DI era digital saat ini, anak-anak sudah sangat akrab dengan gadget sejak usia dini. Bermain game, menonton video, atau belajar melalui layar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.Teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun penggunaan gadget yang berlebihan dapat membawa dampak pada kesehatan mata anak. Salah satunya adalah meningkatnya risiko gangguan penglihatan.
Sebagai orang tua, penting untuk memperhatikan kesehatan mata anak-anak sejak dini mengingat gangguan penglihatan seringkali datang tanpa gejala yang jelas.Gangguan Penglihatan yang Sering Terjadi pada Anak-AnakAnak-anak sangat rentan terhadap gangguan penglihatan akibat faktor genetika, lingkungan, atau kebiasaan seperti penggunaan gadget yang berlebihan.
Baca : Bali Awasi Ketat Penerbangan Asal Tiongkok dan Malaysia
Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa di Indonesia, sebanyak 3,6 juta anak mengalami kelainan refraksi, dan jumlah ini berpotensi terus meningkat. Diperkirakan 3 dari 4 anak dengan kelainan refraksi belum mendapatkan koreksi dengan kacamata.
Berikut adalah beberapa jenis gangguan penglihatan yang umum terjadi pada anak-anak di Indonesia:
Kelainan Refraksi
Kelainan ini mencakup rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme. Anak dengan kelainan refraksi biasanya kesulitan membaca tulisan di papan tulis atau melihat dengan jelas pada jarak tertentu.
Mata Malas (Amblyopia)
Gangguan ini terjadi ketika salah satu mata tidak berkembang dengan baik, sehingga otak lebih dominan menggunakan mata yang sehat. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah gangguan permanen di masa dewasa.
Baca : Basuki Targetkan Investasi Rp 60,9 T
Strabismus (Mata Juling)
Mata juling ditandai dengan mata yang tidak sejajar sehingga anak sulit memfokuskan penglihatannya. Jika tidak segera ditangani, strabismus dapat menyebabkan mata malas.
Katarak Anak
Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga dapat ditemukan pada anak-anak, terutama akibat infeksi selama kehamilan atau genetika. Di NTB, katarak menjadi penyebab utama kebutaan, meski prevalensinya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa.
Dry Eye Syndrome (Mata Kering)
Penggunaan gadget dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan mata kering, gatal, dan iritasi. Anak-anak yang sering menatap layar dalam waktu lama tanpa berkedip rentan mengalami kondisi ini.
baca : Miliaran Tablet Obat Ilegal Dimusnahkan
Mata anak-anak masih dalam tahap perkembangan, terutama pada usia awal kehidupan hingga usia 5-11 tahun. Pada periode ini, anatomi mata dan kemampuan melihat terus berkembang, sehingga kesehatan mata anak sangat rentan terhadap gangguan.
Jika anak-anak sering menggunakan gadget tanpa memperhatikan jarak pandang, bayangan yang masuk ke mata tidak akan jatuh tepat di retina. Hal ini dapat menyebabkan elongasi aksial (memanjangnya bola mata), yang berisiko menimbulkan kelainan refraksi seperti miopia.
Penggunaan gadget dalam waktu lama tanpa jeda dapat mempercepat risiko elongasi aksial ini, apalagi jika anak bermain dengan jarak sangat dekat. Dampaknya, kemampuan melihat buram pada jarak tertentu menjadi keluhan yang umum. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memperburuk penglihatan anak hingga dewasa.
Baca : Riwayat Nabi Musa Sakit Gigi dan Bukti Kekuasaan Allah
Gejala Gangguan Penglihatan yang Perlu DiwaspadaiGangguan penglihatan pada anak sering kali tidak terdeteksi hingga kondisinya cukup parah. Anak-anak mungkin tidak menyadari atau tidak dapat menjelaskan masalah yang mereka alami.Sebagai orang tua,
Anda perlu waspada terhadap beberapa gejala berikut:
- Sering Menyipitkan Mata
Anak yang mengalami kesulitan melihat objek yang jauh atau dekat sering menyipitkan mata untuk membantu fokus. Hal ini biasanya menandakan kelainan refraksi seperti miopia dan hipermetropia. - Posisi Kepala Tidak Normal
Anak yang memiliki masalah penglihatan, seperti astigmatisme, mungkin sering memiringkan kepala untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas.
