Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Sejumlah Kota Besar di Jawa Alami Penurunan Muka Tanah Serius

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 22 Desember 2025 13:01 WIB
Sejumlah Kota Besar di Jawa Alami Penurunan Muka Tanah Serius
NEWSREAL.ID - BANJIR ROB: Seorang warga menuntun sepedanya melintas di kawasan Tanjung Emas, Kota Semarang yang dilanda banji rob beberapa waktu lalu. (Dok: Ist)

NEWSREAL.ID, BANDUNGBadan Geologi mencatat sejumlah kota besar di Pulau Jawa mengalami penurunan muka tanah dengan laju lebih dari lima sentimeter per tahun. Fenomena ini tidak hanya terjadi di wilayah pesisir, tetapi juga merambah ke dataran tinggi, termasuk Kota Bandung dan kawasan Bandung Raya.

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi, Agus Cahyono Adi mengatakan, Bandung Raya mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun akibat berbagai faktor yang saling berkaitan.

“Penurunan muka tanah ini bersifat multifaktor. Di Bandung, penyebabnya antara lain aktivitas industri yang masif, kondisi geologi berupa tanah lunak dan sedimen muda, urbanisasi yang pesat, beban bangunan, serta eksploitasi air tanah yang berlebihan,” kata Agus di Bandung, Minggu, (21/12/2025).

Baca juga: Banjir Rob Ancam Pemudik

Ia menjelaskan, secara geologis wilayah Bandung terbentuk dari endapan danau purba sehingga sedimennya relatif labil dibandingkan daerah yang terbentuk dari batuan lava yang lebih kuat. Faktor geologi tersebut, menurutnya, tidak dapat sepenuhnya dikendalikan.

Namun demikian, Agus menegaskan masih ada faktor yang bisa ditekan untuk meminimalkan laju penurunan tanah, terutama dengan mengurangi penggunaan air tanah secara berlebihan. “Faktor alam tidak bisa kita kendalikan. Yang bisa dikendalikan adalah pemakaian air tanah, terutama di kawasan perkotaan dan industri,” ujarnya.

Selain Bandung, Badan Geologi juga mencatat wilayah lain di Jawa yang mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun, antara lain Jakarta Utara, Kota Semarang (khususnya wilayah Genuk, Tanjung Mas, dan Kaligawe), Kecamatan Sayung di Kabupaten Demak, pesisir Pekalongan, serta Surabaya bagian timur dan utara.

Faktor Utama

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa kondisi geologi berupa sedimen berumur muda dan tanah lunak menjadi faktor dasar terjadinya penurunan tanah. Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh aktivitas manusia seperti eksploitasi air tanah, beban bangunan yang tinggi, dan urbanisasi masif.

Menurut Lana, penurunan tanah yang terjadi bersamaan dengan kenaikan muka air laut akibat pemanasan global berpotensi menimbulkan risiko banjir dan rob secara permanen.

Dampak lain yang ditimbulkan meliputi kerusakan bangunan dan infrastruktur, penurunan kualitas lingkungan, hingga masalah kesehatan dan sanitasi. “Selain itu, terdapat kerugian ekonomi akibat meningkatnya biaya perbaikan bangunan dan infrastruktur, serta hilangnya wilayah daratan,” ujarnya.

Badan Geologi mencatat, amblasan tanah di wilayah pesisir utara Jawa telah menyebabkan sebagian daratan di Jakarta dan Semarang sejajar, bahkan lebih rendah, dari muka laut. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah kawasan permukiman dan tambak hilang dari peta daratan.

“Banjir rob kini meluas di Jakarta Utara, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kota Semarang, serta Kabupaten Demak,” kata Lana. Meski demikian, untuk wilayah Jakarta, Badan Geologi mencatat adanya pelandaian laju penurunan tanah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Penurunan Tanah Kawasan Pantura Diwaspadai

Berdasarkan pengukuran global positioning system (GPS) periode 2015-2023, laju penurunan tanah di Jakarta berada pada kisaran 0,05 hingga 5,17 sentimeter per tahun, dan relatif tidak terlihat sejak 2020.

Sebagai perbandingan, pada periode 1997-2005, laju penurunan tanah di Jakarta tercatat jauh lebih tinggi, yakni antara 1-10 hingga 15-20 sentimeter per tahun. Namun laporan World Economic Forum (WEF) pada November lalu menyebutkan sebagian wilayah Jakarta mengalami amblesan hingga 28 sentimeter, dengan laju penurunan 10 hingga 20 kali lebih cepat dibandingkan kenaikan muka air laut. Jakarta dan Semarang disebut sebagai kota-kota yang tengah menghadapi ancaman tenggelam. (tb)

Berita Terbaru

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Setor Rp17 Triliun ke Dewan Perdamaian Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen memberikan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun untuk bergabung...

Mensos: Efisiensi Anggaran Tak Akan Sentuh Bansos

NEWSREAL.ID, SURABAYA- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kebijakan efisiensi anggaran yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto tidak akan berdampak pada bantuan sosial (bansos)...

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret, Polri Imbau WFA untuk Hindari Penumpukan Kendaraan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai potensi kemacetan saat arus balik Lebaran 2026. Langkah...

Menhub Pastikan Mudik-Balik Lancar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh fasilitas transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan optimal. Pernyataan itu disampaikan saat...

Usai Lebaran, ASN WFH 1 Hari per Pekan, Pemerintah Klaim Hemat BBM hingga 20 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Skema ini dirancang sebagai langkah efisiensi energi...

Arus Balik Lebaran, KAI Siapkan 293 Ribu Kursi ke Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan ketersediaan kursi kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 masih aman. Tercatat, sebanyak 293.937 tempat duduk masih...

Arus Balik Lebaran, Polri Minta Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 26-27 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan....

Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG

NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...

Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...

Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...

Leave a comment