Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Sri Mulyani Naikkan Target Bea Cukai

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 7 Juli 2025 01:41 WIB
Sri Mulyani Naikkan Target Bea Cukai
NEWSREAL.ID - RAPAT KERJA: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (4/7). (Foto: Kemenkeu)

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Tantangan besar menanti Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang baru, Djaka Budhi Utama. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menaikkan target penerimaan bea dan cukai tahun 2025 menjadi Rp310,4 triliun, lebih tinggi hampir Rp9 triliun dari proyeksi awal dalam APBN.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Sri Mulyani menyatakan optimisme bahwa target ambisius tersebut dapat dicapai di bawah kepemimpinan Djaka, sosok pilihan Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kami sudah minta pada Pak Djaka target yang lebih tinggi karena outlook-nya menunjukkan potensi penerimaan Rp310,4 triliun. Ini naik dari proyeksi APBN awal sebesar Rp301,6 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani bahkan berharap realisasinya bisa melampaui target, terlebih karena sektor perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tengah menghadapi tantangan serius dan diprediksi meleset dari target.

“Saya lihat Pak Djaka juga ingin menunjukkan performa maksimal, jadi mungkin penerimaan bea dan cukai bisa lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Ekspor Tambahan

Salah satu faktor pendorong kenaikan target ini adalah penerimaan dari bea keluar PT Freeport Indonesia, menyusul diberikannya izin ekspor tambahan karena gangguan pada smelter perusahaan tersebut akibat kebakaran.

Sementara itu, Sri Mulyani mengungkap bahwa penerimaan pajak tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp2.076,9 triliun dari target awal Rp2.189,3 triliun. PNBP pun diprediksi hanya terkumpul Rp477,2 triliun, lebih rendah dari proyeksi awal Rp513,6 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan negara pada tahun 2025 diperkirakan hanya mencapai Rp2.865,5 triliun, atau sekitar 95,4 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp3.005,1 triliun.

Penurunan ini, menurut Sri Mulyani, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti terbatasnya dampak kenaikan PPN dari 11persen ke 12 persen, pemberlakuan pajak hanya pada barang mewah, serta sejumlah stimulus pajak yang masih dipertahankan.

Selain itu, fluktuasi harga komoditas global dan produksi minyak yang berada di bawah asumsi turut menekan potensi penerimaan negara.

Adapun untuk PNBP, kegagalan mencapai target juga disebabkan oleh pengalihan Rp80 triliun dividen ke Badan Pengelola Dana Perwalian (Danantara), bukan langsung ke kas negara.

Di tengah tantangan fiskal ini, peningkatan kinerja bea dan cukai menjadi tumpuan baru. Djaka Budhi Utama kini berada di garis depan untuk menjawab ekspektasi tinggi dan menunjukkan kapasitasnya sebagai figur kunci di pemerintahan Prabowo mendatang. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Leave a comment