NEWSREAL, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan siap merevisi data penerima bantuan sosial (bansos) apabila standar garis kemiskinan nasional dinaikkan. Hal ini sebagai respons atas desakan berbagai pihak menyusul pembaruan garis kemiskinan global oleh Bank Dunia.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang berwenang menetapkan kriteria kemiskinan.
“Kalau BPS sudah clear dan diberikan ke kita, nanti akan kita asesmen, kita evaluasi untuk ke depannya seperti apa,” ujar Jabo di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6).
Saat ini, penyaluran bansos mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang tengah menggantikan sistem sebelumnya yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Perubahan ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran bantuan, mengingat data lama kerap dikritik karena tidak akurat dan tidak diperbarui secara rutin.
Agus menegaskan Kemensos terbuka terhadap segala bentuk penyesuaian, termasuk jika garis kemiskinan dinaikkan. “Kalau ada usulan penaikan indikator kemiskinan, kita tunggu dari BPS. Kita tidak bisa ambil keputusan sendiri,” tegasnya.
Perdebatan mengenai standar kemiskinan kembali mencuat setelah Bank Dunia mengubah garis kemiskinan ekstrem global dari 2,15 dollar AS menjadi 3 dollar AS per hari, atau setara Rp546 ribu per orang per bulan (mengacu kurs Rp18.200/dollar AS).
Perubahan ini menyebabkan lonjakan signifikan jumlah warga miskin di banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam laporan terbaru Bank Dunia, jumlah warga miskin Indonesia versi standar baru mencapai 194,6 juta jiwa, atau lebih dari 68 persen populasi.
Menanggapi ini, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Arief Anshory Yusuf mengusulkan agar pemerintah Indonesia menaikkan garis kemiskinan nasional yang saat ini berada di angka Rp545 ribu per orang per bulan. Ia menilai angka tersebut terlalu rendah dan tidak mencerminkan realita ekonomi masyarakat saat ini.
“Menurut saya, minimal garis kemiskinan nasional jangan lebih rendah dari standar negara lower middle income, yaitu sekitar Rp765 ribu per bulan. Kalau kita tetap di bawah itu, berarti kita menormalisasi kemiskinan ekstrem,” kata Arief, Rabu (11/6).
Beban Anggaran
Jika pemerintah menaikkan garis kemiskinan, jumlah warga yang berhak menerima bantuan sosial dipastikan akan bertambah. Ini berpotensi memperbesar beban anggaran perlindungan sosial dalam APBN yang tahun ini sudah menyentuh lebih dari Rp400 triliun.
Namun, peningkatan ini juga bisa mendorong pemerintah memperbaiki skema bantuan agar lebih adaptif dan merata. Selain itu, dengan garis kemiskinan yang lebih realistis, indikator keberhasilan program pengentasan kemiskinan pun bisa lebih akurat.
Pemerintah diharapkan segera mengambil keputusan soal standar baru kemiskinan ini agar program bantuan sosial tidak hanya tepat sasaran, tapi juga relevan dengan kondisi ekonomi riil masyarakat. (ct)
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...
Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati
JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...
Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi
JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...
Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung
JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...
Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...
Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional
JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....
Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara
JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...
Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan
JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...
