Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Mendikdasmen: Saatnya Guru dan Orang Tua Bangun “Kesalehan Digital” Anak

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 24 November 2025 15:44 WIB
Mendikdasmen: Saatnya Guru dan Orang Tua Bangun “Kesalehan Digital” Anak
NEWSREAL.ID - BERI KETERANGAN: Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan keterangan saat ditemui di sela-sela kegiatan Seminar Wisuda Universitas Terbuka di UT Convention Centre, Tangerang Selatan, Senin (24/11). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak guru dan orang tua untuk bersama-sama memperkuat “kesalehan digital” pada anak-anak Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan era disrupsi teknologi yang semakin kompleks.

Dalam Seminar Wisuda Universitas Terbuka di Tangerang Selatan, Senin, (24/11), Abdul Mu’ti menyoroti dampak negatif dunia digital yang membuat sebagian generasi muda cenderung ingin serba instan, kuat secara fisik namun rentan secara mental.

“Karena itu, saatnya kita mengajak anak-anak memiliki kesalehan digital, yaitu bagaimana menggunakan teknologi untuk tujuan positif dan mengisinya dengan konten-konten edukatif,” ujar Mendikdasmen.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa anak-anak tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas perilaku digital yang kurang sehat. Guru dan orang tua, kata dia, memegang peran penting dalam membimbing agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat yang mendorong perkembangan, bukan sebaliknya.

Untuk mendukung perubahan tersebut, Kemendikdasmen tengah menerapkan kebijakan deep learning atau pembelajaran mendalam, yang lebih menekankan kualitas pemahaman ketimbang kuantitas materi.

“Belajar itu bukan seberapa banyak yang dipelajari, tetapi seberapa baik sesuatu dipahami,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran ke depan harus mengarah pada pemikiran tingkat tinggi, serta berlangsung secara mindful, meaningful, dan joyful, pembelajaran yang reflektif, bermakna, dan menyenangkan.

Fondasi Pendidikan

Abdul Mu’ti juga mencontohkan desain kurikulum di Singapura yang menitikberatkan pada konsep when less is more. Materi yang diajarkan tidak banyak, namun fokus pada hal-hal yang paling esensial dan fundamental sehingga dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan ilmu lainnya.

“Kurikulum yang sedikit tapi esensial bisa menghasilkan dampak besar. Itu bisa menjadi fondasi pengembangan pengetahuan di berbagai bidang,” ujarnya. Lebih jauh, Mendikdasmen menekankan pentingnya menjadikan siswa bukan hanya sebagai konsumen pengetahuan, tetapi sebagai pencipta pengetahuan.

“Murid terlibat dalam construction of knowledge. Mereka menciptakan pengetahuan, bukan hanya mengonsumsi. Mereka terlibat dalam proses belajar, dan ini yang membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi kuat antara sekolah dan keluarga, Abdul Mu’ti optimistis generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, cerdas, dan memiliki kesalehan digital yang kokoh di era serbadigital. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment