Nasional

Yusril: Soal Sengketa Empat Pulau, Belum Ada Penetapan Resmi

Tim Redaksi, Admin
Senin, 16 Juni 2025 16:44 WIB
Yusril: Soal Sengketa Empat Pulau, Belum Ada Penetapan Resmi
NEWSREAL.ID - Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Ist)

NEWSREAL, JAKARTA – Ketegangan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara terkait kepemilikan empat pulau – Lipan, Panjang, Mangkir Ketek, dan Mangkir Gadang – kembali mencuat, menyusul munculnya Keputusan Menteri Dalam Negeri yang mengkodekan pulau-pulau itu sebagai bagian dari Sumut.

Namun, Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait status hukum dan administrasi wilayah tersebut.

“Perlu saya tekankan, sampai saat ini belum ada keputusan yang menetapkan apakah keempat pulau itu milik Provinsi Aceh atau Sumatera Utara,” ujar Yusril di Depok, Minggu (15/6).

Yusril menyebut baik Perjanjian Helsinki tahun 2005 maupun Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang pembentukan Provinsi Aceh dan Sumut tidak secara eksplisit mengatur status atau batas wilayah empat pulau tersebut. “Kami sudah pelajari, tidak ada ketentuan dalam UU 1956 maupun naskah perjanjian Helsinki yang menyebut nama-nama pulau itu,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus merespons klaim mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang sebelumnya menyebut batas Aceh berdasarkan perjanjian Helsinki mengacu pada peta tahun 1956, dan oleh karenanya empat pulau itu masuk Aceh secara historis.

Yusril menjelaskan bahwa penetapan batas wilayah kabupaten dan provinsi merupakan kewenangan Menteri Dalam Negeri, dan harus dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), bukan sekadar pengkodean administratif pulau yang terjadi melalui Keputusan Mendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025.

“Pengkodean itu dilakukan setiap tahun dan hanya bersifat administratif. Usulan kodenya dari pemerintah daerah – dalam hal ini dari Sumatera Utara – tapi itu belum menentukan status hukum wilayah pulau-pulau tersebut,” jelas Yusril.

Kekosongan Hukum

Sengketa ini menunjukkan adanya kekosongan hukum dalam penentuan batas administratif pasca reformasi dan pemekaran wilayah. Menurut Yusril, banyak kasus serupa terjadi akibat tidak jelasnya delineasi batas wilayah pasca reformasi. Ia mendorong Gubernur Aceh dan Gubernur Sumut duduk bersama mencari titik temu agar Mendagri bisa menerbitkan aturan yang sah dan final.

Yusril juga mengingatkan bahwa kedekatan geografis bukan satu-satunya faktor penentu wilayah administratif. Ia mencontohkan Pulau Natuna yang lebih dekat ke Sabah Malaysia, Pulau Miangas yang lebih dekat ke Mindanao, dan Pulau Pasir yang lebih dekat ke Timor daripada Australia – semuanya tetap menjadi bagian dari negara yang secara historis dan hukum memiliki kedaulatan sah.

“Jadi tidak bisa hanya pakai argumen ‘lebih dekat ke daratan mana’, tapi harus ada landasan hukum dan kesepakatan antarwilayah,” tutup Yusril.

Secara geografis, Pulau Natuna lebih dekat dengan Sabah Malaysia daripada Kalimantan Barat atau Kepulauan Riau. Namun, sejak zaman kesultanan Melayu dan penjajahan Belanda, Natuna adalah wilayah Hindia Belanda, bukan wilayah British Malaya.

Sebaliknya Pulau Miangas lebih dekat ke wilayah selatan Pulau Mindanao dibanding daratan Sulawesi Utara. Pulau Miangas pernah menjadi sengketa antara Belanda dengan Spanyol dan kemudian dengan Amerika Serikat.

Akhirnya, Arbitrase Washington memutuskan Pulau Miangas masuk wilayah Hindia Belanda pada tahun 1906 dan kini otomatis bagian dari wilayah Indonesia. Kata Yusril, orang Filipina masih banyak yang menyangka Pulau Miangas adalah bagian dari negara mereka.

Sedangkan Pulau Pasir atau Asmor Reef di selatan NTT, secara geografis lebih dekat dengan Pulau Timor daripada Australia. Akan tetapi, sejak tahun 1878, Pulau Pasir dimasukkan Inggris ke dalam wilayah Australia tanpa protes apa pun dari pihak Belanda.

Maka, sampai sekarang Pulau Pasir masuk wilayah Australia, bukan Indonesia. Meskipun demikian, masih banyak orang di NTT menyangka Pulau Pasir masuk ke wilayah Indonesia. (tb)

Berita Terbaru

Kunjungi Indonesia, Presiden Jerman Dipameri Kerukunan Umat Beragama

JAKARTA,NEWSREAL.id — Indonesia menampilkan salah satu praktik baik kerukunan antar umat beragama kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender saat...

Modernisasi Stasiun Gambir dan Penanganan Perlintasan Sebidang Fokus PT KAI

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pengembangan sektor perkeretaapian nasional, mulai dari modernisasi stasiun hingga peningkatan keselamatan perjalanan kereta api disorot. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian itu saat...

Harga BBM Subsidi tidak Naik, Ini Penjelasan Pertamina

JAKARTA, NEWSREAL.id – Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Baca Juga Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, PT Kilang Pertamina Internasional RU III Gandeng...

Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM

JAKARTA,NEWSREAL.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan...

Pembangunan Giant Sea Wall-Pelabuhan, Pemerintah RI Gaet Rusia

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah RI mengkampanyekan pembangunan Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia juga...

Staf Khusus Menag RI di Vesak Festival 2026: Doakan Presiden Prabowo Jaga Perdamaian dan Kerukunan Bangsa

JAKARTA,NEWSREAL.id— Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar mengajak seluruh umat menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Dalam acara “Sanghadana Vesak Festival 2026” yang diselenggarakan Young...

Cetak Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan sebagai Kepala KUA

JAKARTA,NEWSREAL.id– Baru-baru ini sejarah dicatat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian yang dipimpin Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA baru saja mengangkat belasan pejabatnya ke...

Pelaksanaan Program MBG, Presiden Prabowo : Tekankan Integritas dan Akuntabilitas

BOGOR, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan...

Pimpinan BGN Diganti, Ketum G-Nesia : Program MBG Butuh Sentuhan Pemimpin Perempuan

SOLO,NEWSREAL.id – Lonceng pertanda bersih-bersih di institusi Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dibunyikan Presiden Prabowo Subianto melalui pengumuman yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi...

Presiden Prabowo Benahi BGN, Ketua dan Wakil Ketua Dicopot

JAKARTA,NEWSREAL.id- Presiden Prabowo Subianto membenahi Badan Gizi Nasional. Ketua dan Wakil Ketua BGN copot dan digantikan yang baru. “Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian...

Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Dikritik, Seskab Teddy : Terpenting Hasil Konkretnya

JAKARTA,NEWSREAL.id – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya pasang badan guna menangkis serang dari berbagai pihak terkait kunjungan Kepala Negara Bersama rombongan ke luar negeri....

12 Kloter Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj : Zamzam sudah Disiapkan”

JAKARTA,NEWSREAL.id — Awal Juni 2026 mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama jamaah haji ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara berjenjang melalui Bandara Internasional King Abdul...

Leave a comment