
NEWSREAL.ID, JAKARTA – Isu korupsi dalam pengelolaan kuota haji Indonesia kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menangani sederet laporan masyarakat yang menuntut pengusutan tuntas atas dugaan permainan dalam distribusi kuota ibadah suci tersebut.
Kasus ini mencuat usai dalam setahun terakhir, setidaknya lima laporan pengaduan publik masuk ke KPK, seluruhnya berkaitan dengan praktik mencurigakan seputar kuota haji di masa kepemimpinan Menteri Agama sebelumnya, Yaqut Cholil.
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa perkara ini sedang diusut. “Benar, perkara kuota haji sedang diusut,” ujarnya singkat, Kamis (19/6).
Gelombang laporan dimulai dari Gerakan Aktivis Mahasiswa UBK Bersatu (GAMBU) pada 31 Juli 2024 yang secara eksplisit mendesak KPK memeriksa Menag Yaqut Cholil dan Wakilnya, Saiful Rahmat Dasuki. Tak lama berselang, organisasi Front Pemuda Anti-Korupsi ikut menyerahkan laporan, menyoroti pengalihan kuota secara sepihak oleh Kemenag.
Laporan serupa terus berdatangan dari berbagai elemen: mahasiswa STMIK Jayakarta, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan Rakyat (AMALAN Rakyat), hingga Jaringan Perempuan Indonesia (JPI). KPK kini berada dalam tekanan publik untuk bertindak tegas.
Kasus ini menyeret isu krusial tentang akses dan keadilan dalam pelaksanaan rukun Islam kelima, yang seharusnya dijalankan secara transparan dan bersih dari kepentingan elite atau oknum.
Tolak Penambahan
Sementara itu, Menteri Agama yang baru, Nasaruddin Umar, menegaskan sikap berbeda. Ia menolak ambisi penambahan kuota haji secara sembarangan. “Saya tidak selalu berambisi menambah kuota haji karena itu justru membuka peluang terjadinya penyimpangan,” tegasnya.
Nasaruddin juga mengingatkan, penambahan kuota tanpa kesiapan logistik justru mengorbankan kenyamanan dan hak jemaah dari negara lain. “Kalau tiba-tiba ditambah 20.000, tidur di mana? Makan pakai apa? Nanti serbu tenda, makanan, bahkan bus orang lain. Tapi yang diserbu orang Indonesia juga, kan nggak enak ditolak,” katanya.
Pernyataan ini mengisyaratkan adanya praktik tak lazim dalam pengelolaan kuota haji di masa lalu yang kini sedang disorot tajam.
Di tengah pembongkaran kasus ini, Nasaruddin juga menepis kabar adanya pungli terhadap jemaah lansia dalam program safari wukuf. Menurutnya, prioritas saat ini bukanlah menambah jumlah, melainkan memperkuat pelayanan dan pendampingan.
“Kami ingin jemaah dilayani dengan layak dan manusiawi. Itu yang paling penting,” tandasnya. (tb)
Tak Masuk Bui, Pelanggar Ringan Bakal Disuruh Bersih-Bersih di 2.460 Lokasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah mulai mematangkan penerapan pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman bagi pelanggar pidana ringan. Sebagai bentuk kesiapan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) telah...
Kasus Sudewo Bergulir, KPK Periksa Kepala BPKAD Pati
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Pati nonaktif Sudewo terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi, salah satunya Kepala...
Interpol Resmi Terbitkan Red Notice untuk Riza Chalid
NEWSREAL.ID, JAKARTA- National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia mengumumkan Interpol telah menerbitkan red notice atas nama Mohammad Riza Chalid atau MRC pada Jumat (23/1/2026). Sekretaris...
Kesehatan Menurun, Kuasa Hukum Minta Penahanan Nadiem Dibantarkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bahwa dokter merekomendasikan dirinya menjalani tindakan medis selama lima hari...
Kepala BNN Raih Gelar Doktor, Tapi Peringatan Serius Soal Narkoba Justru Menggema
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengamat sosial Dr Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) di tengah tantangan pemberantasan narkoba yang kian kompleks. Apresiasi...
Kasus Dihentikan, Hogi Pilih Berdamai
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Polemik hukum yang sempat menyeret nama Hogi Minaya akhirnya resmi berakhir. Setelah Kejaksaan Negeri Sleman menghentikan penuntutan kasus tabrak jambret, Hogi memastikan tak...
KPK Masih Hitung Kerugian Negara, Eks Menag Yaqut Belum Ditahan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengambil langkah penahanan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2024. KPK...
Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Tata Kelola Sawit Era Siti Nurbaya
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola industri dan...
Kasus Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas Bersaksi untuk Gus Alex di KPK
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, memberikan kesaksian untuk mantan Staf Khusus Menag...
Kasus Iklan BJB, KPK Periksa Asisten Pribadi RK
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Hari...
Sepanjang 2025, KPK Terima 1.916 Laporan Dugaan Gratifikasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat menerima 1.916 laporan dugaan gratifikasi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.631...
Noel Ebenezer Singgung Partai Berinisial ‘K’ dalam Kasus Pemerasan K3
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Terdakwa kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Immanuel Ebenezer alias Noel, menuding adanya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan partai politik dalam...

