
JAKARTA- Dalam rangka mengenang sekaligus meneruskan dan mengaktualisasikan pemikiran mantan Presiden ke-4 KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Tokoh pergerakan pendidikan dan sosial politik, HM Taufiq R Abdul Syakur tengah menyiapkan sekolah/pesantren kebangsaan di Jakarta dan Jawa Barat.
Haji Taufiq, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, pemikiran kebangsaan Gus Dur mengajarkan tentang toleransi, universal etik, multi culture society dan nilai-nilai pencerahan peradaban. Pemikiran inilah yang menjadi landasan untuk pendirian akademi kebangsaan.
“Insya Allah kami akan mendirikan sekolah/pesantren kebangsaan di Jakarta dan Jawa Barat. Mohon sambung doa akan berjalan lancar,” ujar Haji Taufiq saat ditemui, Sabtu (10/5) di Jakarta.
Lebih lanjut pensiunan PNS Sekretariat Negara (Setneg) ini mengatakan, dirinya dan beberapa koleganya sedang menyiapkan legalitas yayasan sebagai penaung lembaga pendidikan sekolah/pesantren yang akan didirikan. Termasuk juga menyiapkan lahan-lahan dan gedung untuk aktivitas sekolah/pesantren tersebut.
“Setelah semuanya siap, pesantren ini nantinya meliputi pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” ucap Haji Taufiq.
Memoria Bersama Gus Dur
Berdasarkan penggalian infomasi dan jejak data yang ada, HM Taufiq R Abdul Syakur berkarib akrab dengan Gus Dur. Saat itu Taufiq adalah mantan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar (PP KAM-PBS) 1990, terpotret pernah silaturahim berdua ke rumah Ibu Eyang Putri Gusti Aji di Kota Malang.
“Ibu Eyang Putri Gusti Aji dikenal sebagai tokoh yang dihormati dan adalah sosok petapa di Gunung Slamet, daerah Kabupaten Purwokerto, Provinsi Jawa Tengah,” ucap Taufiq.
Saat itu, pada 1987 dan 1990, Gus Dur yang menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Haji Taufiq lagi ziarah-ziarah ke seluruh Tanah Jawa. Baik keliling ziarah mulai ke makam kalangan para wali di era tahun 1500 Wali Songo, maupun kalangan Islam abangan Hindu Budha di era 700-1000.
“Perjalanan spiritual bersama Gus Dur merupakan pengalaman yang tidak bisa saya dilupakan. Karena itulah kita sebagai generasi berikutnya akan meneruskan dan melanjutkan pemikiran nilai-nilai kebangsaan Gus Dur,” Kenang Taufiq yang juga Ketua Yayasan Peningkatan Kemampuan Masyarakat Indonesia (YPKMI) ini.
Gus Dur dan Pancasila
Setelah Gus Dur terpilih sebagai Ketua Umum PBNU lewat Munas NU 1984, terpilihnya Gus Dur dilihat positif oleh Soeharto dan rezim Orde Baru. Penerimaan Gus Dur terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderatnya menjadikannya disukai oleh pejabat pemerintahan.
Pada 1985, Soeharto menjadikan Gus Dur indoktrinator Pancasila. Pada 1987, Gus Dur menunjukan dukungan lebih lanjut terhadap rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif 1987 dan memperkuat Partai Golkar Soeharto. Ia kemudian menjadi anggota MPR mewakili Golkar.
Meskipun disukai oleh rezim, Gus Dur tetap mengkritik pemerintah karena proyek Waduk Kedung Ombo yang didanai oleh Bank Dunia. Hal ini merenggangkan hubungan Gus Dur dengan pemerintah, tetapi saat itu Soeharto masih mendapat dukungan politik dari NU.
Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekuler.
Pada 1987, Gus Dur juga mendirikan kelompok belajar di Probolinggo, Jatim untuk menyediakan forum individu sependirian dalam NU untuk mendiskusikan dan menyediakan interpretasi teks muslim. Gus Dur pernah pula menghadapi kritik bahwa ia mengharapkan mengubah salam muslim “assalamualaikum” menjadi salam sekuler “selamat pagi”.
“Gus Dur adalah bapak bangsa. Beliau berhasil memposisikan NU berazaskan Pancasila dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Penerimaan Gus Dur terhadap Pancasila merupakan wujud citra moderatnya yang menjadikan dirinya dekat dengan pemerintahan waktu itu. Walaupun kadang Gus Dur sering juga mengkritik Pemerintahan Soeharto,” jelas Taufiq.
Katanya, Gus Dur pada 1987 berhasil mendorong tranformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren. Sehingga saat itu sekolah pesantren bisa menandingi sekolah sekuler.
“Gus Dur sudah memulai kurikulum pendidikan pesantren dengan modern dan berbasis kebangsaan. Karena itulah penerimaan kelompok-kelompok minoritas dan di luar Islam, banyak berpayung pada Gus Dur sebagai sosok perekat kebhinekaan,” ucap Taufiq yang juga deklarator dan Ketua Umum Presidium Pusat Gerakan Masyarakat Rekonsiliasi Nasional (PP GeMaReN) ini.
Terakhir menurut Haji Taufiq, dirinya sangat terkesan dan terus mengenang kepribadian dan kesederhanaan Gus Dur. Sebagai sahabat dekat, dirinya sering berkeliling ke para kiai di Jawa menemani Gus Dur keliling saat silaturahim atau pengajian.
