tua,” ujar Meutya saat peluncuran DARA di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tetap mendukung pertumbuhan industri gim sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional dan ruang kreativitas anak muda. Namun di sisi lain, negara juga harus hadir untuk mencegah dan menangani dampak negatifnya, termasuk kecanduan.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Kemkomdigi telah meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai pedoman klasifikasi gim berdasarkan kelompok usia. Melalui DARA, pemerintah kini melangkah lebih jauh dengan menyediakan layanan bagi mereka yang sudah terlanjur mengalami adiksi.
Kecanduan Gim
Berdasarkan hasil penelitian yang dikutip Meutya, sekitar 33 hingga 39 persen siswa SMA di Indonesia mengalami kecanduan gim tingkat sedang hingga berat. Secara global, prevalensi adiksi gim berkisar 1,96 persen hingga 3 persen populasi dunia, dengan kelompok laki-laki remaja dan dewasa muda sebagai yang paling berisiko.
“Indonesia salah satu negara dengan pemain gim terbesar, nomor empat di dunia. Artinya kontribusi kita terhadap angka global itu cukup besar. Ini menjadi perhatian serius,” katanya.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa DARA dapat diakses melalui situs web dan terbuka bagi anak maupun orang tua. Platform tersebut menyediakan berbagai konten edukatif, mulai dari informasi seputar gim, penjelasan mengenai IGRS, hingga panduan penanganan kecanduan gim dan gawai.
DARA juga dilengkapi fitur chatbot yang memungkinkan pengguna berkonsultasi awal terkait gejala kecanduan. Jika diperlukan, pengguna dapat mengisi formulir asesmen untuk mengetahui tingkat adiksi yang dialami. Setelah asesmen, sistem akan memberikan rekomendasi tindak lanjut, termasuk rujukan konsultasi dengan konselor. Layanan tersedia dalam bentuk tatap muka maupun daring.
“Jadi ada prosesnya, dari edukatif, preventif, sampai yang sifatnya kuratif bisa dilaksanakan dalam platform DARA,” ujar Edwin. Melalui DARA, Kemkomdigi berharap upaya penanganan kecanduan gim dapat dilakukan lebih sistematis, sekaligus melibatkan keluarga sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pendampingan anak di era digital. (tb)
RI Targetkan 15 Ribu Insinyur Kuasai Teknologi Semikonduktor
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur nasional menguasai teknologi desain chip lewat kerja sama antara Danantara dan Arm Limited yang diteken di London,...
Mudik 2026, Kemkomdigi Siapkan 386 Posko Jaga Sinyal hingga Cegah Penipuan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Arus mudik Lebaran 2026 tak hanya soal jalan dan transportasi, tapi juga soal sinyal. Untuk memastikan komunikasi tetap lancar, Kementerian Komunikasi dan Digital...
RI Ketatkan Akses Medsos untuk Anak, Platform Wajib Perkuat Perlindungan Digital
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia resmi memperketat akses media sosial bagi anak dan remaja melalui regulasi baru yang menekankan peran aktif platform digital dan pengawasan orang...
Menkomdigi: Masa Depan Digital Indonesia Butuh Lebih Banyak Perempuan di Teknologi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesenjangan partisipasi perempuan di bidang teknologi masih menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya...
Wamenkomdigi: Platform Digital Wajib Verifikasi Usia Pengguna
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, ahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk menerapkan sistem verifikasi usia pengguna guna melindungi...
Kartu SIM Tak Bisa Lagi Sembarangan: Menkomdigi Bidik Penipuan Digital
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai mengencangkan sabuk keamanan ruang digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan aturan baru registrasi kartu seluler dirancang untuk menutup...
Pemulihan BTS di Aceh Tembus 80 Persen, Pemerintah Fokus Wilayah Terisolasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Jumat (19/12), sebanyak 80,63 persen menara...
2026, Pemerintah Targetkan 2.500 Desa Terkoneksi Internet
NEWSREAL,ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang masih blank spot bisa menikmati akses internet pada 2026. Langkah ini jadi fokus baru Kementerian Komunikasi dan Digital...
Kemkomdigi Temukan 1.890 Hoaks Setahun Terakhir, 3,3 Juta Konten Negatif Ditindak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan telah mengidentifikasi 1.890 konten hoaks di ruang digital sepanjang setahun terakhir, terhitung sejak 20 Oktober 2024 hingga...
Komdigi: Perlindungan Anak di Dunia Maya Jadi Prioritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar isu tambahan, tetapi prioritas utama. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut...
Menkomdigi: Saatnya UMKM Naik Kelas Lewat Jalur Digital
NEWSREAL.ID, MEDAN- Perempuan pelaku UMKM disebut sebagai “pahlawan masa kini” oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Bukan tanpa alasan, keberanian mereka berinovasi di...
Stafsus Menag Gugun Gumilar Jadi Dewan Penasehat Muslim Calendar App
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kolaborasi antara teknologi dan spiritualitas kian nyata. Aplikasi Muslim Calendar, platform digital karya anak bangsa, kini menggandeng Staf Khusus Menteri Agama (Menag) RI,...

