Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Warga Miskin Indonesia Versi Bank Dunia Naik Jadi 194,6 Juta Jiwa

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 12 Juni 2025 02:58 WIB
Warga Miskin Indonesia Versi Bank Dunia Naik Jadi 194,6 Juta Jiwa
NEWSREAL.ID - ANGKA KEMISKINAN: Seorang warga yang tinggal di jalur kereta api Palmerah-Tanah Abang, Jakarta mengambil nasi kering untuk pakan unggas. Pembaruan metode penghitungan kemiskinan global oleh Bank Dunia berdampak signifikan pada jumlah penduduk miskin di berbagai negara, termasuk Indonesia. (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin)

NEWSREAL, JAKARTA – Bank Dunia merilis pembaruan metode penghitungan kemiskinan global mulai Juni 2025 yang berdampak signifikan pada jumlah penduduk miskin di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan standar baru tersebut, jumlah warga miskin Indonesia melonjak menjadi 194,6 juta jiwa, atau sekitar 68,25 persen dari total populasi 285 juta jiwa.

Perubahan ini terjadi karena Bank Dunia kini menggunakan data Purchasing Power Parity (PPP) 2021, menggantikan PPP 2017. PPP merupakan metode perbandingan daya beli antarnegara setelah memperhitungkan harga barang dan jasa.

Dengan standar baru, ambang batas pendapatan untuk dikategorikan miskin pun naik. Untuk negara menengah atas seperti Indonesia, garis kemiskinan meningkat dari 6,85 dolar AS menjadi 8,30 dolar AS per orang per hari.

“Revisi PPP mencerminkan data terbaru tentang garis kemiskinan nasional yang mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk negara-negara berpendapatan menengah ke atas,” tulis Bank Dunia dalam laporan June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform (PIP), dikutip Senin (9/6).

Namun, data dari Bank Dunia ini jauh berbeda dari versi pemerintah Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah warga miskin per September 2024 hanya sekitar 24 juta jiwa atau 8,57 persen dari total populasi. Perbedaan ini muncul karena perbedaan metode penghitungan.

BPS menggunakan metode Cost of Basic Needs (CBN), yang menghitung kebutuhan dasar makanan dan non-makanan berdasarkan survei rumah tangga dan kondisi lokal. Sebagai contoh, garis kemiskinan rumah tangga per bulan pada September 2024 di Jakarta ditetapkan Rp4,23 juta, sementara di NTT hanya Rp3,1 juta, dan di Lampung Rp2,82 juta.

Menolak Berkomentar

Saat dimintai tanggapan soal standar baru Bank Dunia, BPS menolak memberikan komentar langsung. Mereka tetap merujuk pada siaran pers Mei 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut perbedaan itu wajar, karena setiap negara memang disarankan membuat garis kemiskinan nasional sendiri, disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masing-masing. “Bank Dunia sendiri menyarankan agar tiap negara memiliki national poverty line sendiri,” ujarnya dalam rilis BPS, Jumat (2/5).

Kendati metode penghitungan berbeda, lonjakan angka kemiskinan berdasarkan standar internasional ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah. Penggunaan PPP baru menunjukkan bahwa masih banyak warga Indonesia yang pengeluarannya belum mencapai standar hidup layak menurut ukuran global.

Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Prabowo Subianto yang tengah menyoroti pentingnya peningkatan kualitas hidup dan akses pendidikan sebagai prioritas dalam APBN 2025. (ct)

Berita Terbaru

Jelang Lebaran 2026, Mentan Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan saat Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pasokan pangan...

Ramadan 2026, Baznas Gulirkan 29 Program dari Zakat hingga Layanan Mudik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan puluhan program unggulan yang dirancang untuk memperluas manfaat zakat,...

Bahas Board of Peace Gaza, Prabowo Panggil Ormas Islam ke Istana

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Isu keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) segera dibawa ke meja diskusi Istana. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu...

Prabowo Tantang Kritikus: Tak Suka? Bertemu di Pilpres 2029

NEWSREAL.ID, BOGOR- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan sikap terhadap kepemimpinannya adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ketidaksukaan itu tidak disalurkan...

Soal Dewan Perdamaian, MUI Tunggu Penjelasan Langsung Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum buru-buru menyimpulkan sikap terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Organisasi keagamaan ini...

Istana Luruskan Isu Pertemuan Prabowo: Bukan Oposisi Partai, Tapi Tokoh Masyarakat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tokoh-tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kartanegara, Jakarta, Jumat (30/1), bukan berasal dari partai...

Ini Isi Diskusi 5 Jam Prabowo dengan Tokoh Oposisi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik atau oposisi pemerintah pada Jumat, (30/1/2026). Diskusi yang berlangsung...

Prabowo: Kader Gerindra Melanggar Hukum Tetap Ditindak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum, termasuk kader Partai Gerindra. Menurutnya, penegakan hukum harus berlaku sama bagi...

Ditekan Mundur dari Board of Peace, Istana Ajak MUI Dialog

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait permintaan agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal tersebut...

Sejumlah Jembatan Pascabanjir di Aceh Rampung Dibangun

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mobilitas warga di sejumlah wilayah Aceh perlahan kembali normal. Jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak dan terputus akibat banjir kini telah rampung dibangun dan mulai...

MK: UU Keselamatan Kerja Sudah Usang, DPR-Pemerintah Diminta Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Mahkamah Konstitusi (MK) menilai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sudah saatnya dievaluasi menyeluruh karena dinilai berpotensi tidak lagi relevan dengan...

Soal Reshuffle, PDIP: Hak Prerogatif Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa setiap perombakan dalam susunan Kabinet Merah Putih sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Partai berlambang...

Leave a comment