Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Sepanjang Oktober 2025, 1.180 Pekerja Kena PHK

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 24 November 2025 18:31 WIB
Sepanjang Oktober 2025, 1.180 Pekerja Kena PHK
NEWSREAL.ID - MENDENGARKAN PIDATO: Karyawan PT Sritex mendengarkan pidato dari direksi perusahaan akhir Februari lalu seusai Disperinaker mengumunkan Sritex tutup per 1 Maret 2025. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tekanan dunia industri kembali terasa sepanjang Oktober 2025. Data Satudata Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sedikitnya 1.180 pekerja di berbagai provinsi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya dalam satu bulan.

Angka ini memperpanjang tren pengurangan tenaga kerja yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan jumlah PHK tertinggi bulan itu, yakni 600 pekerja, diikuti Jawa Timur 180 pekerja, dan Jawa Barat 90 pekerja.

Di sisi lain, sejumlah daerah seperti Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Utara melaporkan angka PHK yang jauh lebih kecil, masing-masing hanya satu kasus.

Kemnaker tidak merinci penyebab PHK berdasarkan provinsi. Namun laporan serikat pekerja menunjukkan pola yang sama dalam dua tahun terakhir: turunnya pesanan industri, efisiensi perusahaan, hingga penutupan pabrik menjadi faktor dominan.

Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mencatat tekanan ketenagakerjaan ini sebenarnya berlangsung sejak 2022. Hingga Oktober 2025, 126.160 anggota KSPN dilaporkan kehilangan pekerjaan.

Baru Masuk

Presiden KSPN Ristadi menjelaskan sebagian laporan baru masuk belakangan karena proses PHK berlangsung bertahap. “Terjadinya PHK ada yang sejak 2023 dan baru melapor ke DPP KSPN pada 2025. Total laporan sampai Oktober mencapai 126.160 pekerja,” ujar Ristadi dalam keterangan tertulis (11/11).

Dari total tersebut, 79 persen merupakan pekerja tekstil, garmen, dan sepatu, sementara sisanya berasal dari sektor ritel, perkebunan/kehutanan, otomotif, pertambangan, hingga perhotelan. Jawa Tengah menjadi daerah paling terdampak bagi anggota KSPN dengan 47.940 pekerja, disusul Jawa Barat (39.109) dan Banten (21.447).

Badan Pusat Statistik (BPS) turut mencatat bahwa tingginya PHK berkontribusi pada angka pengangguran per Agustus 2025. Deputi Neraca dan Analisis Statistik Moh Edy Mahmud menyebut 0,77 persen pengangguran berasal dari mereka yang terkena PHK dan belum mendapatkan pekerjaan baru. Sektor industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan menjadi penyumbang terbesar tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan. (ct)

Berita Terbaru

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Malaysia resmi kasih “lampu hijau plus dukungan penuh” buat Indonesia yang lagi pegang tongkat komando organisasi Developing Eight (D-8). Tapi ada satu catatan...

Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...

Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...

Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...

APKLI Desak Penataan Ulang Ritel Modern

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keberadaan warung kelontong kian terdesak. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong di Indonesia terus menyusut dalam hampir dua dekade...

103 Ribu Kursi Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Buat kamu yang belum pegang tiket mudik Lebaran 2026, tenang dulu. Masih ada sekitar 103 ribu kursi kereta untuk periode pra-Lebaran 11-20 Maret...

Danantara Hidupkan Lagi Tambang Ombilin, Target Serap 1.000 Pekerja

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika kembali beroperasi, tambang legendaris ini diproyeksikan...

Leave a comment