NEWSREAL.ID, JAKARTA- Produk kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google dinilai masih menyimpan risiko besar bagi pengguna anak dan remaja. Laporan terbaru Common Sense Media, organisasi nirlaba yang fokus pada keselamatan anak dalam penggunaan teknologi, menyebutkan Gemini tetap masuk kategori high risk meski sudah dilengkapi filter keamanan.
Dalam analisis yang dikutip dari Tech Crunch, Minggu (7/9), Common Sense menyoroti bahwa versi “Under 13” dan “Teen Experience” Gemini pada dasarnya hanya modifikasi dari layanan dewasa dengan tambahan filter. Padahal, menurut organisasi itu, produk AI untuk anak seharusnya dirancang sejak awal dengan mengutamakan keselamatan anak.
“Gemini memang sudah tepat dalam beberapa hal mendasar, tetapi keliru pada detailnya. Sebuah platform AI untuk anak seharusnya disesuaikan dengan kondisi mereka, bukan pendekatan seragam untuk semua usia,” ujar Senior Director AI Programs Common Sense Media, Robbie Torney.
Analisis juga menemukan Gemini masih bisa menampilkan konten yang dianggap tidak pantas, mulai dari informasi tentang seks, narkoba, alkohol, hingga saran terkait kesehatan mental yang berpotensi membahayakan.
Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat dalam beberapa bulan terakhir sejumlah kasus bunuh diri remaja dilaporkan berkaitan dengan interaksi bersama AI.
Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah beredar kabar bahwa Apple mempertimbangkan Gemini sebagai model bahasa besar (LLM) untuk menggerakkan Siri terbaru yang rencananya diluncurkan tahun depan. Jika benar terealisasi, jutaan remaja berpotensi terpapar risiko serupa kecuali Apple menambahkan perlindungan ekstra.
Respons Google
Menanggapi laporan tersebut, Google menyatakan pihaknya telah menyiapkan kebijakan dan perlindungan khusus bagi pengguna di bawah 18 tahun. Perusahaan juga menggandeng pakar eksternal untuk melakukan uji keamanan.
“Kami menyadari masih ada respons Gemini yang belum berjalan sesuai tujuan, karena itu perlindungan tambahan terus kami kembangkan,” demikian pernyataan Google.
Google menambahkan bahwa sistemnya dirancang agar tidak menimbulkan kesan hubungan personal dengan pengguna. Namun, perusahaan mempertanyakan metode pengujian Common Sense karena tidak mengetahui pertanyaan yang digunakan dalam penilaian.
Sebelumnya, Common Sense juga merilis penilaian risiko untuk berbagai layanan AI lain. Meta AI dan Character.AI dikategorikan unacceptable karena risikonya dianggap sangat tinggi. Sementara itu, Perplexity dan Gemini masuk kategori berisiko tinggi, ChatGPT dinilai moderate, dan Claude yang memang ditujukan bagi pengguna 18 tahun ke atas dinilai berisiko minimal. (tb)
Sidak ke Kantor Meta, Pakar Nilai Pemerintah Sedang Tegaskan Kedaulatan Digital Indonesia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital ke kantor Meta Platforms dinilai sebagai langkah tegas pemerintah dalam menegakkan kedaulatan digital Indonesia...
Kemkomdigi Luncurkan DARA, Layanan Konsultasi untuk Atasi Kecanduan Gim Anak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi meluncurkan Digital Addiction Response Assistance (DARA), platform layanan bimbingan dan konsultasi untuk pencegahan serta penanganan kecanduan gim...
RI Targetkan 15 Ribu Insinyur Kuasai Teknologi Semikonduktor
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur nasional menguasai teknologi desain chip lewat kerja sama antara Danantara dan Arm Limited yang diteken di London,...
Mudik 2026, Kemkomdigi Siapkan 386 Posko Jaga Sinyal hingga Cegah Penipuan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Arus mudik Lebaran 2026 tak hanya soal jalan dan transportasi, tapi juga soal sinyal. Untuk memastikan komunikasi tetap lancar, Kementerian Komunikasi dan Digital...
RI Ketatkan Akses Medsos untuk Anak, Platform Wajib Perkuat Perlindungan Digital
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia resmi memperketat akses media sosial bagi anak dan remaja melalui regulasi baru yang menekankan peran aktif platform digital dan pengawasan orang...
Menkomdigi: Masa Depan Digital Indonesia Butuh Lebih Banyak Perempuan di Teknologi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesenjangan partisipasi perempuan di bidang teknologi masih menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya...
Wamenkomdigi: Platform Digital Wajib Verifikasi Usia Pengguna
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, ahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk menerapkan sistem verifikasi usia pengguna guna melindungi...
Kartu SIM Tak Bisa Lagi Sembarangan: Menkomdigi Bidik Penipuan Digital
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai mengencangkan sabuk keamanan ruang digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan aturan baru registrasi kartu seluler dirancang untuk menutup...
Pemulihan BTS di Aceh Tembus 80 Persen, Pemerintah Fokus Wilayah Terisolasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Jumat (19/12), sebanyak 80,63 persen menara...
2026, Pemerintah Targetkan 2.500 Desa Terkoneksi Internet
NEWSREAL,ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang masih blank spot bisa menikmati akses internet pada 2026. Langkah ini jadi fokus baru Kementerian Komunikasi dan Digital...
Kemkomdigi Temukan 1.890 Hoaks Setahun Terakhir, 3,3 Juta Konten Negatif Ditindak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan telah mengidentifikasi 1.890 konten hoaks di ruang digital sepanjang setahun terakhir, terhitung sejak 20 Oktober 2024 hingga...
Komdigi: Perlindungan Anak di Dunia Maya Jadi Prioritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar isu tambahan, tetapi prioritas utama. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut...


