
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Polemik realisasi anggaran pendidikan kembali mencuat. Meski konstitusi mengamanatkan alokasi minimal 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan, angka tersebut tak pernah benar-benar tercapai.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun buka suara, menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi ini. Hal tersebut sekaligus menjawab kritik anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDIP, Dolfie OFP.
Menkeu Sri Mulyani menegaskan, persentase anggaran pendidikan sangat bergantung pada dinamika belanja negara secara keseluruhan. Ia menyebut, ketika subsidi energi atau bansos meningkat, persentase untuk pendidikan bisa tampak lebih rendah meskipun nilai nominalnya bertambah.
“Belanja negara terdiri dari belanja K/L, belanja Bendahara Umum Negara (BUN), dan Transfer ke Daerah (TKDD). Saat belanja subsidi naik signifikan, secara persentase alokasi pendidikan bisa terlihat turun,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (22/7).
Menurutnya, penempatan sebagian anggaran pendidikan ke dalam skema pembiayaan, bukan belanja langsung, adalah strategi untuk menghindari penggunaan dana secara tergesa-gesa menjelang akhir tahun anggaran.
Bahkan, pernah terjadi pada Oktober pemerintah harus membelanjakan Rp80 triliun dalam waktu tiga bulan hanya untuk memenuhi angka 20 persen. “Kalau mendekati akhir tahun dan belum 20 persen, Kementerian/Lembaga langsung diberi tambahan belanja. Dalam waktu sempit, dana besar bisa tidak efektif penggunaannya,” tambahnya.
Dana Abadi Pendidikan
Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya pengelolaan fiskal yang disiplin dan berorientasi jangka panjang, salah satunya melalui Dana Abadi Pendidikan. Ia menyatakan, prinsip kehati-hatian harus sejalan dengan amanat konstitusi dan efisiensi anggaran.
Di sisi lain, Dolfie menilai selama ini pemerintah tidak sungguh-sungguh merancang anggaran pendidikan untuk memenuhi amanat konstitusi. Ia menunjukkan tren realisasi yang stagnan sejak 2007, bahkan pada 2022 hanya mencapai 15,46 persen, dan 17 persen pada 2024.
Ia juga mengkritik pemindahan sebagian alokasi pendidikan ke pos pembiayaan, karena membuat dana tak digunakan optimal dan justru berdampak pada defisit anggaran. “Selisih 3 persen itu bisa setara Rp80 triliun. Uang sebanyak itu bisa untuk program-program penting seperti Makan Bergizi Gratis,” tegas Dolfie.
Ia berharap, ke depan, pemerintah benar-benar menyusun postur anggaran yang memenuhi amanat 20 persen dan memastikan seluruh anggaran pendidikan tercantum sebagai belanja aktif, bukan cadangan. “Kalau ada kemauan politik, sebenarnya bisa saja. Tapi sejak awal memang tidak dirancang untuk direalisasikan penuh,” tutup Dolfie. (tb)
DPR Bantah Proses Kilat, Tegaskan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sudah Sesuai Aturan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- DPR RI angkat bicara menanggapi polemik penunjukan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Legislator menegaskan seluruh tahapan pemilihan telah berjalan sesuai konstitusi...
Pemerintah Tutup Total Atraksi Gajah Tunggang
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Era gajah sebagai wahana hiburan resmi berakhir. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memutuskan melarang total atraksi gajah tunggang di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya...
HPN 2026 Gaungkan Pers Merdeka, Dewan Pers Bacakan 8 Poin Deklarasi Nasional
NEWSREAL.ID, SERANG- Komitmen menjaga kemerdekaan pers dan keberlanjutan industri media ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, Senin...
Menag Ingatkan Makna Ramadhan: Bukan Sekadar Ritual, Tapi Soal Cinta dan Kepedulian
NEWSREAL.ID, GOWA- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan umat Islam agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum pendalaman spiritual yang berbuah pada kepedulian sosial, bukan sekadar rutinitas ibadah...
Kemendes PDT Bersih-bersih Data Bansos, Tutup Celah Titipan Politik di Desa
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan komitmen untuk menutup ruang politisasi dalam pendataan penerima bantuan sosial di tingkat desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan...
Benahi Data dari Desa, Gus Ipul Tekankan Bansos Tak Boleh Lagi Salah Sasaran
NEWSREAL.ID, PASURUAN- Pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada akurasi data kemiskinan sebagai fondasi utama pengentasan kemiskinan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, peran kepala...
Prabowo Tegaskan Perang Lawan Korupsi
NEWSREAL.ID, MALANG- Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal praktik korupsi yang dinilainya telah menggerogoti kekayaan bangsa selama bertahun-tahun. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan...
Di Hadapan NU, Prabowo Tegaskan Sumpah Presiden: Negara Wajib Lindungi Rakyat dari Lapar dan Miskin
NEWSREAL.ID, MALANG- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tugas utama negara bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi memastikan rakyat terbebas dari kemiskinan, kelaparan, serta keterbatasan akses kesehatan...
Di Hadapan Keluarga Besar NU, Prabowo Mengaku Kian Berani Mengabdi dan Membela Rakyat
NEWSREAL.ID, MALANG- Presiden Prabowo Subianto menyebut kebersamaannya dengan Nahdlatul Ulama (NU) memberi energi dan keberanian tersendiri dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa. Berada di tengah para...
Safsus Menag: Diplomasi Agama, Jurus Indonesia Tampil Percaya Diri di Panggung Dunia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia dinilai memiliki “senjata lunak” yang jarang dimiliki negara lain: diplomasi agama. Modal inilah yang disebut Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar,...
Lampung Resmi Pegang Tiket Porwanas 2027
NEWSREAL.ID, BANTEN– Kepastian tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 akhirnya terjawab. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga Indonesia (Siwo) secara resmi menetapkan...
Ramadan, BGN Siapkan 4 Skema Penyaluran MBG
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian teknis. Pemerintah menyiapkan empat skema penyaluran agar manfaat program...