“Al-fatihah untuk Gus Dur Bapak Kebangsaan dan Bapak Pancasila yang pernah menjadi Presiden RI ke-4 atas kehendak Allah SWT. Jasa dan dedikasi beliau untuk dunia pendidikan, pesantren, kemajemukan dan toleransi akan menjadi amal ibadah beliau,” pungkasnya. (Syafrudin Budiman SIP)
Biodata Singkat
Nama : HM Taufiq R. Abdul Syakur
Panggilan : Kiai Taufiq atau Haji Taufiq
Tpt/Tgl Lahir : Jombang, 7 Februari 1958
Pekerjaan : Pensiunan PNS Setneg
Pengalaman : Ziarah dengan Gus Dur pada 1984-1987 sampai awal 1999
Pengalaman Organisasi:
- Tahun 1986 – Terpilih Menjadi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar (PP KAM-PBS).
- Tahun 1990 – Terpilih Ketua Umum KAM-PBS bersama Bapak Prabowo Subianto Ketua Majelis Pertimbangan PP KAM-PBS dari 1990 sd 2003/2004.
- Tahun 2017 – Ketua Yayasan Peningkatan Kemampuan Masyarakat Indonesia (YPKMI) – sampai sekarang.
- Tahun 2022 – Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Kelompok Tani Masyarakat Teluk Jambe Bersatu (PKTHMTB) Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat – sampai sekarang.
- Tahun 2025 – Ketua Umum Presidium Pusat Gerakan Masyarakat Rekonsiliasi Nasional (PP-GeMaReN).
- Tahun 2025 – Mengusulkan KH.Abdurrahman Wahid (Presiden RI Ke 4 dan Ketua Umum PB NU 1984 – 1990 dan dan Ketua Umum PB NU Tahun 1990 – 1999), sebagai Pahlawan Nasional, karena jasa-jasa beliau dalam mengantarkan Pendidikan Bangsa Indonesia dengan Sistem Kebhinekaan dan Pluralisme di seluruh wilayah NKRI dan di seluruh wilayah Nusantara.
Menteri LH: Tak Satu Pun Daerah Layak Raih Piala Adipura 2025
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol menyatakan tidak ada satu pun kota maupun kabupaten di Indonesia yang layak meraih Piala Adipura 2025. Penilaian itu...
TransJakarta Izinkan Buka Puasa di Dalam Bus
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar ramah Ramadan datang dari transportasi publik Ibu Kota. PT TransJakarta resmi mengizinkan penumpang untuk makan dan minum saat berbuka puasa di dalam...
Kronologi Retaknya Rumah Tangga Atalia Praratya-RK
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Pengadilan Agama Kota Bandung resmi mengabulkan gugatan cerai yang diajukan anggota DPR RI Fraksi Golkar, Atalia Praratya, terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat...
Geser Tokyo, Jakarta Resmi Jadi Kota Terpadat Versi PBB
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jakarta dinobatkan sebagai kota terpadat di dunia berdasarkan laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ibu kota Indonesia itu kini menempati posisi puncak dengan jumlah...
Kemenhut Perketat Pengawalan Taman Nasional Tesso Nilo
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah merespons cepat insiden perusakan pos komando di Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Pelalawan, Riau dengan meningkatkan pengamanan di kawasan yang menjadi rumah...
Cegah Perundungan, KPAI Ingatkan Orang Tua Perkuat Komunikasi dengan Anak
NEWSREAL.ID, TANGERANG- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua untuk mempererat komunikasi dengan anak sebagai langkah utama mencegah perundungan di sekolah maupun lingkungan...
Pakar Neurosains Usul Dewan Pers Tambah Tes Neuro-Behavioral di UKW
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pakar neurosains Dr dr Taufiq F Pasiak mengusulkan Dewan Pers untuk menambahkan modul Journalist Neuro-Behavioral Profile berbasis Pash Brains sebagai bagian dari asesmen...
Indonesia Siap Investasi Rp16 Triliun untuk Hutan Tropis Dunia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara kunci dalam perlindungan hutan tropis dunia. Melalui keikutsertaan aktif di Tropical Forest Forever Facility (TFFF), pemerintah Indonesia...
Wamen PU Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng, Biar Masalah Sampah Nggak Jadi PR Abadi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Masalah sampah bukan cuma urusan pemerintah. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menegaskan, pengelolaan sampah di Indonesia harus dilakukan bareng-bareng, dari...
Jaga Indonesia Lewat Kerukunan, Stafsus Menag Hadiri Tahbisan Imam di Depok
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keragaman Indonesia kembali mendapat ruang perayaan di Gereja Katolik Santo Thomas, Kelapa Dua, Depok, Sabtu (27/9). Dalam acara tahbisan imam yang berlangsung khidmat,...
Diwa Foundation & Kodim Gowa Kembalikan Senyum Syamsul dan Aidil
DI sebuah rumah sewa yang teramat sederhana di Jl. Agussalim, Kelurahan Bonto Bontoa, Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, terdengar tawa kecil memecah keheningan sore. Syamsul...
Lapangan Lapas Purwodadi Disulap Jelang Perayaan HUT ke-80 RI
NEWSREAL.ID, GROBOGAN- Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi melakukan perombakan besar pada lapangan utamanya. Revitalisasi...


IT Telkom
Senin, 12 Mei 2025 18:55 WIBSelain jenjang pendidikan formal (SD hingga perguruan tinggi), apakah pesantren kebangsaan ini akan menawarkan program pendidikan non-formal atau pelatihan khusus terkait kebangsaan dan nilai-nilai Gus Dur bagi masyarakat umum?