Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

WHO: Krisis Kesehatan Gaza Kian Parah, 15 Ribu Lebih Pasien Butuh Dievakuasi

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 15 Oktober 2025 15:33 WIB
WHO: Krisis Kesehatan Gaza Kian Parah, 15 Ribu Lebih Pasien Butuh Dievakuasi
NEWSREAL.ID - MENDERITA MALNUTRISI: Osama al-Raqab (5), bocah Gaza, Palestina yang menderita fibrosis kistik akut semakin parah sejak awal perang akibat kurangnya daging, ikan, dan tablet enzim untuk membantunya mencerna makanan di klinik malnutrisi di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza, beberapa waktu lalu. (Foto: AP)

NEWSREAL.ID, GAZA- Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina kembali memburuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 15.600 pasien membutuhkan evakuasi medis segera, sementara ribuan lainnya harus menjalani amputasi akibat perang yang tak kunjung reda, bahkan setelah gencatan senjata diberlakukan.

Baca : KTT Gaza, Presiden Prabowo Siagakan TNI untuk Misi Perdamaian Palestina

WHO memperingatkan, sistem kesehatan di Gaza kini berada di ambang kehancuran. Infrastruktur medis rusak berat, rumah sakit kewalahan, dan ribuan korban luka tak mendapat penanganan memadai.

“Lebih dari 15.000 orang kini hidup tanpa anggota tubuh akibat konflik yang berkepanjangan,” tulis WHO dalam pernyataan resminya. Organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga menyoroti ancaman wabah penyakit yang berpotensi menyebar luas di tengah kondisi sanitasi yang buruk dan fasilitas kesehatan yang nyaris lumpuh.

WHO mendesak agar koridor medis internasional segera dibuka kembali untuk memungkinkan pasien Gaza mendapatkan akses perawatan darurat dan layanan spesialis di luar wilayah konflik.
Mereka juga mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan akan semakin memburuk jika penutupan wilayah dan keterlambatan bantuan medis terus berlanjut.

“Tanpa jalur evakuasi dan pasokan medis yang aman, ribuan nyawa bisa melayang sia-sia,” tegas WHO.

Baca: Mantan Dubes Palestina: Negara-negara Harus Berani Jatuhkan Sanksi ke Israel

Gencatan Senjata yang Berdarah

Di tengah upaya perdamaian, kekerasan di Gaza belum sepenuhnya berhenti. Sembilan warga Palestina tewas ditembak pasukan Israel hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Hamas diberlakukan.

Menurut laporan Al Jazeera, korban merupakan warga yang mencoba kembali ke rumah mereka di timur Gaza City dan selatan Khan Younis. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi penembakan tersebut, dengan alasan warga “mendekati posisi militer” di kawasan Shejaiya, Gaza City.

“IDF mengimbau warga Gaza untuk mematuhi instruksi dan tidak mendekati pasukan di wilayah tersebut,” tulis pernyataan resmi militer Israel, dikutip dari The Times of Israel. Kesepakatan gencatan senjata yang disepakati sejak Jumat (10/10) semestinya menjadi langkah awal menuju deeskalasi.

Dalam perjanjian itu, Hamas dan Israel sepakat menukar tahanan dan sandera, serta melakukan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza. Hamas dilaporkan telah membebaskan 20 sandera terakhir, sementara pihak Israel melepaskan hampir 2.000 warga Palestina yang sebelumnya ditahan.

Namun, insiden penembakan terbaru menunjukkan proses menuju perdamaian masih rapuh. Di saat dunia menanti realisasi gencatan senjata penuh, warga Gaza justru terus berjuang antara bertahan hidup di tengah reruntuhan dan berharap ada jalan keluar dari krisis kemanusiaan yang kian dalam. (tb)

Baca : Covid -19 Merebak, WHO Imbau Tujuh Hal

Berita Terbaru

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo

*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...

Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi

JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

Leave a comment