Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Mensos-Menko PM Tegaskan Reformasi Akreditasi Panti Asuhan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 20 Agustus 2025 13:29 WIB
Mensos-Menko PM Tegaskan Reformasi Akreditasi Panti Asuhan
NEWSREAL.ID - RAPAT KOORDINASI: Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar menggelar rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (19/8). (Foto: Kemensos)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya reformasi sistem akreditasi panti asuhan. Tujuannya, agar layanan pengasuhan anak mampu benar-benar berkualitas, bukan sekadar formalitas.

Saifullah menyoroti kondisi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang masih jauh dari standar. Lebih dari 2.000 lembaga fiktif hanya bermodal papan nama, sementara lebih dari 85% anak di panti masih memiliki salah satu orang tua. Ia menekankan mekanisme reward dan punishment agar akreditasi memberikan insentif bagi yang memenuhi standar dan sanksi bagi yang melanggar.

“Kalau akreditasi tidak memberi insentif atau sanksi, orang enggan memperbaiki layanan. Ini yang akan kita ubah,” kata Saifullah, Rabu (20/8/2025). Kementerian Sosial kini merevisi Permensos agar akreditasi menjadi instrumen penjamin kualitas pengasuhan, bukan sekadar legalitas.

Selain reformasi akreditasi, pemerintah juga menekankan transparansi filantropi dan dana sosial masyarakat. Seluruh penyaluran bansos wajib berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran. Selama ini, ketidaktepatan sasaran cukup tinggi: 45% untuk bansos Kemensos dan 82% untuk subsidi BBM.

Presiden pun menugaskan BPS sebagai lembaga kredibel untuk verifikasi dan validasi data kemiskinan melalui Perpres No. 4/2025. Menurut Saifullah, semua kementerian dan lembaga wajib menggunakan data BPS agar program bansos efektif.

Digitalisasi Bansos

Program bansos reguler tetap meliputi PKH, bantuan sembako, bantuan yatim piatu, dan permakanan lansia. Untuk meningkatkan efisiensi, pemerintah menyiapkan digitalisasi penyaluran bansos berbasis Payment ID Bank Indonesia. Uji coba sistem ini dilakukan di Banyuwangi, sehingga bantuan hanya bisa digunakan untuk kebutuhan dasar.

Sementara itu, program Sekolah Rakyat, yang kini sudah ada di 165 titik, menjadi miniatur penanggulangan kemiskinan. Program ini menggabungkan pendidikan anak, pemberdayaan orang tua melalui koperasi, perbaikan rumah, bantuan kesehatan, dan bansos bagi keluarga miskin ekstrem. Targetnya, 350 ribu keluarga setiap tahun dapat “graduasi” menuju kemandirian.

“Akreditasi panti, digitalisasi bansos, dan Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi besar menuju nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Semua butuh regulasi yang kuat, pengawasan konsisten, serta partisipasi masyarakat,” tutup Saifullah. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment