
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak guru dan orang tua untuk bersama-sama memperkuat “kesalehan digital” pada anak-anak Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan era disrupsi teknologi yang semakin kompleks.
Dalam Seminar Wisuda Universitas Terbuka di Tangerang Selatan, Senin, (24/11), Abdul Mu’ti menyoroti dampak negatif dunia digital yang membuat sebagian generasi muda cenderung ingin serba instan, kuat secara fisik namun rentan secara mental.
“Karena itu, saatnya kita mengajak anak-anak memiliki kesalehan digital, yaitu bagaimana menggunakan teknologi untuk tujuan positif dan mengisinya dengan konten-konten edukatif,” ujar Mendikdasmen.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa anak-anak tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas perilaku digital yang kurang sehat. Guru dan orang tua, kata dia, memegang peran penting dalam membimbing agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat yang mendorong perkembangan, bukan sebaliknya.
Untuk mendukung perubahan tersebut, Kemendikdasmen tengah menerapkan kebijakan deep learning atau pembelajaran mendalam, yang lebih menekankan kualitas pemahaman ketimbang kuantitas materi.
“Belajar itu bukan seberapa banyak yang dipelajari, tetapi seberapa baik sesuatu dipahami,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran ke depan harus mengarah pada pemikiran tingkat tinggi, serta berlangsung secara mindful, meaningful, dan joyful, pembelajaran yang reflektif, bermakna, dan menyenangkan.
Fondasi Pendidikan
Abdul Mu’ti juga mencontohkan desain kurikulum di Singapura yang menitikberatkan pada konsep when less is more. Materi yang diajarkan tidak banyak, namun fokus pada hal-hal yang paling esensial dan fundamental sehingga dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan ilmu lainnya.
“Kurikulum yang sedikit tapi esensial bisa menghasilkan dampak besar. Itu bisa menjadi fondasi pengembangan pengetahuan di berbagai bidang,” ujarnya. Lebih jauh, Mendikdasmen menekankan pentingnya menjadikan siswa bukan hanya sebagai konsumen pengetahuan, tetapi sebagai pencipta pengetahuan.
“Murid terlibat dalam construction of knowledge. Mereka menciptakan pengetahuan, bukan hanya mengonsumsi. Mereka terlibat dalam proses belajar, dan ini yang membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan,” tegasnya.
Dengan kolaborasi kuat antara sekolah dan keluarga, Abdul Mu’ti optimistis generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, cerdas, dan memiliki kesalehan digital yang kokoh di era serbadigital. (tb)
Sekolah Rakyat Buka Harapan bagi 45 Ribu Anak Jalanan, Dua tahun Pertama Pemerintah
DALAM dua tahun pertama pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto telah membangun 265 Sekolah Rakyat yang membuka kesempatan bagi lebih dari 45 ribu anak jalanan untuk kembali...
Presiden Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
JAKARTA,NEWSREAL,ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Acara Puncak Peringatan HUT...
Stafsus Menag: Madrasah Tak Boleh Tertinggal dalam Pemerintahan Prabowo
SEMARANG,NEWSREAL.ID — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap pemerataan kualitas pendidikan, termasuk penguatan madrasah dan peningkatan kualitas guru. Staf Khusus Menteri Agama menyebut madrasah...
Hadiri Orientasi Maru Pascasarjana UHN Sugriwa, Gugun Gumilar : Ilmuwan Bisa Salah, Tapi Tidak Boleh Bohong
DENPASAR,NEWSREAL.id– Pendidikan dan riset menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan dunia kerja. Baca Juga Bawa Harapan Baru...
Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren 2026 Dibuka, Berikut Informasinya
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2026. Pengajuan bantuan dibuka dari 1 – 4 September 2026. Direktur...
Staf Khusus Menag RI bicara Capaian Gagasan Pendidikan Presiden Prabowo Lewat Guru Madrasah
BOGOR,NEWSREAL.id — Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan, Pelayanan dan Pengawasan Keagamaan, serta Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar, menghadiri Puncak Hari Lahir...
Sempat Berdiskusi 30 Menit, Wamentan Bantah Kabur Diskusi di UGM
JAKARTA,NEWSREAL.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membantah tentang tuduhan kabur saat berdiskusi dengan mahasisa di UGM Yogyakarta. Ia juga membantah jalannya diskusi panas dan...
KND-Diwa Foundation Gelar Seminar Kebangsaan Mantapkan Ideologi untuk kesetaraan Penyandang Disabilitas
YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 8,5% dari jumlah penduduk Indonesia, dengan jumlah terbanyak pada usia lanjut menurut Kemenko PMK. Mereka membutuhkan membutuhkan intervensi...
Daftar Beasiswa Master Double Degree Dibuka hingga Akhir Mei, Cek Informasinya
JAKARTA,NEWSREAL.id – Peluang studi internasional kembali dibuka bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, dan alumni pendidikan keagamaan. Pendaftaran terbuka sampai 31 Mei 2026 melalui Program...
Tantangan bagi Akademisi, Proyek Giant Sea Wall Libatkan Kampus
JAKARTA, NEWSREAL.id – Terobosan besar diambil pemerintah sekarang dalam melaksanakan program infrastruktur strategis yakni pelibatan penuh dunia pendidikan tinggi. Realisasinya adalah arahan langsung pelibatan akademisi...
Kemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun, Fokus Perbaikan Madrasah hingga Digitalisasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp24,8 triliun untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Usulan ini difokuskan pada pemerataan...
Dukung Hemat Energi, Mendikdasmen Ajak Siswa Jalan Kaki atau Bersepeda ke Sekolah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengimbau para murid untuk berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi yang tinggal di jarak...