Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

1.236 Pabrik Mulai Operasional di Awal 2026, Industri Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 18 Januari 2026 17:32 WIB
1.236 Pabrik Mulai Operasional di Awal 2026, Industri Serap 218 Ribu Tenaga Kerja
NEWSREAL.ID - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sektor industri nasional langsung tancap gas di awal tahun 2026. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 1.236 perusahaan industri mulai berproduksi perdana hingga 15 Januari 2026, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 218.892 orang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, mulai beroperasinya ribuan perusahaan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa industri manufaktur Indonesia tetap solid, meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian.

“Ini membuktikan fondasi industri manufaktur nasional tetap kuat. Industri tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Pada 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas mencapai 5,51 persen, sekaligus menegaskan peran strategis sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Agus menyebut, 1.236 perusahaan tersebut merupakan industri yang telah melaporkan tahap pembangunan sepanjang 2025 dan direncanakan beroperasi penuh tahun ini. Total investasi sektor industri pengolahan nonmigas yang mendukung operasional tersebut mencapai Rp551,88 triliun, dengan investasi di luar tanah dan bangunan sebesar Rp444,25 triliun.

“Kapasitas produksi baru yang mulai berjalan pada 2026 menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan industri, memperkuat struktur manufaktur, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Kemenperin terus mendorong percepatan industrialisasi, transformasi industri 4.0, serta penguatan industri dari hulu hingga hilir. Langkah ini dilakukan guna menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku dan meningkatkan efisiensi rantai produksi nasional.

Pasar Domestik

Dari sisi permintaan, pasar domestik masih menjadi penopang utama industri manufaktur dengan kontribusi sekitar 80 persen, sementara ekspor menyumbang sekitar 20 persen. Penguatan pasar dalam negeri dilakukan melalui kebijakan substitusi impor, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), optimalisasi belanja pemerintah dan BUMN, serta penguatan industri kecil dan menengah (IKM) agar terintegrasi dalam rantai pasok nasional.

“Kami memastikan produk industri dalam negeri menjadi tuan rumah di pasar domestik. Ini jangkar utama pertumbuhan industri manufaktur,” tegas Agus.

Sejumlah subsektor diproyeksikan mengalami lonjakan permintaan sepanjang 2026, antara lain industri logam dasar yang didorong proyek infrastruktur dan hilirisasi, industri makanan dan minuman sebagai kontributor terbesar PDB manufaktur, serta industri kimia, farmasi, dan obat-obatan seiring meningkatnya kebutuhan produk kesehatan dan bahan kimia industri.

Dari sisi ekspor, Kemenperin menargetkan kontribusi ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai 74,85 persen dari total ekspor nasional pada 2026, sejalan dengan rencana strategis 2025–2029. Target tersebut ditempuh melalui diversifikasi pasar, peningkatan daya saing produk, serta penguatan promosi industri nasional di pasar global.

Sementara di bidang ketenagakerjaan, sektor industri pengolahan nonmigas ditargetkan menyerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional, dengan produktivitas tenaga kerja mencapai Rp126,2 juta per orang per tahun. Untuk mendukung capaian tersebut, investasi sektor ini pada 2026 dipatok hingga Rp852,9 triliun.

Menghadapi tantangan global yang kian kompleks, Kemenperin juga menginisiasi Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) sebagai kerangka kebijakan penguatan industri berkelanjutan. Melalui pendekatan forward dan backward linkage, SBIN diarahkan untuk memperkuat keterkaitan sektor hulu, manufaktur, dan jasa, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Strategi ini juga menopang program prioritas pemerintah seperti swasembada pangan dan energi, penguatan industri strategis, hingga dukungan industri untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan layanan kesehatan.

“Strategi Baru Industri Nasional menjadi acuan memperkuat struktur industri nasional agar lebih berdaya saing dan berkontribusi berkelanjutan bagi perekonomian,” kata Agus.

Dengan penguatan sisi pasokan dan permintaan tersebut, Kemenperin optimistis industri manufaktur nasional tetap tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2026, sekaligus terus memberi kontribusi nyata bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing industri Indonesia. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...