
SOLO,newsreal.id – Kritikan pedas atas dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan elit Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kembali membahana. Setelah, Selasa (25/7/2023) dini hari muncul spanduk-spanduk yang bertuliskan keresahan adanya dugaan korupsi di UNS. Kejadian serupa, terjadi Senin (7/8/2023) pada jam yang sama, tetapi di tempat yang berbeda-beda.
Spanduk yang bertuliskan, “Rektor UNS Korupsi?” terlihat di kampus utama UNS, kampus cabang SV UNS di Panggung, Perempatan Fly Over Purwosari, dan Lampu Merah Kleco.
Baca : Berlaga FISU World University Game, Presiden Berikan Apresiasi Langsung
Informasi yang dihimpun newsreal.id, spanduk-spanduk yang ditulisi dengan pilox warna merah ini terpapang sejak pukul 04.00 WIB dini hari, Senin (7/8/2023). Namun, beberapa saat setelah dipasang spanduk tersebut hilang.
Hal itu seperti yang dimuat akun twitter @UNSFess_
“Lha ini kok ada juga. Titik lokasi di bangjo pasar kleco dan bangjo flayover purwosari pagi ini. Waduh wes geger geden se solo,” tulis admin.
Baca : Jadi Destinasi Religi Dunia, Kemenag – Kemenparekraf Jalin Sinergi Kembangkan Borobudur
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pemasangan spanduk yang jati dirinya enggan disebutkan menyatakan, pemasangan spanduk sejak pukul 04.00 WIB dini hari, Senin (7/8/2023).

“Pemasangan sejak dini hari kemarin. Sekitar jam 4 pagi. Pemasangan di beberapa titik di UNS. Sekarang dicopot semua,” ungkap mahasiswa, Selasa (8/8/2023).
Ia pun mensinyalir pihak kampus yang mencopot spanduk ini.
Ia mendapati sekitar pukul 07.00 WIB pagi spanduk sudah hilang.
“Anehnya spanduk yang kita pasang dicopot langsung. Kan kita pasang jam 4. Mungkin jam 6 atau setengah 7 itu dicopot sama satpam yang ada di UNS,” jelasnya.
Baca : Masyarakat Diajak Syukuri Situasi Bangsa Indonesia Kembali Pulih
Pihaknya merasa perlu menyebarkan keresahan yang dialami mahasiswa.
“Mahasiswa dari berbagai macam ormawa resah dengan apa yang terjadi di UNS saat ini,” ungkapnya.
Seperti diketahui, dugaan penyelewengan kewenangan jabatan untuk tujuan pribadi memperkaya diri sendiri dan golongan ini terkuak, bermula dari proses pemilihan rektor UNS periode 2023-2028.
Waktu itu terpilih Prof. Dr. rer. Nat. Sajidan, M. Si sebagai Rektor UNS. Hasil pemilihan ini lalu dianulir Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), beberapa hari menjelang dilantik.

Baca : Permintaan Pembangunan Tol Tinggi, Pemerintah Prioritaskan Luar Jawa
Berdasarkan penelusuran di lapangan, ada ketidakberesan dalam pembatalan Sajidan sebagai rektor ini. Dibalik itu semua bermuara pada, laporan petinggi Majelis Wali Amanat (MWA) UNS waktu itu, Prof Hasan Fauzi PhD dan Prof Tri Atmojo Kusmayadi, MSc PhD yang mengungkap dugaan tidakberesnya tata kelola keuangan UNS.
Keduanya sebagai perwakilan MWA menyampaikan hasil audit khusus komite MWA UNS kepada Kemendikbudristek, bahwa ada dugaan kuat fraud di antaranya senilai Rp 34,6 miliar yang terkait dengan anggaran yang tidak disetujui oleh MWA, tapi tetap dijalankan. (edy)
Soal Dana Hibah, PB XIV Purbaya: Kami Ikuti Arahan Pemerintah
NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Pakoeboewono (PB) XIV Purbaya merespons pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengungkap dana hibah pemerintah untuk Keraton Surakarta selama ini masuk ke rekening...
Ratusan Siswa di Grobogan Diduga Keracunan MBG
NEWSREAL.ID, GROBOGAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jateng, tengah menangani dugaan kejadian luar biasa keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG),...
Kanwil Kemenkum Jateng Fokus Perkuat Posbankum Desa Jelang 2026
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jawa Tengah menargetkan penguatan peran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa dan kelurahan di seluruh Jawa Tengah,...
Wagub Aceh Soal Insiden Bendera Bulan Bintang: Tolong Fokus Korban Banjir
NEWSREAL.ID, BANDA ACEH- Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh angkat suara usai insiden ricuh pengibaran bendera bulan bintang di Aceh Utara. Ia menyayangkan kericuhan...
Gus Yahya-Rais Aam Sepakat, Kisruh PBNU Masuk Babak Damai
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyepakati kesepakatan baru usai konflik internal...
UMP Jateng 2026 Naik 7,28 Persen, Jadi Rp2,32 Juta per Bulan
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah tahun 2026 naik sebesar 7,28 persen menjadi Rp2.327.386,07 per bulan. Kenaikan...
Laka Maut di Exit Tol Krapyak, DPR Desak Kemenhub Lakukan Evaluasi Menyeluruh
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Anggota Komisi V DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pengelola jalan tol dan kepolisian untuk melakukan evaluasi total terhadap...
Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci
NEWSREAL.ID, TEGAL– Kawasan Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jateng diterjang banjir bandang akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Gung, Sabtu (20/12/2025)...
Wamensos Ajak Publik “Patungan” Empati untuk Korban Bencana Sumatera
NEWSREAL.ID, MUNGKID- Banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih menyisakan luka mendalam. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono pun...
Dua Kubu Raja Keraton Solo Bertemu di Balai Kota, Bahas Peresmian Museum dan Songgobuwono
NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Dua kubu yang mengklaim sebagai pemegang hak takhta Keraton Solo menggelar pertemuan tatap muka di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (15/12) siang....
Terdampak Banjir, Pemprov Jateng Dorong Solusi Terpadu Penanganan Jalur KA di Grobogan
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai penanganan dampak banjir pada jalur kereta api di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, membutuhkan solusi jangka panjang dan lintas...
Kubu Pakoe Boewana XIV Purbaya Klarifikasi Penggantian Gembok Museum Keraton
NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Pihak Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwana XIV Purbaya membantah tudingan pengusiran terhadap pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa...