Baca : Mata Juling: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Mendekatkan Objek ke Wajah
Jika anak sering melihat layar gadget, buku, atau objek lain dari jarak yang sangat dekat, ini bisa menjadi tanda gangguan penglihatan seperti miopia. - Mengucek Mata Secara Berlebihan
Mata yang mudah lelah atau terasa gatal sering menjadi gejala mata kering atau gangguan lainnya. Kebiasaan mengucek mata juga dapat memperburuk kondisi tersebut. - Sakit Kepala atau Mata Cepat Lelah
Anak dengan kelainan refraksi sering mengalami sakit kepala setelah membaca atau menatap layar dalam waktu lama. Hal ini disebabkan oleh otot mata yang bekerja terlalu keras untuk mencoba fokus. - Sulit Membaca Tulisan di Papan Tulis atau Buku
Jika anak sering mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan tulis atau merasa buku terlihat buram, ini adalah indikasi kuat adanya kelainan refraksi.
Baca :Kementan Siapkan Empat Juta Vaksin
- Tidak Tertarik pada Aktivitas Visual
Anak-anak yang sering menghindari aktivitas seperti membaca, menggambar, atau bermain game visual mungkin mengalami masalah penglihatan yang membuat mereka tidak nyaman. - Mata Merah atau Berair
Mata yang sering merah atau berair bisa menjadi tanda iritasi akibat paparan sinar biru dari gadget atau adanya gangguan mata lain, seperti infeksi.Gangguan penglihatan pada anak tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik tetapi juga perkembangan akademik dan sosial mereka. Deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. - Pemeriksaan mata rutin sejak dini sangat penting karena kesehatan mata anak-anak masih dalam tahap perkembangan yang sangat dinamis, terutama pada usia 5-11 tahun. Selama periode ini, berbagai gangguan penglihatan, seperti kelainan refraksi, mata malas, atau elongasi aksial, dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Deteksi dini membantu mengidentifikasi masalah penglihatan sebelum berdampak pada kemampuan belajar, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari anak.
Ditinjau oleh: Dr. Kevin, SpM
WHO Ungkap 7 Fakta Penting Virus Nipah di India
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan tujuh temuan utama terkait kejadian infeksi virus nipah di Bengala Barat, India, melalui publikasi Disease Outbreak News (DONs)...
Indonesia-Tiongkok Buka Kerja Sama Baru Kesehatan Digital
NEWSREAL.ID, BEIJING- Urusan kesehatan kini nggak lagi cuma soal rumah sakit dan dokter, tapi juga data, kecerdasan buatan, dan kolaborasi lintas negara. Indonesia dan Tiongkok...
BPOM Bongkar Kopi Ilegal Mengandung Obat Keras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peredaran pangan olahan ilegal kembali menjadi sorotan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk kopi yang mengandung bahan kimia obat keras dan...
BPOM Jelaskan Alasan Penarikan Produk Formula Bayi Nestle
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan terkait penarikan produk formula bayi keluaran Nestle yang belakangan menjadi perhatian publik. Penarikan dilakukan sebagai langkah...
BPOM Hentikan Sementara Distribusi Susu Formula Nestle
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk susu formula bayi tertentu di Indonesia....
Waspada Superflu Saat Anak Kembali Sekolah, RSHS Catat 10 Kasus
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Lonjakan mobilitas masyarakat usai libur panjang kembali diikuti dengan meningkatnya kasus penyakit musiman. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat ada 10 pasien...
Perkuat Sistem Antikecurangan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- BPJS Kesehatan menggandeng enam negara, Mesir, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Yunani dalam forum Internasional 1st Indonesian Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) 2025 guna...
Tak Disangka, Ternyata 5 Buah Ini Mengandung Kadar Air yang Tinggi
AIR sangat penting untuk tubuh kita, karena sebagian besar tubuh terdiri dari carian. Oleh sebab itu, kita dianjurkan minum setidaknya 3 sampai 4 liter per...
6 Makanan Super yang Mengandung Zat Besi Tinggi
TUBUH manusia membutuhkan berbagai jenis asupan nutrisi untuk menjaganya tetap dalam keadaan prima, salah satunya adalah zat besi. Terdapat banyak peran penting dari mineral yang...
Jaga Jantung dan Sendi, Siloam Gelar Simposium Medis Bahas Risiko Olahraga
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Di tengah meningkatnya tren olahraga di masyarakat, para pakar medis menegaskan pentingnya kesadaran akan risiko kesehatan yang bisa muncul, terutama terkait jantung dan...
Prabowo Perintahkan Tambah Dokter Gigi di Puskesmas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Kesehatan untuk memperbanyak jumlah dokter gigi di puskesmas. Instruksi ini dikeluarkan menyusul laporan hasil Program Cek Kesehatan...
Deteksi Dini Penyakit Jantung, YJI Canangkan Pemeriksaan Gratis bagi Siswa SD
NEWSREAL.ID, MATARAM- Penyakit jantung kini tak lagi hanya mengintai usia lanjut. Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengambil langkah proaktif dengan mencanangkan program pemeriksaan jantung gratis bagi...


