Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Mendagri Instruksikan Pemda Kendalikan Harga Pangan, Target Inflasi Tak Lebih dari 3,5 Persen

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 5 September 2025 16:53 WIB
Mendagri Instruksikan Pemda Kendalikan Harga Pangan, Target Inflasi Tak Lebih dari 3,5 Persen
NEWSREAL.ID - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan. Langkah itu dinilai penting untuk menekan laju inflasi agar tetap terkendali di bawah angka 3,5 persen.

“Kalau harga pangan terjangkau, inflasi akan turun,” kata Tito dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (5/9).

Instruksi tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Harga Beras di 214 daerah yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Bulog Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, serta jajaran pejabat daerah.

Tito mengungkapkan, inflasi tahunan dari Agustus 2024 hingga Agustus 2025 tercatat 2,31 persen, sementara inflasi bulanan Juli-Agustus 2025 bahkan menunjukkan deflasi sebesar -0,08 persen. Kendati tren positif, pemerintah tetap mewaspadai gejolak harga beras dan sejumlah komoditas utama lain.

Operasi Pasar

Untuk menjaga stabilitas, Mendagri meminta kepala daerah mengintensifkan operasi pasar minimal dua kali sebulan dengan memanfaatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog. Total beras SPHP yang disiapkan untuk periode Juli-Desember 2025 mencapai 1,3 juta ton.

Harga beras SPHP ditetapkan berdasarkan zona wilayah Zona 1: Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB-Rp12.500/kg, Zona 2: Sumatera, NTT, Kalimantan-Rp13.100/kg, Zona 3: Maluku, Papua-Rp13.500/kg.

Tito menegaskan, distribusi SPHP harus diprioritaskan bagi masyarakat miskin, khususnya di 214 daerah yang masih mengalami kenaikan harga beras. Ia juga mendorong daerah memanfaatkan skema kontinjensi, yakni pembayaran dilakukan setelah beras terjual di pasaran.

“Kalau bisa, beras SPHP ini ditujukan untuk rakyat miskin. Ini bisa menjadi pendingin bagi daerah yang masih panas karena demonstrasi kemarin,” tegasnya.

Upaya penyaluran SPHP mulai menunjukkan hasil positif, terlihat dari penurunan harga beras di 58 kabupaten/kota pada akhir Agustus. Meski begitu, Tito mengingatkan agar Pemda juga memberi perhatian pada komoditas pangan lain seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih yang harganya masih tinggi. (tb)

Berita Terbaru

Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah. Namun, kebijakan...

Harga BBM Nonsubsidi Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisih Sementara

NEWSEAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tetap stabil meski terjadi lonjakan harga minyak dunia. Untuk sementara, selisih harga tersebut ditanggung oleh...

RI-Korsel Teken Sepuluh MoU Strategis, Kerja Sama Ekonomi hingga Energi Bersih

NEWSREAL.ID, SEOUL- Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan kembali diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis lintas sektor. Sebanyak 10 nota kesepahaman (Memorandum of...

Korsel-RI Perkuat Kemitraan Strategis

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan...

Zulhas Ngebut PSEL: 30 Proyek Disiapkan, Sampah Mau Disulap Jadi Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai tancap gas mempercepat pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di berbagai daerah. Total ada 30 proyek yang disiapkan untuk...

BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun MBG Langsung untuk Perbaikan Gizi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa sebagian besar anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialokasikan langsung untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dari total anggaran...

Prabowo Kantongi Kerja Sama Rp370 Triliun dengan Jepang

NEWSREAL.ID, TOKYO- Presiden Prabowo Subianto menandatangani kerja sama ekonomi senillai 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp370 triliun dengan Jepang dalam kunjungan resminya ke Tokyo,...

Kemendag Genjot Kerja Sama Dagang Global Lewat Forum WTO di Kamerun

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat hubungan perdagangan dan investasi internasional melalui serangkaian pertemuan bilateral dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 World Trade Organization yang...

Sekjen Baru Kemenkeu Ditantang Tutup Kebocoran Negara

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Penunjukan Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Di tengah tekanan global, ia langsung dihadapkan...

Bulog Gandeng BRIN, Stok Beras Dipoles Teknologi Biar Tahan Lama dan Bebas Kutu

NEWSRAL.ID, JAKARTA– Perum Bulog resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pengelolaan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas...

Digugat ke PTUN, Mendag: Deal Dagang RI-AS Belum Diratifikasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) belum memasuki tahap...

Airlangga: Kebijakan WFH Segera Diumumkan, Berlaku Setiap Jumat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) sebelum akhir Maret 2026. Airlangga...

Leave a comment