Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Hukum Kriminal

Terima Laporan Masyarakat, KPK Mulai Usut Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 19 Juni 2025 15:21 WIB
Terima Laporan Masyarakat, KPK Mulai Usut Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
NEWSREAL.ID - PETUGAS HAJI: Menag Nasaruddin Umar berfoto bersama petugas jemaah haji Indonesia di depan Kabah, beberapa waktu lalu. (Foto: Media Center Haji 2025)

NEWSREAL.ID, JAKARTA – Isu korupsi dalam pengelolaan kuota haji Indonesia kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menangani sederet laporan masyarakat yang menuntut pengusutan tuntas atas dugaan permainan dalam distribusi kuota ibadah suci tersebut.

Kasus ini mencuat usai dalam setahun terakhir, setidaknya lima laporan pengaduan publik masuk ke KPK, seluruhnya berkaitan dengan praktik mencurigakan seputar kuota haji di masa kepemimpinan Menteri Agama sebelumnya, Yaqut Cholil.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa perkara ini sedang diusut. “Benar, perkara kuota haji sedang diusut,” ujarnya singkat, Kamis (19/6).

Gelombang laporan dimulai dari Gerakan Aktivis Mahasiswa UBK Bersatu (GAMBU) pada 31 Juli 2024 yang secara eksplisit mendesak KPK memeriksa Menag Yaqut Cholil dan Wakilnya, Saiful Rahmat Dasuki. Tak lama berselang, organisasi Front Pemuda Anti-Korupsi ikut menyerahkan laporan, menyoroti pengalihan kuota secara sepihak oleh Kemenag.

Laporan serupa terus berdatangan dari berbagai elemen: mahasiswa STMIK Jayakarta, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan Rakyat (AMALAN Rakyat), hingga Jaringan Perempuan Indonesia (JPI). KPK kini berada dalam tekanan publik untuk bertindak tegas.

Kasus ini menyeret isu krusial tentang akses dan keadilan dalam pelaksanaan rukun Islam kelima, yang seharusnya dijalankan secara transparan dan bersih dari kepentingan elite atau oknum.

Tolak Penambahan

Sementara itu, Menteri Agama yang baru, Nasaruddin Umar, menegaskan sikap berbeda. Ia menolak ambisi penambahan kuota haji secara sembarangan. “Saya tidak selalu berambisi menambah kuota haji karena itu justru membuka peluang terjadinya penyimpangan,” tegasnya.

Nasaruddin juga mengingatkan, penambahan kuota tanpa kesiapan logistik justru mengorbankan kenyamanan dan hak jemaah dari negara lain. “Kalau tiba-tiba ditambah 20.000, tidur di mana? Makan pakai apa? Nanti serbu tenda, makanan, bahkan bus orang lain. Tapi yang diserbu orang Indonesia juga, kan nggak enak ditolak,” katanya.

Pernyataan ini mengisyaratkan adanya praktik tak lazim dalam pengelolaan kuota haji di masa lalu yang kini sedang disorot tajam.

Di tengah pembongkaran kasus ini, Nasaruddin juga menepis kabar adanya pungli terhadap jemaah lansia dalam program safari wukuf. Menurutnya, prioritas saat ini bukanlah menambah jumlah, melainkan memperkuat pelayanan dan pendampingan.

“Kami ingin jemaah dilayani dengan layak dan manusiawi. Itu yang paling penting,” tandasnya. (tb)

Berita Terbaru

155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...

KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...

Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...

KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...

BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...

Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...

Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...

KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...

Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...

Sembilan OTT KPK Sepanjang 2026, Tiga Kasus Terjadi Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan (OTT) sejak awal tahun 2026. Penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjadi OTT...

KPK Sita Uang Tunai dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang tunai dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama 26 orang...

Menteri HAM Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras, Desak Polisi Usut Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Natalius Pigai selaku Menteri Hak Asasi Manusia mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban...

Leave a comment