Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

PHK Massal Guncang Deplu AS: 1.300 Pegawai Dipecat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 12 Juli 2025 11:23 WIB
PHK Massal Guncang Deplu AS: 1.300 Pegawai Dipecat
NEWSREAL.ID - Kantor Pusat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang berada di kawasan Foggy Bottom, Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: AP)

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Gelombang pemutusan hubungan kerja mengguncang Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS). Sebanyak 1.300 lebih pegawai diberhentikan secara serentak pada Jumat (11/7) waktu setempat, menyusul restu Mahkamah Agung atas kebijakan restrukturisasi besar-besaran dari Presiden Donald Trump.

Suasana haru menyelimuti kantor pusat Deplu AS di Washington. Pegawai yang terdampak terlihat meninggalkan gedung dengan membawa kotak-kotak barang pribadi, diiringi pelukan dan tepuk tangan rekan-rekan mereka. Beberapa bahkan menangis, menyadari akhir mendadak dari pengabdian mereka di dunia diplomasi.

Menurut data internal, 1.107 pegawai negeri sipil dan 246 diplomat Dinas Luar Negeri menjadi korban PHK massal ini. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan perampingan yang didorong Trump sejak awal masa jabatannya, yang disebut bertujuan menyederhanakan birokrasi dan menyingkirkan elemen “tidak loyal”.

Putusan Mahkamah Agung AS, yang kini didominasi kubu konservatif, mencabut blokade hukum sebelumnya, membuka jalan bagi Gedung Putih untuk melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap birokrasi federal.

Kritik Tajam

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mendukung kebijakan ini dengan menyebut struktur diplomasi AS saat ini terlalu kompleks dan perlu dipangkas sekitar 15 persen. Namun, langkah ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.

Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika (AFSA), serikat pekerja Departemen Luar Negeri, mengecam keras PHK ini. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut kebijakan tersebut sebagai “pukulan telak bagi kepentingan nasional”, terutama di tengah gejolak global yang semakin memburuk.

“Di saat dunia sedang dilanda perang di Ukraina, ketegangan Timur Tengah, dan meningkatnya kekuatan otoriter, AS justru melemahkan barisan diplomatnya,” tegas AFSA.

PHK ini mengkhawatirkan banyak pihak, mengingat Deplu AS mempekerjakan lebih dari 80 ribu orang secara global, termasuk 17.700 pegawai domestik. Informasi pemecatan disebut disampaikan kepada para pegawai lewat email, menurut laporan The Washington Post. (tb)

Berita Terbaru

Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...

Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...

Eropa Kompak Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri...

Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...

Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS

  NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal...

Leave a comment