
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Tak kurang 1.411 guru swasta di Jawa Tengah yang telah lolos seleksi PPPK sejak empat tahun lalu masih belum mendapatkan kejelasan penempatan. Mereka tergolong dalam kategori prioritas R1D, yang sebelumnya dijanjikan akan diprioritaskan karena telah lulus passing grade pada seleksi PPPK 2021.
Rina Dewi Astuti (41), salah satu guru asal Boyolali, menyampaikan bahwa para guru telah berkali-kali mengadu ke berbagai instansi, termasuk DPRD Jateng, Kemenpan-RB, dan BKN. Namun, hingga kini jawaban yang mereka terima selalu sama: menunggu petunjuk teknis dari pusat.
“Kami tiga kali audiensi, tapi hasilnya selalu mentok. Pusat bilang tunggu usulan daerah, daerah belum jelas apakah sudah mengusulkan atau belum,” ujar Rina, Kamis (17/7/2025), usai audiensi di Komisi E DPRD Jateng.
Ironisnya, berdasarkan komunikasi terakhir dengan BKN dan Menpan-RB, diketahui bahwa penempatan guru PPPK menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat. Artinya, Pemprov Jateng memiliki kendali penuh atas pengusulan formasi yang dibutuhkan.
“Kalau dari BKN, mereka siap terbitkan NIP, asalkan daerah mengusulkan formasi. Jadi sekarang bola ada di tangan pemprov,” tegasnya.
Para guru berharap DPRD bisa menjadi penekan agar Pemprov Jateng segera menyelesaikan penempatan mereka. Terlebih, informasi dari Badan Pendapatan Daerah menyebutkan bahwa anggaran bukan menjadi hambatan.
“Yang kami harapkan sekarang cuma satu: ketegasan politik dari pemprov agar nasib kami segera diputuskan,” ujar Rina.
Situasi semakin menyedihkan karena sebagian guru terpaksa banting setir demi bertahan hidup. “Ada yang jadi tukang parkir, ada yang jualan cilok. Bahkan ada yang diberhentikan dari sekolah karena ketahuan ikut seleksi PPPK,” ungkapnya.
Sebagian besar guru R1D ini adalah guru senior dengan masa pengabdian lebih dari 15 tahun. Banyak di antara mereka sudah berusia di atas 40 tahun, bahkan hampir pensiun. Mereka dulunya dijanjikan akan difasilitasi melalui jalur PPPK karena tidak bisa lagi ikut seleksi CPNS.
Inkonsistensi Kebijakan
Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jateng, Zainuddin, menyebut penundaan ini sebagai bentuk inkonsistensi kebijakan negara. Ia menilai pemerintah seharusnya menuntaskan proses rekrutmen yang sudah dimulai, bukan malah membiarkan ribuan guru menggantung tanpa kejelasan.
“Mereka sudah ikut prosedur, sudah lulus, tapi belum juga ditempatkan. Ini kan kebijakan resmi pemerintah pusat, masa enggak ada follow-up dari daerah?” kritiknya.
Zainuddin menegaskan bahwa masalah ini hanya soal kemauan politik, bukan soal anggaran. Ia juga mengingatkan bahwa Provinsi Jateng saat ini masih kekurangan guru, terutama di tingkat SMA, SMK, dan SLB. “Guru sudah ada, tapi malah dibiarkan. Padahal mutu pendidikan kita juga sedang dipertaruhkan,” tegasnya.
Ia menargetkan agar proses anggaran untuk penempatan guru prioritas R1D dimulai tahun ini, agar formasi bisa dimasukkan dalam seleksi 2026 dan guru bisa diangkat selambat-lambatnya pada 2027.
“Jangan sampai Indonesia kehabisan waktu menyongsong bonus demografi, tapi malah krisis guru karena abai pada komitmen yang sudah dibuat,” tutupnya. (tb)
Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026
NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...
Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...
Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...
Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan
NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...
Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa
NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...
Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...
Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...
DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...
Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....
Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...
Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah
BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

