
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan siap menempuh jalur hukum bila upaya dialog terkait isu pemakzulan dirinya tidak menemukan jalan keluar.
Dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Rabu (3/12), ia menegaskan masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU sesuai AD/ART organisasi. “Kami akan pertahankan ini dengan sekuat-kuatnya apabila jalan dialog, musyawarah dengan akal sehat dan niat baik ditolak,” ujar Gus Yahya.
Baca juga: Beredar Surat Edaran PBNU Nyatakan Gus Yahya Tak Lagi Ketum
“Jika itu semua buntu karena kepentingan tertentu, kami siap menempuh jalur hukum,” imbuhnya. Gus Yahya menegaskan, keputusan Rapat Harian Syuriyah yang mencopot dirinya tidak sah dan batal demi hukum karena wewenang pergantian Ketua Umum hanya dapat dilakukan melalui muktamar.
Ia mengaku tidak keberatan jika harus turun dari jabatan, asalkan melalui mekanisme yang benar. Karena itu, ia mendorong agar muktamar digelar secepatnya. “Yang penting tatanan organisasi dijalankan. Para peserta muktamar yang berhak mengambil keputusan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dirinya dan jajaran Tanfidziyah sepakat menjaga tatanan organisasi dari kepentingan sepihak. “Kami tidak bersedia merelakan semua ini hanya untuk kepentingan parsial dari sebagian orang.”
Akar Konflik
Ketegangan di PBNU memuncak setelah beredarnya dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah tanggal 20 November 2025. Dokumen bertanda tangan Rais Aam KH Miftachul Akhyar itu meminta Gus Yahya mundur dalam tiga hari, dengan alasan dugaan keterkaitan dengan jaringan zionisme internasional serta pelanggaran tata kelola keuangan.
Beberapa hari kemudian, PBNU menerbitkan surat edaran yang menyatakan Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum. Merespons hal itu, Gus Yahya balik menyatakan surat tersebut tidak sah, sekaligus mencopot Gus Ipul dari posisi Sekjen PBNU dan Gudfan Arif dari posisi Bendahara Umum lewat Rapat Harian Tanfidziyah yang ia pimpin.
Baca juga: Gus Yahya Reshuffle Pengurus, Gus Ipul Dicopot dari Jabatan Sekjen PBNU
Di sisi lain, Rais Aam KH Miftachul Akhyar akhirnya muncul dan menegaskan bahwa Gus Yahya telah diberhentikan sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.
Menanggapi kegaduhan ini, Gus Ipul memilih menyerahkan sepenuhnya kepada para ulama. “Kalau sudah NU, itu kita serahkan ke ulama,” ujarnya. Ia menegaskan keputusan para ulama didasarkan pada nilai-nilai agama, dan dirinya akan mengikuti apa pun keputusan tersebut. (ct)
Pakar Ingatkan RI Hati-hati di BoP, Jangan Terjebak Benturan Kepentingan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kembali jadi sorotan. Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional, Hendra Maulana Saragih mengingatkan pemerintah...
Iran Buka Suara soal Desakan RI Keluar dari Board of Peace Bentukan Trump
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran akhirnya angkat bicara soal desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP), badan bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang...
Prabowo Minta Harga Sembako “Jangan Ngegas” Jelang Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan harga sembilan bahan pokok tetap stabil selama bulan Ramadhan hingga Lebaran. Instruksi...
Tiga Hari Merah Putih Setengah Tiang, Negara Berduka untuk Try Sutrisno
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Sekretariat Negara mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia mengibarkan bendera negara setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, mulai 2 hingga 4 Maret 2026....
Komisi VII DPR Soroti Perjanjian Dagang RI-AS, Minta Ditinjau Ulang
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) menuai sorotan. Komisi VII DPR RI meminta pemerintah meninjau ulang perjanjian yang diteken...
Golkar Desak RI Galang Kekuatan Dunia Hentikan Perang AS-Israel vs Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji meminta Indonesia menggalang kekuatan internasional guna mendorong penghentian perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. “Indonesia harus...
Lebaran 2026 Diprediksi Ada 143,9 Juta Pergerakan, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Mudik
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memproyeksikan sebanyak 143,9 juta pergerakan orang akan terjadi selama periode libur Idulfitri 1447 H/2026 M. Angka ini menjadi perhatian serius karena berpotensi...
Prabowo Pimpin Langsung Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara militer pemakaman Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta,...
869 Ribu Peserta PBI JKN Aktif Lagi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membeberkan perkembangan terbaru soal pengaktifan kembali peserta Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) yang sebelumnya...
JK Soal Niat Prabowo Jadi Mediator AS-Israel vs Iran: “Niatnya Baik, Tapi Realitanya Berat”
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana Presiden Prabowo Subianto yang siap jadi mediator konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran menuai respons dari mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12,...
MUI Kutuk Serangan Israel-AS ke Iran, Desak Indonesia Keluar dari BoP
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan Israel dan Amerika Serikat....
PKB Kutuk Serangan ke Khamenei: Dunia Jangan Diam Saat Hukum Dikesampingkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ketua DPP...

